STUDI KRITIS PEMIKIRAN FAHMI BASYA TENTANG KISAH NABI SULAIMAN DALAM BUKU BOROBUDUR DAN PENINGGALAN NABI SULAIMAN

RINI SUSANTI, NIM. 12530170 (2016) STUDI KRITIS PEMIKIRAN FAHMI BASYA TENTANG KISAH NABI SULAIMAN DALAM BUKU BOROBUDUR DAN PENINGGALAN NABI SULAIMAN. Skripsi thesis, UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA.

[img]
Preview
Text (STUDI KRITIS PEMIKIRAN FAHMI BASYA TENTANG KISAH NABI SULAIMAN DALAM BUKU BOROBUDUR DAN PENINGGALAN NABI SULAIMAN)
12530170_BAB-I_IV-atau-V_DAFTAR-PUSTAKA.pdf

Download (2MB) | Preview
[img] Text (STUDI KRITIS PEMIKIRAN FAHMI BASYA TENTANG KISAH NABI SULAIMAN DALAM BUKU BOROBUDUR DAN PENINGGALAN NABI SULAIMAN)
12530170_BAB-II_sampai_SEBELUM-BAB-TERAKHIR.pdf
Restricted to Registered Academicians of UIN Sunan Kalijaga Only

Download (1MB)

Abstract

Kritik terhadap pemikiran seseorang mengenai pemahamannya terhadap al-Qur‘an sangat penting dilakukan. Kritik dibutuhkan untuk mengarahkan pemikiran manusia agar lebih dekat dengan kebenaran. Penelitian ini mengkaji tentang ―Studi Kritis Pemikiran Fahmi Basya tentang Kisah Nabi Sulaiman‖, meliputi : 1) Bagaimanan pemikiran Fahmi Basya mengenai kisah Nabi Sulaiman di dalam al-Qur‘an? 2) Bagaimana kritik epistemologis terhadap pemikiran Fahmi Basya tersebut? Penelitian ini dilakukan dengan metode deskriptif-analitis dan menggunakan pendekatan historis-filosofis. Berdasarkan kerangka teori the history of idea, disimpulkan bahwa Fahmi Basya termasuk tokoh dalam era reformatif yang berbasis pada nalar kritis. Penelitian ini juga mengkritik pemikiran Fahmi Basya dengan menggunakan teori Ihsan Al-Amin yang mengatakan bahwa kritik dapat dilakukan melalui dua aspek, yaitu kritik sumber penafsiran dan kritik metodologi. Penelitian ini menghasilkan beberapa temuan. Pertama, Fahmi Basya adalah seorang ahli Matematika Islam yang memiliki pendapat kontroversial, yaitu mengatakan bahwa Borobudur adalah peninggalan Nabi Sulaiman. Borobudur adalah „arsy yang dipindah dalam kisah Nabi Sulaiman. „Arsy tersebut berasal dari Situs Ratu Boko yang berjarak sekitar 36 km dari Candi Borobudur. Kedua, berdasarkan penelaahan terhadap epistemologi pemikiran Fahmi Basya, ditemukanlah bahwa sumber penafsiran Fahmi adalah akal (ra‟yi), metode yang Fahmi gunakan memiliki spirit dari metode tafsir tematik (tafsir mauḍu‟i), sedangkan corak penfsirannya adalah corak tafsir berdasarkan ilmu pengetahuan (tafsir bi al-„ilmi). Validitas pemikiran Fahmi Basya memiliki nilai salah menurut teori koherensi dan korespondensi serta bernilai benar menurut teori pragmatisme. Tolok ukur kebenaran yang digunakan Fahmi adalah teori korespondensi, karena ia mencari kebenaran berdasarkan fakta yang ada di dunia nyata. Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan, Fahmi Basya menggunakan penemuan ilmiah yang belum mapan sehingga tidak dapat dijadikan dasar dalam penafsiran. Kritik tidak hanya bertujuan untuk mencari kesalahan, melainkan juga memberikan apresiasi. Pemikiran Fahmi Basya ini patut diapresiasi karena ia telah mencoba mengintegrasi-interkoneksikan al-Qur‘an dengan penelitian ilmiah. Terbukti dengan penemuan Fahmi berupa piramida 286 yang sesuai dengan Candi Borobudur. Namun, untuk mengatakan bahwa Borobudur sebagai peninggalan Nabi Sulaiman membutuhkan penelitian yang komprehensif dengan dukungan data-data yang valid.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information / Pembimbing: Dadi Nurhaedi, S.Ag, M.Si
Subjects: Ilmu Alqur’an dan Tafsir
Divisions: Fakultas Ushuludin dan Pemikiran Islam > Ilmu Alqur’an dan Tafsir (S1)
Depositing User / Editor: Miftahul Ulum, S.Kom ------- youtube : ulum virgo -------- Facebook : digilibuin
Date Deposited: 21 Apr 2016 11:15
Last Modified: 21 Apr 2016 11:15
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/20349

Actions (login required)

View Item View Item