HAK DAN KEWAJIBAN SUAMI-ISTRI: STUDI KOMPARASI PEMIKIRAN IMAM NAWAWÎ AL-BANTÂNÎ DAN K.H. HUSEIN MUHAMMAD

TOHER PRAYOGA, NIM: 11360015 (2016) HAK DAN KEWAJIBAN SUAMI-ISTRI: STUDI KOMPARASI PEMIKIRAN IMAM NAWAWÎ AL-BANTÂNÎ DAN K.H. HUSEIN MUHAMMAD. Skripsi thesis, UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA.

[img]
Preview
Text (HAK DAN KEWAJIBAN SUAMI-ISTRI: STUDI KOMPARASI PEMIKIRAN IMAM NAWAWÎ AL-BANTÂNÎ DAN K.H. HUSEIN MUHAMMAD)
11360015_BAB-I_IV-atau-V_DAFTAR-PUSTAKA.pdf - Published Version

Download (4MB) | Preview
[img] Text (HAK DAN KEWAJIBAN SUAMI-ISTRI: STUDI KOMPARASI PEMIKIRAN IMAM NAWAWÎ AL-BANTÂNÎ DAN K.H. HUSEIN MUHAMMAD)
11360015_BAB-II_sampai_SEBELUM-BAB-TERAKHIR.pdf - Published Version
Restricted to Registered Academicians of UIN Sunan Kalijaga Only

Download (2MB)

Abstract

Ketentuan mengenai hak dan kewajiban suami-istri dalam hukum Islam (baca: fikih) adalah sangat menarik untuk ditelaah dan kaji kembali secara komprehensif di era kontemporer sekarang ini. Tidak lain dan tidak bukan karena hak dan kewajiban suami-istri yang banyak dijelaskan dan diatur dalam kitabkitab fikih adalah masih “timpang” sebelah. Hal ini misalkan dapat dijumpai dalam kitab Syarḥ ‘Uqûd al-Lujjain Fî Bayân Ḥuqûq az-Zawjain milik Imam Nawawî al-Bantânî yang menempatkan posisi laki-laki (suami) adalah lebih tinggi dari pada perempuan (istri) atau dengan kata lain suami adalah pemimpin istri. Adapun di sisi lain, K.H. Husein Muhammad sebagai salah satu ulama pesantren progressif memberikan ketentuan bahwa posisi laki-laki (suami) dan perempuan (istri) adalah sejajar dalam rumah tangga, sehingga suami dan istri adalah harus mu’âsyarah bi al-ma’rûf (saling berhubungan dengan baik). Oleh karenanya, perbedaan pandangan dari kedua tokoh ini yang membuat penyusun tertarik secara individu untuk meneliti lebih jauh, akademis, dan proporsional tentang hak dan kewajiban suami-istri dalam Islam. Jenis penelitian ini adalah Library Reseacrh, yaitu jenis penelitian yang dilakukan dan difokuskan pada penelaahan, pengkajian, dan pembahasan literaturliteratur, baik klasik maupun modern khususnya karya Imam Nawawî al-Bantânî dan K.H. Husein Muhammad sebagai objek dari penelitian ini. Adapun pendekatan yang digunakan adalah hermeneutika, uṣûl al-fiqh, dan analisis gender, yaitu pendekatan untuk mengakaji pemikiran mereka, baik secara teks mau pun konteks, dan menemukan metodologi istinbâṭ hukum yang digunakan oleh keduanya, di mana kemudian ketentuan hak dan kewajiban suami-istri tersebut dipertimbangkan dari aspek kesataraan gender. Penelitiannya bersifat deskriptif, komparatif, analitik, yaitu menjelaskan, memaparkan, dan menganilisis serta membandingkan pemikirannya secara sistematis terkait suatu permasalahan dari kedua tokoh yang memiliki latar belakang dan pemikiran yang berbeda. Berdasarkan kepada hasil penelitian, hak dan kewajiban suami-istri menurut Nawawî dan Husein Muhammad adalah terbagi menjadi dua, yaitu; pertama, hak-hak istri (kewajiban-kewajiban suami) dan kedua, hak-hak suami (kewajiban-kewajiban istri). Hak-hak istri (kewajiban-kewajiban suami) adalah meliputi dua hak, yaitu; hak-hak kebendaan seperti mahar, nafkah, sandang, dan papan, dan hak-hak bukan kebendaan seperti bergaul dengan istri secara baik atau patut dalam setiap harinya, yang mencakup perbuatan, sikap, dan tutur kata. Kedua, hak-hak suami (kewajiban-kewajiban istri) hanyalah hak-hak bukan kebendaan seperti berbakti kepada suami dan mengatur urusan rumah tangga dengan baik. Pun begitu, terdapat perbedaan di antara mereka, yaitu dalam memahami ketentuan teks al-Qur’an dan Hadis sehingga berimplikasi kepada perbedaan dalam menempatkan posisi istri dalam rumah tangga, sebagaimana telah disinggung di atas. Nawawî adalah lebih tekstual sementara Husein Muhammad adalah lebih kontekstual. Keyword: Hermeneutika, Uṣûl al-Fiqh, Kesetaraan Gender, Hak dan Kewajiban Suami-Istri, Imam Nawawî al-Bantânî dan K.H. Husein Muhamma

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information / Pembimbing: RO’FAH, MA., Ph.D.
Uncontrolled Keywords: Hermeneutika, Uṣûl al-Fiqh, Kesetaraan Gender, Hak dan Kewajiban Suami-Istri, Imam Nawawî al-Bantânî dan K.H. Husein Muhamma
Subjects: Perbandingan Madzhab
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Perbandingan Madzab (S1)
Depositing User / Editor: Sugeng Hariyanto, SIP (sugeng.hariyanto@uin-suka.ac.id)
Date Deposited: 03 Jun 2016 00:41
Last Modified: 03 Jun 2016 00:41
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/20558

Actions (login required)

View Item View Item