CHRISTOPH LUXEMBERG TENTANG ORISINALITAS AL-QUR’AN (STUDI ATAS BUKU THE SYRO-ARAMAIC READING OF THE KORAN)

ABUL HARIS AKBAR, S THI, NIM. 1120510026 (2016) CHRISTOPH LUXEMBERG TENTANG ORISINALITAS AL-QUR’AN (STUDI ATAS BUKU THE SYRO-ARAMAIC READING OF THE KORAN). Masters thesis, UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA.

[img]
Preview
Text (CHRISTOPH LUXEMBERG TENTANG ORISINALITAS AL-QUR’AN (STUDI ATAS BUKU THE SYRO-ARAMAIC READING OF THE KORAN))
BAB I, V, DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (2MB) | Preview
[img] Text (CHRISTOPH LUXEMBERG TENTANG ORISINALITAS AL-QUR’AN (STUDI ATAS BUKU THE SYRO-ARAMAIC READING OF THE KORAN))
BAB II, III, IV.pdf
Restricted to Registered Academicians of UIN Sunan Kalijaga Only

Download (2MB)

Abstract

Orisinalitas dan otentisitas merupakan salah satu wacana penting yang diperbincangkan oleh al-Qur’an. Hal ini bisa dilihat dalam empat kelompok ayat: (1) ayat-ayat penetapan al-Qur’an sebagai kalam Allah, (2) rekaman ayat-ayat tuduhan al- Qur’an (sebagai perkataan manusia biasa, syair, sihir, ucapan pendusta, orang gila, atau mantra rapal seorang dukun dan lain sebagainya), (3) ayat-ayat sanggahan, dan (4) ayatayat tantangan (tahaddi). Wacana ini terus bergulir hingga kajian al-Qur’an di dunia Barat. Orisinalitas dan otentisitas masih berdengung dalam pemikiran yang menyandarkan asal-usul al-Qur’an, baik pada tradisi dan kitab suci Yahudi, Kristen, keduanya, atau lainnya. Di antara sekian wacana tersebut, adalah Christoph Luxenberg yang menulis Die syro-aramäische Lesart des Koran: Ein Beitrag zur Entschlüsselung der Koransprache. Melalui buku ini Luxenberg mengumumkan banyak hal: bahwa al- Qur’an tidak ditulis dalam bahasa Arab klasik, tetapi dalam suatu bahasa campuran Arab-Syiria. Isinya adalah terjemahan dari liturgi ajaran dan literatur Kristen di Syiria. Transmisinya tidak lisan, tapi tulisan. Semua hal ini tidak dipahami oleh umat Muslim, sehingga seluruh tradisi penafsiran al-Qur’an melenceng dan gagal mengungkap makna yang sebenarnya dituju oleh al-Qur’an. Akumulasi masalah ini, menurut Luxenberg, bisa diselesaikan dengan proyek pembacaan ulang terhadap al-Qur’an dalam bahasa Syiria-Aramaik. Tema inilah yang dibahas tesis ini dengan dua rumusan masalah: (1) Bagaimana Pemikiran Christoph Luxenberg mengenai orisinalitas al-Qur’an dalam buku The Syro-Aramaic Reading of The Koran Reading? dan (2) Bagaimana posisi pemikiran tersebut dalam sejarah Kesarjanaan al-Qur’an di Barat? Analisanya akan bersifat kepustakaan, diolah menggunakan metode deskriptif-interpretatif, dan diteliti dengan pendekatan historis-filosofis. Semua ini ada di dalam bab pertama. Bab kedua menguraikan sejarah kajian al-Qur’an di Barat dari masa ke masa. Ini dibagi dalam dua periode utama: (1) Masa sebelum tahun 1800 dengan karatketer yang cenderung homogen, anti-qur’anik, dan (2) Masa setelah Abad Pencerahan, dengan keragaman motif, metode, sudut pandang, dan kesimpulan masing-masing. Setelah memberikan konteks pembahasan, penulis mulai mendeskripsikan Christoph Luxenberg dan terutama karyanya Die syro-aramäische Lesart des Koran dalam bab ketiga; mulai dari informasi di seputar buku, latar belakang ide pembacaan ulang, referensi yang digunakan, metode, sistematika pembahasan, format penyajian analisa, hingga kerja analitis Luxenberg. Semua yang berada di balik cetus pemikiran yang disebut dalam bab pertama. Deskripsi ini dianalisa dalam bab keempat, dengan menempatkan enam kritik: (1) kritik pendekatan reduksionis, (2) kritik metode, (3) kritik ideologi kristenisasi, (4) kritik spektrum pengaruh Aramaik, (5) kritik teori asal-usul al-Qur’an, dan (6) kritik superioritas orientalisme. Seluruh pembahasan akhirnya mengerucut dalam kesimpulan pada bab kelima, bahwa: (1) pemikiran Luxenberg tentang asal-usul, isi, bahasa, transmisi, dan pemahaman tentang al-Qur’an yang sangat bertentangan dengan pandangan tradisional, (2) bangun pemikiran revisionis Luxenberg bersifat reduksionis, atomistik, noninterdisipliner, terjebak pada etymological fallacy, tidak konsisten, ideologis, revisionis radikal yang mengusung ide urtext, revivalis pemikiran Gunter Luling dan Tor Andrae, serta kental dengan nilai superioritas orientalisme. Ada lima kontribusi Luxenberg: (1) kesadaran rumpun bahasa al-Qur’an, (2) kesadaran lingkungan keagmaan yang berkembang dalam masa al-Qur’an turun, (3) kesadaran detail sejarah konsep kenabian di tanah Arab, (4) kajian kosa kata asing di dalam al-Qur’an, dan (5) kesadaran kajian gharib al-Qur’an.

Item Type: Thesis (Masters)
Additional Information / Pembimbing: Dr. phil Sahiron, MA.
Subjects: Agama Dan Filsafat
Divisions: Pascasarjana > Thesis > Agama dan Filsafat
Depositing User / Editor: Miftahul Ulum [IT Staff]
Date Deposited: 30 May 2016 09:37
Last Modified: 30 May 2016 09:37
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/20884

Actions (login required)

View Item View Item