TINJAUAN HUKUM ISLAM TERHADAP PIDANA PENCURIAN DENGAN PEMBERATAN (STUDI KASUS TERHADAP PUTUSAN PENGADILAN NEGERI WATES NO: 142/Pid.B/2007/PN. Wt DAN NO: 91/Pid. B/2007/PN. Wt TAHUN 2007)

M. ZUHDAN MUNASHIR - NIM. 03370305, (2009) TINJAUAN HUKUM ISLAM TERHADAP PIDANA PENCURIAN DENGAN PEMBERATAN (STUDI KASUS TERHADAP PUTUSAN PENGADILAN NEGERI WATES NO: 142/Pid.B/2007/PN. Wt DAN NO: 91/Pid. B/2007/PN. Wt TAHUN 2007). Skripsi thesis, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Full text not available from this repository.

Abstract

ABSTRAK Dalam kehidupan manusia sebagai mahluk sosial tidak lepas dari aktifitas sehari-hari yang membutuhkan satu sama lain. Namun terkadang dalam bertindak dan bermasyarakat masih banyak yang merugikan orang lain. Sehingga sangat perlu dibuat suatu undang-undang untuk dipatuhi guna memenuhi kebutuhan masyarakat dalam sisi hukum dan menuntun setiap anggota masyarakat untuk tidak berbuat serta bertindak sesuatu yang merugikan orang lain dan diri sendiri. Salah satu bentuk pelanggaran terhadap undang-undang dan merugikan masyarakat adalah pencurian harta orang lain, terlebih pencurian tersebut diikuti atau didahului dengan perbuatan lain yang dapat memberatkan hukuman. Tindak pidana tersebut harus mendapatkan sanksi yang setimpal dengan perbuatannya sehingga keadilan dapat ditegakan. Daerah Kabupaten Kulon Progo yang mayoritas masyarakatnya beragama Islam seharusnya mampu memberikan contoh baik bagi kaum minoritas. Namun dalam bermasyarakat terutama dalam memenuhi kebutuhan hidup justru masih banyak ditemui pelanggaran, terutama pencurian dan terkadang disertai dengan hal yang memberatkan. Ketika hal ini diteliti justru pencurian dengan pemberatan menduduki peringkat pertama di daerah Kabupaten Kulon Progo. Dalam hukum Pidana positif perbuatan pencurian dengan pemberatan diatur dalam Pasal 363 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP). Adapun yang dimaksud pencurian dengan pemberatan yaitu perbuatan pencurian yang didalam bentuk yang pokok ditambah unsur lain sehingga ancaman hukumannya menjadi diperberat atau bertambah. Pokok permasalahan dari penyusunan skripsi ini adalah bagaiman tinjauan hukum Islam mengenai putusan hakim terhadap pencurian dengan pemberatan yang terjadi di wilayah kabupaten Kulon Progo yang telah masuk dan di sidangkan pada Pengadilan Negeri Wates. Untuk menganalisa permasalahan ini penyususn menggunakan pendekatan normatif yaitu pendekatan dari norma-norma hukum Islam yang akan merujuk pada al-Qur'an dan al-Hadis. Serta yuridis yaitu pendekatan norma-norma hukum positif yang merujuk pada KUHP, terhadap praktek putusan perkara pencurian dengan pemberatan oleh hakim Pengadilan Negeri Wates. Kesimpulan dari penelitian terhadap putusan hakim mengenai pencurian dengan pemberatan yang terjadi di wilayah hukum Pengadilan Negeri Wates menggunakan patokan seutuhnya dalam mengambil keputusan adalah dengan KUHP serta dengan KUHAP dalam beracara. Namun hal ini ditinjau dari hukum Islam apabila telah memenuhi unsur-unsurnya diperbolehkan tidak dijatuhi hukuman maksimal yaitu hukum potong tangan.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information / Pembimbing: PEMBIMBING: DRS. MAKHRUS MUNAJAT, M.HUM
Uncontrolled Keywords: pencurian, sanksi, hukum Pidana positif, hukum potong tangan
Depositing User / Editor: Users 1 not found.
Last Modified: 04 May 2012 16:42
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/2099

Actions (login required)

View Item View Item