THE ANALYSIS OF IMPOLITENESS IN THE DEVIL WEARS PRADA MOVIE

WIDYANINGSIH PAMUNGKAS SAPUTRO, NIM. 12150007 (2016) THE ANALYSIS OF IMPOLITENESS IN THE DEVIL WEARS PRADA MOVIE. Skripsi thesis, UIN SUNAN KALIJAGA.

[img]
Preview
Text (THE ANALYSIS OF IMPOLITENESS IN THE DEVIL WEARS PRADA MOVIE)
12150007_BAB-I_IV-atau-V_DAFTAR-PUSTAKA.pdf - Published Version

Download (1MB) | Preview
[img] Text (THE ANALYSIS OF IMPOLITENESS IN THE DEVIL WEARS PRADA MOVIE)
12150007_BAB-II_sampai_SEBELUM-BAB-TERAKHIR.pdf - Published Version
Restricted to Registered Academicians of UIN Sunan Kalijaga Only

Download (683kB)

Abstract

ABSTRACT Swearing and taboo words are usually considered as impoliteness. People are indicated as being impolite when they use harsh language to talk to somebody. The language will damage and hurt people‟s heart. Nevertheless, in any circumstance impoliteness doesn‟t always use brittle language. As describe in The Devil Wears Prada, the characters hardly use harsh language to express their anger. Thus, this research discusses the use of impoliteness strategies used by the characters in that movie. The data of analysis come from the utterances of the characters which are described in descriptive qualitative method. The purpose of this research is to find out the impoliteness strategies used by the characters in The Devil Wears Prada. The writer uses impoliteness theory proposed by Culpeper to analyze the data. The result shows that the characters in the movie used 5 kinds of super strategies from Culpeper, those are bald on record, positive impoliteness, negative impoliteness, sarcasm or mock politeness, and withhold politeness. Keywords: impoliteness, context, utterance, respond, hearer ABSTRAK Umpatan dan kata-kata kasar biasanya merupakan ciri dari ketidaksantunan. Seseorang akan diindikasi berbuat tidaksantun ketika mereka menggunakan kata kasar ketika berbicara dengan orang lain. Bahasa yang digunakan akan merusak dan melukai hati seseorang. Namun, disaat tertentu ketidaksantunan tidak selalu menggunakan kata kasar. Seperti yang tergambar di film The Devil Wears Prada, dalam film ini tokoh-tokoh hampir tidak pernah menggunakan kata kasar dalam mengekpresikan kemarahan. Oleh sebab itu, penelitian ini akan mendiskusikan tentang penggunaan strategi ketidaksantunan yang digunakan oleh tokoh-tokoh dalam film. Data analisis berasal dari ucapan tokoh-tokoh yang diuraikan dalam metode penelitian kualitatif. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk menemukan apa saja strategi ketidaksantunan yang digunakan oleh tokoh dalam film The Devil Wears Prada. Penelitian ini menggunakan teori yang disusun oleh Culpeper untuk menganalisis data. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa tokoh dalam film menggunakan kelima strategi super dari Culpeper yaitu bald on record, positive impoliteness, negative impoliteness, sarcasm or mock politeness, dan withhold politeness. Kata kunci: ketidaksantunan, konteks, ucapan, respon, pendengar

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information / Pembimbing: Mr. Bambang Hariyanto
Uncontrolled Keywords: impoliteness, context, utterance, respond, hearer, ketidaksantunan, konteks, ucapan, respon, pendengar
Subjects: Sastra Inggris
Divisions: Fakultas Adab dan Ilmu Budaya > Sastra Inggris (S1)
Depositing User / Editor: Sugeng Hariyanto, SIP (sugeng.hariyanto@uin-suka.ac.id)
Date Deposited: 02 Dec 2016 01:17
Last Modified: 02 Dec 2016 01:17
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/21070

Actions (login required)

View Item View Item