PERCEIVING DEATH IN RUMI’S “WHEN I DIE”

UMMI ALIFAH USWATUN KHASANAH, NIM. 12150043 (2016) PERCEIVING DEATH IN RUMI’S “WHEN I DIE”. Skripsi thesis, UIN SUNAN KALIJAGA.

[img]
Preview
Text (PERCEIVING DEATH IN RUMI’S “WHEN I DIE”)
12150043_BAB-I_IV-atau-V_DAFTAR-PUSTAKA.pdf - Published Version

Download (6MB) | Preview
[img] Text (PERCEIVING DEATH IN RUMI’S “WHEN I DIE”)
12150043_BAB-II_sampai_SEBELUM-BAB-TERAKHIR.pdf - Published Version
Restricted to Registered Academicians of UIN Sunan Kalijaga Only

Download (559kB)

Abstract

[ENGLISH] Perceiving death is very important because perceiving death is about perceiving life. There are many poems which has theme about death. One of the poems is When I die created by Sufism poet Mwlana Djalaludin Rumi. This research intends to describe death in Rumi’s When I die by its intrinsic elements, such as paradox, irony, tension and ambiguity. New Criticism theory is applied in analyzing this poem. Objective approach relates with this theory that only focus on the text. This research uses qualitative method which is done by library research. The result of this research is describing death as a bridge to connect two different live. Those are limited life and limitless life. Death does not make a separation but it makes an eternal togetherness. After someone died, he or she will arrive in eternal life. All of conditions will be going ever after in eternal life. Death is not a dreadful thing like what usually people think of it. Death is the only way to reach an eternal happiness. Keywords : Death, New Criticsm, When I die, Rumi [INDONESIA] Mengamati kematian adalah sangat penting karena mengamati kematian adalah tentang mengamati kehidupan. Ada banyak puisi yang memiliki tema tentang kematian. Salah satu puisi adalah When I die karya penyair sufi Mwlana Djalaludin Rumi. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan kematian di Rumi Ketika aku mati oleh unsur-unsur intrinsiknya, seperti paradoks, ironi, ketegangan dan ambiguitas. New Criticsm diterapkan dalam menganalisis puisi ini. Pendekatan obyektif berkaitan dengan teori ini yang hanya fokus pada teks. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang dilakukan dengan penelitian kepustakaan. Hasil penelitian ini menggambarkan kematian sebagai jembatan untuk menghubungkan dua hidup yang berbeda yaitu kehidupan yang terbatas dan kehidupan yang tak terbatas. Kematian tidak membuat perpisahan tapi itu membuat kebersamaan abadi. Setelah seseorang meninggal, ia akan tiba dalam hidup yang kekal. Semua kondisi akan pergi selamanya dalam hidup yang kekal. Kematian bukan hal yang mengerikan seperti apa yang biasanya orang berpikir itu. Kematian adalah satu-satunya cara untuk mencapai kebahagiaan kekal. Kata Kunci : Kematian, New Criticsm, Ketika Aku Mati, Rumi

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information / Pembimbing: Witriani, M.Hum.
Uncontrolled Keywords: Death, New Criticsm, When I die, Rumi, Kematian, New Criticsm, Ketika Aku Mati, Rumi
Subjects: Sastra Inggris
Divisions: Fakultas Adab dan Ilmu Budaya > Sastra Inggris (S1)
Depositing User / Editor: Sugeng Hariyanto, SIP (sugeng.hariyanto@uin-suka.ac.id)
Date Deposited: 14 Sep 2016 05:33
Last Modified: 14 Sep 2016 05:33
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/21105

Actions (login required)

View Item View Item