TRADISI ROKAT PANDHABA DI DESA BELUK RAJA KECAMATAN AMBUNTEN KABUPATEN SUMENEP PROPINSI JAWA TIMUR

Zainuddin, NIM. 09120010 (2016) TRADISI ROKAT PANDHABA DI DESA BELUK RAJA KECAMATAN AMBUNTEN KABUPATEN SUMENEP PROPINSI JAWA TIMUR. Skripsi thesis, UIN SUNAN KALIJAGA.

[img]
Preview
Text (TRADISI ROKAT PANDHABA DI DESA BELUK RAJA KECAMATAN AMBUNTEN KABUPATEN SUMENEP PROPINSI JAWA TIMUR)
09120010_BAB-I_IV-atau-V_DAFTAR-PUSTAKA.pdf - Published Version

Download (3MB) | Preview
[img] Text (TRADISI ROKAT PANDHABA DI DESA BELUK RAJA KECAMATAN AMBUNTEN KABUPATEN SUMENEP PROPINSI JAWA TIMUR)
09120010_BAB-II_sampai_SEBELUM-BAB-TERAKHIR.pdf - Published Version
Restricted to Registered Academicians of UIN Sunan Kalijaga Only

Download (988kB)

Abstract

Rokat Pandhaba adalah upacara pembebasan seorang anak pandhaba dari nasib buruk yang akan menimpanya, serta menjauhkan dari segala bentuk marabahaya yang dapat mengganggu perjalanan hidupnya di dunia. Tradisi Rokat Pandhaba merupakan tradisi yang sudah dilestarikan secara turun-temurun oleh masyarakat Desa Beluk Raja. Karena dalam perakteknya manusia hidup bermasyarakat diatur oleh suatu aturan, norma, pandangan, tradisi atau kebiasaan-kebiasaan tertentu yang mengikatnya, sekaligus merupakan citacita yang diharapkan untuk memperoleh maksud dan tujuan selama hidup di dunia dan akhirat. Ciri-ciri keturunan yang dikategorikan sebagai keturunan pandhaba dan harus diruwat antara lain adalah: pertama, Pandhaba Macan (anak laki-laki atau perempuan tunggal). Keturunan kedua, Pandhaba Ontang-Anteng (tiga bersaudara satu anak laki-laki dua anak perempuan). Keturunan ketiga, Pandhaba Panganten, (dua bersaudara satu anak laki-laki satu perempuan). Keturunan keempat, Pandhaba Lema’ (lima bersaudara dengan jenis kelamin sama laki-laki atau perempuan). Penelitian ini mengambil titik fokus pada tiga persoalan yang penulis tuangkan dalam rumusan masalah yaitu: Bagaimana latar belakang Rokat Pandhaba di Desa Beluk Raja? Apa pengaruh nilai Rokat Pandhaba terhadap pola kehidupan masyarakat Desa Beluk Raja? Bagaimana fungsi Rokat Pandhaba secara sosial-keagamaan, sosial ekonomi, dan sosial budaya masyarakat Beluk Raja?. Landasan teori yang penulis gunakan dalam penelitian ini adalah teori fungsionalisme struktural. Teori fungsionalisme struktural di sini dijadikan sebagai kerangka berfikir penulis dalam melihat berbagai fenomena yang berkaitan dengan tradisi Rokat Pandhaba tersebut sebagai salah satu cara masyarakat Beluk Raja membangun kehidupan yang harmonis. Dalam penelitian ini, penulis menemukan bahwasanya latar belakang tradisi Rokat Pandhaba di Desa Beluk Raja dilatarbelakangi oleh adanya kepercayaan turun-temurun (latar belakang historis) dan diperkuat oleh peristiwa-peristiwa yang terjadi (latar belakang sosiologis) di tengah-tengah masyarakat Beluk Raja. Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan sumbangsih besar dalam memperkaya khazanah ilmu pengetahuan, serta dapat menjadi salah satu referensi dalam menunjang perkembangan ilmu pengetahuan khususnya dalam bidang ilmu antropologi kebudayaan. Keyword : Tradisi Rokat Randhaba, anak pandhaba, nilai, dan fungsi Rokat Pandhaba.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information / Pembimbing: Syamsul Arifin S.Ag, M.Ag
Uncontrolled Keywords: Tradisi Rokat Randhaba, anak pandhaba, nilai, dan fungsi Rokat Pandhaba.
Subjects: Sejarah Peradaban Islam
Kebudayaan Islam
Divisions: Fakultas Adab dan Ilmu Budaya > Sejarah Kebudayaan Islam (S1)
Depositing User / Editor: Sugeng Hariyanto, SIP (sugeng.hariyanto@uin-suka.ac.id)
Date Deposited: 21 Sep 2016 06:17
Last Modified: 21 Sep 2016 06:17
URI: https://digilib.uin-suka.ac.id:80/id/eprint/21138

Actions (login required)

View Item View Item