PENGARUH ISLAM PADA BATIK RIFA’IYAH DI DESA KALIPUCANG WETAN KECAMATAN BATANG JAWA TENGAH

Ilham Maulidin, NIM. 09120045 (2016) PENGARUH ISLAM PADA BATIK RIFA’IYAH DI DESA KALIPUCANG WETAN KECAMATAN BATANG JAWA TENGAH. Skripsi thesis, UIN SUNAN KALIJAGA.

[img]
Preview
Text (PENGARUH ISLAM PADA BATIK RIFA’IYAH DI DESA KALIPUCANG WETAN KECAMATAN BATANG JAWA TENGAH)
09120045_BAB-I_IV-atau-V_DAFTAR-PUSTAKA.pdf - Published Version

Download (12MB) | Preview
[img] Text (PENGARUH ISLAM PADA BATIK RIFA’IYAH DI DESA KALIPUCANG WETAN KECAMATAN BATANG JAWA TENGAH)
09120045_BAB-II_sampai_SEBELUM-BAB-TERAKHIR.pdf - Published Version
Restricted to Registered Academicians of UIN Sunan Kalijaga Only

Download (21MB)

Abstract

Kata batik menurut literatur berasal dari gabungan dua kata bahasa jawa yakni amba yang bermakna menulis dan titik yang bermakna sama dalam bahasa Indonesia kemudian menjadi ambatik-ambatik-mbatik-batik. Secara sederhana batik dapat diartikan sebagai sebuah seni pewarnaan kain dengan menggunakan malam,wujud pengaruh kuat Islam dalam seni batik secara lebih spesifik dapat ditemukan pada komunitas batik rifa’iyah sebagai salah satu pengrajin batik yang berada di Desa Kalipucang Wetan, Kabupaten Batang, Jawa Tengah. Secara sederhana batik rifa’iyah sama seperti kain batik lainya yang dibuat menggunakan malam dan canting. Perbedaan mencolok batik ini terletak pada motif dan warna. Batik ri’faiyah menghindari penggunaan motif-motif seperti hewan dan gambar manusia secara utuh. Selain itu, warna yang dipakai oleh batik ri’faiyah lebih dominan warna cerah pesisir. Mengingat batik ini lahir dan berkembang di sepanjang pesisir pantai utara Jawa. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan Antropologis. Pendekatan tersebut dirasa tepat untuk mengurai dan mencari titik temu dalam penelitian ini, mengingat manusia beserta pola hidup dan pikirnya merupakan aspek utama dalam terbentuknya sebuah kebudayaan. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori akulturasi kebudayaan, pemilihan teori ini sebagai pisau analisis dirasa tepat mengingat proses terjadinya batik rifa’iyah merupakan akulturasi antara dua kebudayaan besar yakni kebudayaan Jawa dan Islam. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengungkap sejauh mana Islam sebagai sebuah kebudayaan besar telah mengubah pola fikir, ide dan gagasan kebudayaan sebelumnya yang telah lama dan mendominasi kehidupan masyarakat Jawa. Hasil penelitian ini menunjukkan batik rifa’iyah merupakan hasil akulturasi budaya Jawa dan Islam ajaran KH, Ahmad Rifa’i. Dimana salah satu bentuk gerakan Rifa’iyah adalah reformasi keagamaan yang ingin mengembalikan pengamalan Islam sesuai dengan sumber aslinya, yaitu Al-Qur’an dan Al-Hadits. Agar sesuai dengan syariat Islam, Jama’ah Rifa’iyah lebih memilih untuk menggambar motif flora dan geometris serta melakukan stilisasi pada motif batik makhluk bernyawa seperti hewan. Melalui upaya ini batik dapat tetap digunakan oleh Jama’ah Rifa’iyah dan tidak kehilangan nilai estetiknya sebagai sebuah karya seni tanpa meninggalkan syariat Islam. batik rifa’iyah menjadi alternatif mata pencaharian dan mengantarkan para Jama’ah Rifa’iyah terutama para perempuan pembatik menjadi lebih terbuka. Kata Kunci: Batik, Rifa’iyah, Akulturasi

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information / Pembimbing: DR. Maharsi, M.Hum
Uncontrolled Keywords: Batik, Rifa’iyah, Akulturasi
Subjects: Sejarah Peradaban Islam
Kebudayaan Islam
Divisions: Fakultas Adab dan Ilmu Budaya > Sejarah Kebudayaan Islam (S1)
Depositing User / Editor: Sugeng Hariyanto, SIP (sugeng.hariyanto@uin-suka.ac.id)
Date Deposited: 21 Sep 2016 03:43
Last Modified: 21 Sep 2016 03:43
URI: https://digilib.uin-suka.ac.id:80/id/eprint/21139

Actions (login required)

View Item View Item