MUCHTAR MASTUR DAN PERJUANGANNYA DALAM MUHAMMADIYAH DI LAMONGAN

AHMAD JA’FARUL MUSADAD, NIM. 11120060 (2016) MUCHTAR MASTUR DAN PERJUANGANNYA DALAM MUHAMMADIYAH DI LAMONGAN. Skripsi thesis, UIN SUNAN KALIJAGA.

[img]
Preview
Text (MUCHTAR MASTUR DAN PERJUANGANNYA DALAM MUHAMMADIYAH DI LAMONGAN)
11120060_BAB-I_IV-atau-V_DAFTAR-PUSTAKA.pdf - Published Version

Download (1MB) | Preview
[img] Text (MUCHTAR MASTUR DAN PERJUANGANNYA DALAM MUHAMMADIYAH DI LAMONGAN)
11120060_BAB-II_sampai_SEBELUM-BAB-TERAKHIR.pdf - Published Version
Restricted to Registered Academicians of UIN Sunan Kalijaga Only

Download (782kB)

Abstract

K.H Muchtar Mastur merupakan salah satu tokoh yang ikut andil dalam pekembangan Muhammadiyah di Lamongan. Ia merupakan seorang yang memiliki kepribadian yang amat disiplin serta tegas dalam mengemban amanah untuk mengajarkan pemurnian ajaran Islam. K.H Muchtar Mastur mendirikan langgar Duwor atau langgar Tinggi dengan tujuan untuk mengghafalkan muridmuridnya belajar manghafal al-Quran. K.H Muchtar Mastur pernah menjabat ketua Muhammadiyah di tahun 1953-1956. Dalam kurun waktu tersebut, ia berhasil membuat perkembangan Muhammadiyah di Lamongan amat pesat, terlebih setelah bubarnya Masyumi sebagai organisasi umat Islam. Muchtar Mastur Melalui Muhammadiyah inilah merekrut beberapa ulama yang keluar dari Masyumi dan banyak tokoh yang akhrinya tergabung dalam persyarikatan Muhammadiyah. Peneliti tertarik untuk mengangkatnya sebagai objek penelitian dalam Skripsi ini. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan biografi K. H. Muchtar Mastur dan menjelaskan perjuangan dalam Muhammadiyah di Lamongan pada tahun 1950-2002 M. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah biografissosiologis. Pendekatan biografis memberikan pengertian subjek dan menjelaskan pengaruh, sifat dan karakter subjek terhadap perkembangan suatu aspek kehidupan. Adapun pendekatan sosiologis yaitu pendekatan yang di dalamnya akan mengungkap segi-segi sosial dari peristiwa yang dikaji. Teori yang digunakan dalam penelitian ini yaitu teori peranan sosial yang dikenalkan oleh Peter Burke yaitu peranan seseorang yang menduduki posisi tertentu di dalam struktur masyarakat, berarti seseorang itu mempunyai kedudukan dan mendapatkan kepercayaan dari masyarakat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode sejarah yaitu rekontruksi tentang masa lalu berdasarkan data yang ada. Adapun langkah-langkah yang ditempuh adalah : pengumpulan sumber (heuristik), kritik sumber (verifikasi), analisis data (interpretasi), dan penulisan narasi sejarah (historiografi). Hasil penelitian ini membuktikan bahwa keberhasilan K.H. Muchtar Mastur dalam pengembangan Muhammadiyah, dapat dilihat setelah Berdirinya Langar Duor sebagai tempat para penghafal al-Quran di kota Lamongan Serta tak luput pula peran Muchtar Mastur di Panti Asuhan dan Pondok Pesantren al-Mizan sebagai seorang guru dalam memberantas kebi’dahan dan perilaku syirik masyarakat Lamongan kala itu. K H. Muchtar Mastur memiliki sudut pandang berbeda dari ulama’ lain yang cenderung ikut dalam perpolitikan di Indonesia, karena bagi K.H. Muchtar Mastur saat itu kebutuhan dari masyarakat Lamongan adalah kembali pada jalur al-Quran dan Hadits. Masyarakat meski sudah Islam, namun masih memiliki kebiasaan untuk menyembah pepohonan dengan ukuran besar di sepanjang kota Lamongan, terdapat banyak sekali sesaji waktu itu. Ia yang sadar akan kurangnya paham masyarakat menegani agama Islam, maka ia bertekad mengusir kemusyrikan di kota tersebut. Kata Kunci: Biografi, Perjuangan, Muhammadiyah

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information / Pembimbing: Dr. Imam Muhsin, M. Ag,
Uncontrolled Keywords: Biografi, Perjuangan, Muhammadiyah
Subjects: Sejarah Peradaban Islam
Kebudayaan Islam
Divisions: Fakultas Adab dan Ilmu Budaya > Sejarah Kebudayaan Islam (S1)
Depositing User / Editor: Sugeng Hariyanto, SIP (sugeng.hariyanto@uin-suka.ac.id)
Date Deposited: 30 Dec 2016 07:37
Last Modified: 30 Dec 2016 07:37
URI: https://digilib.uin-suka.ac.id:80/id/eprint/21143

Actions (login required)

View Item View Item