NIPPONISASI TERHADAP UMAT ISLAM PADA MASA PENDUDUKAN JEPANG DI YOGYAKARTA (1942-1945)

Fitra Nur Fadhilah, NIM. 12120010 (2016) NIPPONISASI TERHADAP UMAT ISLAM PADA MASA PENDUDUKAN JEPANG DI YOGYAKARTA (1942-1945). Skripsi thesis, UIN SUNAN KALIJAGA.

[img]
Preview
Text (NIPPONISASI TERHADAP UMAT ISLAM PADA MASA PENDUDUKAN JEPANG DI YOGYAKARTA (1942-1945))
12120010_BAB-I_IV-atau-V_DAFTAR-PUSTAKA.pdf - Published Version

Download (800kB) | Preview
[img] Text (NIPPONISASI TERHADAP UMAT ISLAM PADA MASA PENDUDUKAN JEPANG DI YOGYAKARTA (1942-1945))
12120010_BAB-II_sampai_SEBELUM-BAB-TERAKHIR.pdf - Published Version
Restricted to Registered Academicians of UIN Sunan Kalijaga Only

Download (1MB)

Abstract

Pada masa pendudukan Belanda, kota Yogyakarta menjadi salah satu kota yang berperan dalam aktivitas politik Belanda. Masuknya Jepang tahun 1942 menandakan berakhirnya kekuasaan Belanda di Indonesia. Kedatangan Jepang untuk menguasai sumber daya sekaligus menyebarkan nilai dan budaya Jepang dalam missinya yang disebut Nipponisasi. Nipponisasi dimaksudkan untuk mengindoktrinasi dan menarik simpati masyarakat agar tunduk kepada penguasa Jepang. Segala pengaruh Barat dihapuskan, sedangkan budaya Jepang dipropagandakan untuk mengajak masyarakat ikut andil dalam program pemerintah. Kebijakan dan propagandanya ditargetkan sampai kepada muslim pedesaan (grassroots) agar mendapatkan massa yang besar dalam penguasaan Jepang di Indonesia. Jepang juga memanfaatkan kebencian umat Islam terhadap Belanda untuk membantunya dalam menghapus pengaruh Barat. Masalah yang dibahas yaitu pertama, langkah strategis yang digunakan untuk menipponisasi umat Islam adalah mendekati tokoh Islam dan membentuk Sendenbu. Tokoh Islam dimanfaatkan sebagai alat mengindoktrinasi serta mengajak masyarakat mengikuti program pemerintah Jepang. Kedua, alasan Jepang menipponisasi umat Islam adalah mempercepat Nipponisasi sampai tingkat pemerintahan paling bawah (tonarigumi). Ketiga, berakhirnya Nipponisasi telah berkonstribusi dalam mempersiapkan kemerdekaan dan pertumbuhan infrastruktur di luar rencana pemerintah Jepang. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan sosiologi politik. Gunanya untuk mengkaji kehidupan sosial dan politik dalam aspek kekuasaan Jepang. Teori kekuasaan dalam penelitian ini sesuai dengan teori yang dikemukakan oleh Meriam Budiarjo yakni “kekuasaan adalah kemampuan seseorang atau kelompok manusia untuk mempengaruhi tingkah laku seseorang atau kelompok lain sedemikian rupa sehingga tingkah laku itu menjadi sesuai dengan keinginan atau tujuan dari orang atau kelompok yang mempunyai kekuasaan itu”. Metode penelitian ini menggunakan metode sejarah yang mengkaji data masa lampau. Data penelitian yang dikumpulkan bersumber dari data kepustakaan (library research). Sumber yang dikumpulkan berasal dari buku, majalah, surat kabar dan jurnal. Selanjutnya verifikasi yaitu menyeleksi data melalui kritik eksternal dan internal. Interpretasi data dilakukan untuk menafsirkan data dengan menggunakan pendekatan dan teori yang relevan agar mudah dipahami. Tahapan terakhir penelitian ini adalah penulisan hasil penelitian secara sistematis dan kronologis. Kata Kunci: Nipponisasi,sosiologi, politik, meriam budiarjo

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information / Pembimbing: Drs. H. Jahdan Ibnu Humam, MS.
Uncontrolled Keywords: Nipponisasi,sosiologi, politik, meriam budiarjo
Subjects: Sejarah Peradaban / Kebudayaan Islam
Kebudayaan Islam
Divisions: Fakultas Adab dan Ilmu Budaya > Sejarah Kebudayaan Islam (S1)
Depositing User / Editor: Sugeng Hariyanto, SIP (sugeng.hariyanto@uin-suka.ac.id)
Date Deposited: 21 Sep 2016 03:43
Last Modified: 21 Sep 2016 03:43
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/21152

Actions (login required)

View Item View Item