ZAKAT SEBAGAI INSTITUSI EKONOMI (Menurut Mazhab Hanafi dan Mazhab Syafi’i)

AHMAD BURHANI MUSTHOFA NIM: 0136 1031, (2009) ZAKAT SEBAGAI INSTITUSI EKONOMI (Menurut Mazhab Hanafi dan Mazhab Syafi’i). Skripsi thesis, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Full text not available from this repository.

Abstract

ABSTRAK Seiring berkembangnya zaman, pertumbuhan penduduk yang begitu pesat menyebabkan meledaknya angka pengangguran sehingga masyarakat dilanda penyakit kronis berupa kemiskinan dan kebodohan. Pengangguran dan kemiskinan, merupakan permasalahan yang berkaitan langsung dengan kegiatan perekonomian, sosial-kemasyarakatan, dan permasalahan kemanusiaan pada umumnya. Apabila masalah pengangguran ini tidak dapat diselesaikan, maka akan berdampak buruk bagi kehidupan individu dan sosial kemasyarakatan. Oleh karena itu, telaah atas pemikiran Imam Hanafi dan Imam asy-Syafi’i menjadi urgen sifatnya bila ditarik dan dijadikan sebagai kerangka berpikir untuk menyelesaikan persoalan-persoalan di atas. Analisis terhadap pemanfaatan zakat sebagai sebuah institusi perekonomi kerakyatan, membuka persoalan-persoalan teknis, seperti bagaimana pola pendistribusian zakat ketika mereka mampu bekerja tetapi tidak punya modal atau mereka yang mengalami kebangkrutan? Sehingga bisakah zakat mempengaruhi pertumbuhan ekonomi dan mengatasi pengangguran. Untuk menjawab persoalan di atas, telah dilakukan penelitian literatur yang sifatnya kepustakaan. Analisa yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif analitik yang komparatif, dengan tujuan memaparkan pandangan mazhab Hanafi dan pandangan Mazhab Syâfi’I mengenai pendistribusian zakat sehingga dapat diketahui perbedaan dan persamaan antara kedua pandangan tersebut. Adapun pendekatan yang dipalai pada penelitian ini adalah pendekatan Maqâśid asy-Syari’ah yang menitik beratkan pada usaha melihat nilai-nilai kemaslahatan bagi manusia dalam setiap taklif yang diturunkan Allah. Pendekatan dalam bentuk ini penting dilakukan, terutama sekali karena ayat-ayat hukum dalam al-Qur’an terbatas jumlahnya, sementara permasalahan masyarakat senantiasa muncul silih berganti. Dengan penelitian ini, ditemukan bahwa mekanisme pendistribusian harta zakat terutama dalam masalah membuka lapangan kerja baru dan pengaturan sumber daya insane, pendistribusian zakat dibolehkan dalam bentuk modal (pendidikan ketrampilan atau alat-alat produksi), bagi mereka yang memiliki kemauan keras untuk bekerja akan tetapi tidak memiliki kesempatan untuk bekerja atau karena tidak adanya lapangan kerja. Sistem pendistribusian seperti ini, dinilai sangat efektif untuk membuka pintu-pintu produksi yang akan berdampak pada pengurangan angka pengangguran dan meningkatnya tarap kehidupan ekonomi masyarakat yang secara otomatis akan menunjang tingkat pendidikan generasi selanjutnya.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information / Pembimbing: Pembimbing : H. FUAD ZEIN, M.A. H. SYAFIQ MAHMADAH HANAFI, M.Ag.
Uncontrolled Keywords: Zakat, instituti ekonomi, Hanafi, Syafi'i
Depositing User / Editor: Users 1 not found.
Last Modified: 04 May 2012 16:42
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/2121

Actions (login required)

View Item View Item