MANUSIA MENURUT SAYYED HOSSEIN NASR DAN KONTRIBUSINYA BAGI TUJUAN PENDIDIKAN ISLAM

AHMAD F HAKIM, NIM. 1420410026 (2016) MANUSIA MENURUT SAYYED HOSSEIN NASR DAN KONTRIBUSINYA BAGI TUJUAN PENDIDIKAN ISLAM. Masters thesis, UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA.

[img]
Preview
Text (MANUSIA MENURUT SAYYED HOSSEIN NASR DAN KONTRIBUSINYA BAGI TUJUAN PENDIDIKAN ISLAM)
1420410026_BAB-I_IV-atau-V_DAFTAR-PUSTAKA.pdf

Download (15MB) | Preview
[img] Text (MANUSIA MENURUT SAYYED HOSSEIN NASR DAN KONTRIBUSINYA BAGI TUJUAN PENDIDIKAN ISLAM)
1420410026_BAB-II_sampai_SEBELUM-BAB-TERAKHIR.pdf
Restricted to Registered Academicians of UIN Sunan Kalijaga Only

Download (1MB)

Abstract

Persoalan utama pendidikan Islam dewasa ini tidak terlepas dari persoalan kemanusiaan itu sendiri. Hal ini mengingat bahwa objek dan subjek utama dan yang paling esensial dalam seluruh aktivitas pendidikan adalah manusia. Pertanyaan tentang siapakah manusia, asal-usul dan tugasnya di dunia sebenarnya adalah pertanyaan yang telah ada sejak lama. Sejarah pemikiran Barat modern ditandai dengan usaha menjawab pertanyaan tersebut. Seiring dengan berkembangnya pemikiran, muncul berbagai aliran filsafat yang masing-masing memiliki corak pemikiran tersendiri. Salah satu aliran yang ada ialah filsafat perennial, yaitu sebuah filsafat yang dipandang bisa menjelaskan segala kejadian yang bersifat hakiki, yang menjadi hakikat seluruh agama dan tradisi spiritual manusia. Dengan adanya persoalan-persoalan kemanusiaan kontemporer ini, perlu adanya kajian tentang hakikat manusia dan konsepsi yang jelas tentang manusia. Dalam konteks pendidikan konsepsi Hossein Nasr tentang manusia penting untuk dikaji karena manusia adalah subjek sekaligus objek utama pendidikan. Konsep Nasr tentang manusia dalam konteks menjawab problem manusia kontemporer dapat dijadikan acuan bagi tujuan Pendidikan Islam. Maka dari itu pemahaman yang tepat mengenai konsep manusia harus dimiliki sebelum menentukan tujuan pendidikan Islam di era modern sekarang ini. Inilah yang menjadi pemantik awal ketertarikan penulis untuk membahas secara lebih mendalam pemikiran Sayyed Hossein Nasr tentang manusia, dan kemudian menarik kontribusinya bagi tujuan Pendidikan Islam. Dalam penelitian ini, penulis berusaha untuk menemukan rumusan pemikiran yang fundamental dari Sayyed Hossein Nasr tentang manusia dan bagaimana konsep tersebut dikontribusikan bagi tujuan pendidikan Islam. Jenis peneitian ini adalah penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan filosofis dan studi tokoh. Metode pengumpulan data yang digunakan metode dokumentasi dengan sumber primer berbagai karya Nasr yang terkait pembahasan. Data yang telah terkumpul kemudian dianalisa menggunkan metode analisa deskriptif. Berdasarkan temuan penulis, pemikiran Nasr tentang manusia selalu dalam konteks kritik terhadap dunia modern. Sebagai gugatan atas konsep manusia dalam paradigma modern yang destruktif, Nasr mengajukan konsep manusia menurut khazanah tradisional Islam. Dilihat dari proses penciptaannya, manusia tercipta dari dua komponen jasad dan ruh.Kemampuan serta potensi yang dimiliki yaitu manusia dikaruniai beberapa kemampuan dasar yang meliputi intelegensi, kehendak dan sentimen serta kemampuan instrumental yang meliputi akal, memori, imajinasi, dan perkataan. Hakikat manusia adalah makhluk ilahiyah yang mencerminkan namanama dan sifat-sifat Tuhan di dunia. ia adalah makhluk utama di dunia yang mengemban tugas sebagai khalifah sekaligus juga sebagai hamba-Nya,sebuah posisi kemakhlukan yang ada dalam perjanjian sebelum penciptaan seara jasadiyah, antara manusia dan Tuhan yang menuntut manusia untuk selalu mengabdi dan menyembah Tuhan. Konsep manusia menurut Nasr diaplikasikan dalam dunia pendidikan guna pengembangan dimensi spiritualitas dan potensi-potensi manusia, khususnya dalam konteks tujuan pendidikan Islam. Hal ini dikarenakan spiritualitas dan pentensi-potensi yang dimiliki manusia dapat secara khusus diolah dan dikembangkan dalam bentuk-bentuk yang lebih konkrit yakni dalam ranah tujuan pendidikan Islam. Pada saat yang sama, tujuan pendidikan Islam dirumuskan untuk mencapai tingkat spiritual dan pengembangan potensi-potensi manusia. Pada titik inilah konsep manusia dalam pemikiran Hossein Nasr termanifestasi dalam tujuan-tujuan pendidikan Islam, dan pada saat yang bersamaan tujuan Pendidikan Agama Islam mendapatkan penjelasan dan sekaligus pijakannya dari gagasan Nasr tentang Manusia.

Item Type: Thesis (Masters)
Additional Information / Pembimbing: Dr. H. Zuhri, M.Ag.
Subjects: Pendidikan Islam (Pesantren)
Divisions: Pascasarjana > Thesis > Pendidikan Islam
Depositing User / Editor: Miftahul Ulum [IT Staff] ---- youtube : ulum virgo -------- Facebook : digilibuin
Date Deposited: 04 Aug 2016 08:22
Last Modified: 04 Aug 2016 08:22
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/21355

Actions (login required)

View Item View Item