PERANAN ASKAR PERANG SABIL DALAM USAHA MEMPERTAHANKAN KEMERDEKAAN REPUBLIK INDONESIA DI YOGYAKARTA 1947-1949

ADE SIHABUDIN - NIM. 01120578, (2009) PERANAN ASKAR PERANG SABIL DALAM USAHA MEMPERTAHANKAN KEMERDEKAAN REPUBLIK INDONESIA DI YOGYAKARTA 1947-1949. Skripsi thesis, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Full text not available from this repository.

Abstract

ABSTRAK Askar Perang Sabil (APS) yang dimaksud disini adalah kesatuan pejuang umat islam yang sengaja dibentuk dan bertindak sebagai kekuatan militer. Pada mulanya nama Askar Perang Sabil adalah Laskar Angkatan Sabil, namun agar tidak terjadi salah pengertian dengan bentuk kesatuan yang terdapat dalam Tentara Nasional Indonesia (TNI), nama Laskar Angkatan Perang Sabil diubah menjadi Askar Perang Sabil. Gagasan untuk membentuk APS ini timbul sebagai reaksi terhadap situasi negara yang semakin membahayakan, berhubung adanya aksi-aksi pihak belanda yang semakin mengancam kehidupan masyarakat Indonesia. Dibeberapa tempat muncul tindakan perlawanan fisik,pertempuran berkembang meluas sampai didaerah Yogyakarta. Melihat situasi bangsa Indonesia pada umumnya dan masyarakat Daerah Istimewa Yogyakarta pada khususnya yang hidup dalam suasana keresahan dan ketegangan akibat serangan bangsa belanda, maka timbullah ide para ulama di Yogyakarta untuk membentuk pasukan bersenjata dengan latar belakang dan motif keagamaan. Munculnya ide para ulama untuk membentuk pasukan perjuangan yang bermotifkan keagamaan tersebut dilatar belakangi oleh “idiologi islam†dan “idiologi nasional†yang dimiliki para ulama. Didalam menyalurkan ide yang sangat relevan dengan ajaran-ajaran islam dan situasi di Yogyakarta khususnya pada masa itu, maka pada tanggal 23 juli 1947 dibentuk pasukan bersenjata dengan nama “Askar Perang Sabil†(APS) beserta wadah yang mengkordinasikannya bernama “Markas Ulama Askar Perang Sabil†(MUPAS) didaerah Yogyakarta. APS merupakan suatu pasukan pejuang umat islam yang bersifat semi militer yang bertujuan untuk membantu pemerintah Republik Indonesia difrontdifront pertempuran. Dilihat dari keanggotaannya APS di Yogyakarta dapat dibedakan menjadi dua kelompok. Kelompok pertama, adalah bekas Laskar Sabillillah yang didirikan pada akhir pendudukan jepang. Kelompok kedua, adalah pemuda bekas Laskar Hizbullah dan kelompok pemuda kampung yang berumur dibawah 40 tahun, terutama pemuda islam yang telah mendapat izin dari orang tuanya. Kelompok pemuda inilah yang diorganisasikan oleh bekas Laskar Sabillillah untuk dipersenjatai dan mendapat tugas melakukan perlawanan terhadap pasukan belanda difront-front pertempuran. Anggota APS tidak hanya berasal dari masyarakat atas saja, tetapi juga bersal dari lapisan masyarakat bawah, dari masyarakat kota hingga masyarakat desa. Mereka juga memiliki berbagai profesi seperti ulama, guru, murid, pedagang, petani, santri, dan sebagainya.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information / Pembimbing: PEMBIMBING: DR. MAHARSI, M.HUM
Uncontrolled Keywords: Askar Perang Sabil, idiologi Islam, idiologi nasional, Markas Ulama Askar Perang Sabil
Depositing User / Editor: Users 1 not found.
Last Modified: 04 May 2012 16:42
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/2142

Actions (login required)

View Item View Item