ANGIN DALAM AL-QUR’ĀN (STUDI ATAS PENAFSIRAN ṬANṬĀWI JAUHARĪ DALAM KITAB AL-JAWĀHIR FĪ TAFSĪR AL-QUR’ĀN AL-KARĪM)

ACHMAD FACHRUR ROZI, NIM. 12530005 (2016) ANGIN DALAM AL-QUR’ĀN (STUDI ATAS PENAFSIRAN ṬANṬĀWI JAUHARĪ DALAM KITAB AL-JAWĀHIR FĪ TAFSĪR AL-QUR’ĀN AL-KARĪM). Skripsi thesis, UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA.

[img]
Preview
Text (ANGIN DALAM AL-QUR’ĀN (STUDI ATAS PENAFSIRAN ṬANṬĀWI JAUHARĪ DALAM KITAB AL-JAWĀHIR FĪ TAFSĪR AL-QUR’ĀN AL-KARĪM))
12530005_BAB-I_IV-atau-V_DAFTAR-PUSTAKA.pdf

Download (3MB) | Preview
[img] Text (ANGIN DALAM AL-QUR’ĀN (STUDI ATAS PENAFSIRAN ṬANṬĀWI JAUHARĪ DALAM KITAB AL-JAWĀHIR FĪ TAFSĪR AL-QUR’ĀN AL-KARĪM))
12530005_BAB-II_sampai_SEBELUM-BAB-TERAKHIR.pdf
Restricted to Registered Academicians of UIN Sunan Kalijaga Only

Download (3MB)

Abstract

Tafsīr ‘ilmī atau Scientifiec exegesis adalah corak penafsiran al-Qur’ān yang menggunakan pendekatan teori-teori ilmiah untuk menjelaskan teori-teori al- Qur’ān. Tafsir ini dibangun berdasarkan asumsi bahwa al-Qur’ān mengandung berbagai macam ilmu, baik yang sudah ditemukan maupun yang belum. Tafsir corak ilmī berangkat dari paradigma bahwa al-Qur’ān di samping tidak bertentangan dengan akal sehat dan ilmu pengetahuan, ia tidak hanya memuat ilmuilmu agama atau hal-hal yang terkait dengan ibadah ritual, tetapi juga memuat ilmu duniawi, termasuk hal-hal yang terkait dengan teori-teori ilmu pengetahuan. Salah satu ulama kontemporer yang mendukung tafsir ilmi adalah Tanṭawī Jauharī. Pendapat yang dikemukakannya adalah bahwa al-Qur’ān mengandung lebih dari 750 ayat yang berhubungan dengan sains dan hanya 150 ayat yang berkenaan dengan fiqh. Namun kebanyakan ulama membuat karya tafsir yang berhubungan dengan ilmu fiqh. Ia berkeyakinan bahwa jika al-Qur’ān dijadikan petunjuk dan pendorong perkembangan ilmu pengetahuan, maka orang Islam dapat memperbaiki nasibnya. Kitab al-Jawāhir fī Tafsīr al-Qur’ān al-Karīm karya Tanṭawī Jauharī memberi warna baru dalam sejarah penafsiran al-Qur’ān, mengingat pada era klasik dan pertengahan penafsiran al-Qur’ān selalu diwarnai dengan corak-corak normatif – ideologis. Adanya tafsir yang bercorak ilmī, membuktikan bahwa al-Qur’ān selaras dengan ilmu pengetahuan. Dalam literatur Islam, angin menjadi salah satu contoh menarik untuk menggambarkan hubungan harmonis antara al-Qur’ān dan Ilmu Pengetahuan Modern atau Sains. Bagaimana Sains membantu memahami ayat al-Qur’ān. Pengamatan tentang alam ini tidak lain adalah untuk membuktikan tanda-tanda kekuasaan dan kebesaran Allah melalui ayat-ayat kauniyah-Nya, serta untuk meningkatkan kadar ketakwaan dan keimanan seseorang kepada Allah dengan menyaksikan tanda-tanda tersebut. Angin merupakan salah satu dari empat elemen terpenting dalam kehidupan. Terkadang Allah mengirim angin yang mendorong mendung yang memuat hujan. Hujan adalah kabar gembira dan pembawa berbagai kebaikan. Masih banyak manfaat dan hasil yang akan dirasakan oleh manusia oleh sebab angin. Oleh karena itu, dalam al-Qur’ān kita jumpai Allah menyebut angin dalam bentuk jamak. Hal ini mengisyaratkan banyak dan besarnya manfaat yang Allah letakkan pada angin. Terkadang Allah mengirimkan angin sebagai siksaan dan hukuman. Angin datang membawa azab yang menjadi sebab mati dan hancurnya manusia, tetumbuhan dan berbagai binatang. Hal ini terjadi sebagai hukuman Allah dan pelajaran yang bisa dipetik oleh orang yang mau mengambil pelajaran.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information / Pembimbing: Indal Abror
Subjects: Ilmu Alqur’an dan Tafsir
Divisions: Fakultas Ushuludin dan Pemikiran Islam > Ilmu Alqur’an dan Tafsir (S1)
Depositing User / Editor: Miftahul Ulum, S.Kom ------- youtube : ulum virgo -------- Facebook : digilibuin
Date Deposited: 26 Aug 2016 01:50
Last Modified: 26 Aug 2016 03:35
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/21809

Actions (login required)

View Item View Item