EPISTEMOLOGI TAFSIR RAWA’I AL-BAYAN KARYA MUHAMMAD ‘ALI AL-SABUNI

DANANG FACHRI ADZ-DZIKRI, NIM. 12531163 (2016) EPISTEMOLOGI TAFSIR RAWA’I AL-BAYAN KARYA MUHAMMAD ‘ALI AL-SABUNI. Skripsi thesis, UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA.

[img]
Preview
Text (EPISTEMOLOGI TAFSIR RAWA’I AL-BAYAN KARYA MUHAMMAD ‘ALI AL-SABUNI)
12531163_BAB-I_IV-atau-V_DAFTAR-PUSTAKA.pdf

Download (2MB) | Preview
[img] Text (EPISTEMOLOGI TAFSIR RAWA’I AL-BAYAN KARYA MUHAMMAD ‘ALI AL-SABUNI)
12531163_BAB-II_sampai_SEBELUM-BAB-TERAKHIR.pdf
Restricted to Registered Academicians of UIN Sunan Kalijaga Only

Download (2MB)

Abstract

Epistemologi merupakan sebuah cabang keilmuan filsafat yang berusaha untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan mendasar tentang asal-usul teori pengetahuan yang dalam penelitian ini berupa kajian tafsir, yakni bagaimana sebuah tafsir itu dipahami dan diuji kebenarannya berdasarkan rambu-rambu epistemologi. Kitab Tafsir Rawa’i al-Bayan fi Ayat Ahkam min al-Qur’an karya Muhammad ‘Ali al-Sabuni adalah sebuah kitab tafsir yang berisikan hukum-hukum Islam yang dalildalilnya diambil dari berbagai penafsiran ulama terdahulu. Kitab ini memiliki pola penyusunan yang cukup unik, yaitu menggabungkan pola lama dari segi kekayaan materi pembahasan dan pola baru dari segi metode, sistematika dan gaya (uslub) yang sederhana. Berdasarkan latar belakang inilah penulis merumuskan problem akademik penelitian ini ke dalam tiga klasifikasi masalah, yaitu : 1) Apa sumbersumber yang digunakan al-Sabuni dalam tafsirnya?; 2) Bagaimana metode yang digunakan al-Sabuni dalam tafsirnya?; 3) Bagaimana validitas penafsiran al-Sabuni dalam kitab Rawa’i al-Bayan ? Skripsi ini merupakan sebuah penelitian kepustakaan yang menggunakan metode deskriptif-analitik dan pendekatan historis-filosofis. Metode dan pendekatan ini bertujuan untuk mengupas sisi epistemologi tafsir Rawa’i al-Bayan karya Muhammad ‘Ali al-Sabuni. Beberapa sumber yang dirujuk oleh al-Sabuni dalam penafsirannya meliputi al- Qur’am, hadis Nabi, pendapat Sahabat, pendapat Tabi’in, qira’ah mutawatirah , Ra’yu, kitab tafsir sebelumnya, pendapat ulama, syair-syair arab dan israilliyyat. Sementara metode tafsir yang digunakan adalah metode tahlili . Hal ini dikarenakan dimensi karakteristik metode tahlili lebih mendominasi dibandingkan dengan metode lainnya, seperti metode maudu’i, ijmali, maupun muqaran. al-Sabuni telah menyebutkan di dalam muqaddimah kitab ini bahwa ia menggunakan kombinasi pola penyusunan lama dan baru. Maksudnya, al-Sabuni menggabungkan pola lama dari segi kekayaan referensi dan sumber penafsirannya dengan pola baru dari segi kerapihan dan keruntutan sistematika dalam penyusunannya. Adapun validitas kebenaran penafsirannya diuji dengan teori kebenaran koherensi yang merupakan salah satu dari tiga teori pokok dalam membuktikan kebenaran sebuah pengetahuan. Teori ini diambil karena dianggap paling cocok dengan dominasi epistemologi bayani kitab ini. Dari kajian terhadap validitas penafsiran beliau ini penulis berkesimpulan bahwa al-Sabuni menganut kebenaran koherensi xv dalam tafsirnya. Dikatakan benar secara koherensi karena ada kesesuaian antara mayoritas pernyataan-pernyataan yang dibangun oleh al-Sabuni, baik itu pernyataan dalam penafsirannya maupun pernyataan dalam metodologinya. Meskipun dalam beberapa kasus ditemukan keinkonsistenan al-Sabuni, namun secara garis besar penafsiran al-Sabuni di dalam kitab Rawa’i al-Bayan dapat dikatakan benar secara koherensi.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information / Pembimbing: Dr. Ahmad Baidowi, M.Si.
Subjects: Ilmu Alqur’an dan Tafsir
Divisions: Fakultas Ushuludin dan Pemikiran Islam > Ilmu Alqur’an dan Tafsir (S1)
Depositing User / Editor: Miftahul Ulum [IT Staff] ---- youtube : ulum virgo -------- Facebook : digilibuin
Date Deposited: 09 Sep 2016 07:48
Last Modified: 09 Sep 2016 07:48
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/21975

Actions (login required)

View Item View Item