GHAZWUL FIKRI DALAM SOSIAL POLITIK DALAM PEMIKIRAN ABDUL SHABUR MARZUQ

AHMAD HUSEIN HARAHAP, NIM. 1220310066 (2016) GHAZWUL FIKRI DALAM SOSIAL POLITIK DALAM PEMIKIRAN ABDUL SHABUR MARZUQ. Masters thesis, UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA.

[img]
Preview
Text (GHAZWUL FIKRI DALAM SOSIAL POLITIK DALAM PEMIKIRAN ABDUL SHABUR MARZUQ)
1220310066_BAB-I_IV-atau-V_DAFTAR-PUSTAKA.pdf - Published Version

Download (1MB) | Preview
[img] Text (GHAZWUL FIKRI DALAM SOSIAL POLITIK DALAM PEMIKIRAN ABDUL SHABUR MARZUQ)
1220310066_BAB-II_sampai_SEBELUM-BAB-TERAKHIR.pdf - Published Version
Restricted to Registered Academicians of UIN Sunan Kalijaga Only

Download (1MB)

Abstract

Umat Islam secara umumnya banyak yang tidak menyadari akan bahaya ghazwul fikri. Fenomena ini dibuktikan dengan banyaknya muslim secara sadar ataupun tidak mengikuti pemikiran, tingkah laku dan gaya hidup orang “kafir” (Barat). Ketidaksadaran muslim terhadap bahaya ini menjadikan muslim tidak mempunyai identitas dan kepercayaan diri yang kuat sebagai muslim. Bahkan kebanggaan dengan tingkah laku jahiliyah yang diamalkan sebagai suatu budaya dan prestis tersendiri. Pihak kafir setelah mengalami kekalahan yang berterusan terhadap Islam selama perang Salib mencari alternatif untuk menghancurkan umat Islam. Mereka tidak pernah reda dan tidak pernah berhenti menyerang umat Islam hingga muslim mengikuti millah mereka. Strategi altematif menghancurkan Islam yang dipilihnya adalah ghazwul fikri. Ghazwul fikri adalah serangan pemikiran, budaya, mental dan konsep yang berterusan dan dilakukan secara sistematik, beraturan, terancana yang dirintis oleh pihak kafir terhadap muslim sehingga muncul perubahan keperibadian pada umat Islam, gaya hidup dan tingkah laku. Ghazwul fikri ini bertujuan untuk rnerusakkan akhlak, menghancurkan pemikiran, melarutkan keperibadian dan menjadikan muslim riddah. Usaha ini sudah dilaksanakan semenjak sebelum kejatuhan khilafah Islamiyah yang kemudian menghasilkan jatuhnya khilafah Islamiyah. Usaha memutuskan hubungan di antara negeri Islam di bawah khilafah Islamiyah senantiasa dilakukan sehingga muncullnasionalime, kekauman dan kebangsaan. Berdasarkan masalah di atas, maka dapat dirumuskan permasalahannya yaitu: Bagaimana pandangan Abdul Shabur Marzuq tentang Ghazwul Fikri dan dampaknya terhadap pemikiran politik Islam?. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan. Data diperoleh dari sumbersumber kepustakaan. Setelah data terkumpul, lalu dianalisis secara deskriptik analitik. Pendekatan sosial-politik dengan proses berpikir induktif dan deduktif. Hasil penelitian yang diperoleh bahwa pendapat Abdul Shabur Marzyq bahwa upaya menangkal ghazwul fikri terhadap musuh-musuh Islam ini pada dasarnya tidak akan berjalan dengan baik dan solid jika tidak ada pembinaan yang berkelanjutan terhadap umat Islam itu sendiri (Tarbiyah Islamiyah yang kontinyu). Hal ini dikarenakan serangan-serangan penetang Islam akan datang kapan saja pada saat umat Islam lengah. Invansi pemikiran ini dalam sosial politik, seperti masalah kenegaran, isu-isu demokrasi, kebebasan dan lain sebagainya. Hal ini membawa dampak adanya upaya mencegah ruh Islam tersebar ke pelosok dunia, dan mengancurkan Islam dari dalam; menyebar perbedaan pendapat tentang akidah, merusak kesucian akidah dan membenamkannya ke dalam keraguan, menciptakan kefanikan, menyuguhkan berbagai teori dan ide yang berlawanan dengan agama, membantu dan membentuk berbagai pergerakan yang menentang Islam, dan berperananya freemonsonry, menimbulkan keraguan tentang efisiensi berbagai prinsip, merusak kultur al-Qur‟an, merusak keluarga, dan terakhir merusak akhlak dan pendidikan Islam.

Item Type: Thesis (Masters)
Additional Information / Pembimbing: Dr. Subaidi M.Si,
Uncontrolled Keywords: Ghazwul Fikri, Islam, dan Politik
Subjects: Hukum Islam
Divisions: Pascasarjana > Thesis > Hukum Islam
Depositing User / Editor: Drs. Bambang Heru Nurwoto
Date Deposited: 28 Sep 2016 02:22
Last Modified: 28 Sep 2016 02:22
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/22091

Actions (login required)

View Item View Item