PRAKTIK MENGEMIS DITINJAU DARI SOSIOLOGI HUKUM ISLAM (STUDI KASUS DI KAWASAN MALIOBORO YOGYAKARTA)

WIRA YUNILA, NIM. 11380089 (2016) PRAKTIK MENGEMIS DITINJAU DARI SOSIOLOGI HUKUM ISLAM (STUDI KASUS DI KAWASAN MALIOBORO YOGYAKARTA). Skripsi thesis, UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA.

[img]
Preview
Text (PRAKTIK MENGEMIS DITINJAU DARI SOSIOLOGI HUKUM ISLAM (STUDI KASUS DI KAWASAN MALIOBORO YOGYAKARTA))
11380089_BAB-I_IV-atau-V_DAFTAR-PUSTAKA.pdf

Download (5MB) | Preview
[img] Text (PRAKTIK MENGEMIS DITINJAU DARI SOSIOLOGI HUKUM ISLAM (STUDI KASUS DI KAWASAN MALIOBORO YOGYAKARTA))
11380089_BAB-II_sampai_SEBELUM-BAB-TERAKHIR.pdf
Restricted to Registered Academicians of UIN Sunan Kalijaga Only

Download (1MB)

Abstract

Sebagai makhluk sosial, manusia dituntut untuk bekerja guna memenuhi kebutuhan hidupnya. Ada kalanya pemenuhan kebutuhan tersebut dilakukan dengan cara-cara yang dilarang oleh hukum karena tuntutan ekonomi, kurangnya keterampilan dan pendidikan, kurangnya lapangan pekerjaan, dan berbagai faktor lainnya. Mengemis menjadi salah satu kegiatan yang dilarang dalam hukum, baik hukum Islam ataupun hukum Positif. Namun, hingga saat ini, permasalahan pengemis masih belum bisa diatasi dengan tuntas. Masih banyak pengemis yang berkeliaran, terutama di kawasan Malioboro yang menjadi pusatnya kota Yogyakarta. Penyusun tertarik untuk meneliti bagaimana praktek mengemis di kawasan Malioboro Yogyakarta ditinjau dari Sosiologi Hukum Islam, terutama menyoroti alasan masih banyaknya pengemis di Malioboro, tingkat kesadaran hukum, serta bagaimana pola mengemis berdasarkan hukum Islam. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian lapangan (field research) yaitu penelitian langsung yang penyusun lakukan di kawasan Malioboro, Yogyakarta. Penelitian ini bersifat deskriptif analitis yaitu bersaha menggambarkan dan menjelaskan praktek mengemis di kawasan Malioboro Yogyakarta , untuk kemudian menganalisisnya menggunakan perspekti Sosiologi Hukum Islam. Sumber data meliputi data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh dari wawancara dengan para pengemis dan pihak lain yang tersangkut. Sementara data sekunder diperoleh dari data-data pustaka. Metode pengumpulan data yang dilakukan adalah dengan cara observasi dan wawancara langsung dengan orang terkait. Metode analisa yang digunakan adalah dengan cara deduktif yaitu analisis dari data atau kesimpulan yang bersifat umum akan dianalis untuk mencari suatu kesimpulan yang bersifat khusus. Dari penelitian yang telah dilakukan, ditemukan bahwa faktor utama yang melatarbelakangi adalah karena faktor ekonomi. Faktor lain seperti umur/usia, cacat fisik, hasilnya yang lumayan banyak, rendahnya pendidikan dan keterampilan, dan beberapa faktor lainnya. Kesadaran hukum pengemis di kawasan Malioboro Yogyakarta masih kurang. Mereka mengetahui bahwa mengemis itu dilarang, tetapi tidak memahami betul hukumnya. Mereka terus melakukan pekerjaan mengemis tersebut. Untuk itu, dalam mengatasi masalah ini, maka kesadaran hukum masyarakat perlu ditingkatkan lewat sosialisasi dan penyuluhan hukum. Diperlukan juga keseriusan oleh pemerintah, badan atau dinas sosial, dan juga partisipasi dari masyarakat agar masalah ini bisa diatasi.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information / Pembimbing: Dr. MOCH.SODIK,S.Sos.,M.Si
Subjects: Muamalat
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Muamalah (S1)
Depositing User / Editor: Miftahul Ulum, S.Kom ------- youtube : ulum virgo -------- Facebook : digilibuin
Date Deposited: 06 Oct 2016 06:51
Last Modified: 06 Oct 2016 06:51
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/22291

Actions (login required)

View Item View Item