PENDIDIKAN SEKSUALITAS UNTUK ANAK USIA DINI ISLAM PERSPEKTIF ISLAM (Relevansi Pemikiran Abdullah Nashih Ulwan dan Yusuf Madani terhadap Pendidikan Anak Usia Dini)

Ali Mukti, NIM. 1420430020 (2016) PENDIDIKAN SEKSUALITAS UNTUK ANAK USIA DINI ISLAM PERSPEKTIF ISLAM (Relevansi Pemikiran Abdullah Nashih Ulwan dan Yusuf Madani terhadap Pendidikan Anak Usia Dini). Masters thesis, UIN SUNAN KALIJAGA.

[img]
Preview
Text (PENDIDIKAN SEKSUALITAS UNTUK ANAK USIA DINI ISLAM PERSPEKTIF ISLAM (Relevansi Pemikiran Abdullah Nashih Ulwan dan Yusuf Madani terhadap Pendidikan Anak Usia Dini))
1420430020_BAB-I_IV-atau-V_DAFTAR-PUSTAKA.pdf - Published Version

Download (1MB) | Preview
[img] Text (PENDIDIKAN SEKSUALITAS UNTUK ANAK USIA DINI ISLAM PERSPEKTIF ISLAM (Relevansi Pemikiran Abdullah Nashih Ulwan dan Yusuf Madani terhadap Pendidikan Anak Usia Dini))
1420430020_BAB-II_sampai_SEBELUM-BAB-TERAKHIR.pdf - Published Version
Restricted to Registered Academicians of UIN Sunan Kalijaga Only

Download (617kB)

Abstract

Seiring dengan maraknya seks bebas hingga terjadinya pelecehan seksual pada anak menunjukkan pentingnya pendidikan seks sejak dini. Namun pemberian pendidikan seks sejak dini ini masih dianggap tabu oleh banyak kalangan apalagi jika diajarkan pada anak usia dini, perlu cara dan materi khusus yang harus disampaikan sesuai dengan perkembangan anak. Sementara itu dalam Islam pendidikan seks juga mendapat perhatian yang serius untuk diajarkan kepada anak. Salah satunya, menurut tokoh muslim Abdullah Nashih Ulwan dan Yusuf Madani. Penelitian ini berkaitan dengan bagaimana memberikan pendidikan seks pada anak usia dini ditinjau dari pemikiran Abdullah Nashih Ulwan dan Yusuf Madani. Sedangkan Fokus penelitian ini membahas mengenai tiga hal pokok: 1) Bagaimana pemikiran pendidikan seks Abdullah Nashih Ulwan, 2) Bagaimana pemikiran pendidikan seks Yusuf Madani, 3) bagaimana relevansi pemikiran pendidikan seks Abdullah Nashih Ulwan dan Yusuf Madani terhadap pendidikan anak usia dini. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Sedangkan jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kepustakaan (Library Research) dengan menggunakan sumber data primer dari buku Tarbiyatul Aulad fi Al-Islam karya Abdullah Nashih Ulwan dan buku At-Tarbiyah Al-Jinsiyyah lil Atfhal wa Al-Balighin karya Yusuf Madani. Validasi data yang digunakan adalah triangulasi data. Sedangkan proses analisis data dalam penelitian ini menggunakan metode analisa data Descriptive Content Analysis. Hasil penelitian ini antara lain menyimpulkan: Pertama, Pendidikan seks menurut pandangan Abdullah Nasih Ulwan adalah upaya pengajaran, penyadaran dan penerangan tentang masalah-masalah seksual kepada anak, sejak ia mengenal masalah-masalah yang berkenaan dengan naluri seks dan perkawinan dengan melalui metode penyadaran, peringatan dan pengikatan. Terkait materi pendidikan seks, Abdullah Nashih Ulwan lebih banyak menjabarkan mengenai etika dalam pendidikan seks seperti, etika meminta izin, etika melihat, etika melihat muhrim, etika melihat, etika melihat wanita lain, etika melihat sesama jenis, etika memandang anak laki-laki amrad (Anak Baru Gede), etika wanita melihat lakilaki lain, etika melihat aurat untuk anak kecil. Kedua, pendidikan seks menurut Yusuf Madani adalah memberikan penekanan dan pembekalan kepada anak dengan kaidah-kaidah yang mengatur perilaku seksual dan reproduksi yang mungkin menimpa kehidupan anak di masa akan datang melalui metode pengenalan pendidikan seks dan fiqih pada anak, meminta izin (isti’dzan), menahan pandangan dan menutup aurat, menjauhkan anak dari aktivitas seksual, pemisahan tempat tidur, tempat tinggal yang layak, larangan terhadap tindakan erotis, mengawasi kematangan seksual dini, mengarahkan anak untuk memproduktifkan waktunya, mengajarkan kehalalan dan keharama dalam program-progranm media informasi, hukuman, pernikahan di usia dini. Terkait materi pendidikan seks, Yusuf Madani banyak menjabarkan mengenai hukum-hukum fikih, etika meminta izin, etika memandang dan lain sebagainya. Sedangkan dalam hal kesehatan jasmani materi yang bisa disampaikan berupa cara menjaga kebersihan organ seksual. Ketiga, relevansi pemikiran seks Abdullah Nashih Ulwan dan Yusuf Madani dapat kita lihat dari sisi konsep, metode dan materi, yaitu dengan memberikan penyadaran kepada anak tentang eksistensi dirinya melalui pengenalan anggota tubuh dan jenis kelaminnya serta pembekalan kepada anak mengenai cara bersuci dan membersihkan najis setelah melakukan buang air besar dan buang air kecil, serta membekali anak dengan perilaku berpakaian yang menutup auratnya. Metode yang dapat diberikan melalui metode penyadaran, peringatan, pengikatan, pemisahan tempat tidur, meminta izin (isti’dzan), menutup aurat, menjauhkan anak dari aktivitas seksual dan tidakan erotis, mengawasi perkembangan seksual anak. Sedangkan materi yang diberikan adalah hal-hal yang berkaitan dengan etika dan hukum-hukum fikih dan kesehatan jasmani pada anak. Sedangkan penerapannya di PAUD dengan mengintegrasikan pendidikan seks pada tema “mengenal diriku”. Tema “mengenal diriku” dapat dikembangkan lagi menjadi sub-sub tema baru yang sekiranya berkaitan.

Item Type: Thesis (Masters)
Additional Information / Pembimbing: Dr. Mahmud Arif, M,Ag
Uncontrolled Keywords: Pendidikan Seks, Anak Usia Dini, PAUD
Subjects: Pendidikan Islam (Pesantren)
Divisions: Pascasarjana > Thesis > Pendidikan Guru RA - PAUD
Depositing User / Editor: Sugeng Hariyanto, SIP (sugeng.hariyanto@uin-suka.ac.id)
Date Deposited: 27 Dec 2016 00:55
Last Modified: 27 Dec 2016 00:55
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/22629

Actions (login required)

View Item View Item