PERCERAIAN DI KALANGAN ARTIS DITINJAU DARI HUKUM KELUARGA ISLAM

DARMAN IBNU NASIR NIM: 03350007, (2009) PERCERAIAN DI KALANGAN ARTIS DITINJAU DARI HUKUM KELUARGA ISLAM. Skripsi thesis, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Full text not available from this repository.

Abstract

ABSTRAK Hukum Islam memiliki banyak keluwesan di antara salah satunya terdapat pada hukum keluarga Islam, yaitu Islam tidak mengikat mati sebuah ikatan perkawinan yang disakralkan. Namun demikian Islam tidak begitu saja melegalkan perceraian karena perceraian dalam Islam merupakan suatu perbuatan yang dihalalkan akan tetapi paling dibenci pula. Meskipun perceraian merupakan perkara halal yang paling dibenci dalam Islam, tetapi realitasnya perceraian tetap terjadi bahkan semakin meningkat dalam masyarakat kita dewasa ini. Banyaknya perkara perceraian yang diajukan ke Pengadilan Agama adalah merupakan bukti konkrit bahwa perceraian marak terjadi di masyarakat kita dalam kurun waktu yang singkat. Fenomena perceraian tersebut di atas tidak hanya terjadi pada masyarakat awam, akan tetapi terjadi juga di kalangan artis ibukota yang merupakan “public figureâ€Â. Di zaman reformasi yang sedang berjalan memberikan nilai positif tersendiri dengan bebas dan leluasanya media massa memberitakan tentang selebritis sehingga dapat terakses informasi perihal kehidupan artis ibukota dan termasuk pula kehidupan rumah tangga mereka. Menurut Prof. DR. Dadang Hawari dalam komentarnya mengatakan, bahwa artis selama ini sepertinya menggampangkan perceraian, bukan hal yang memalukan dan tabu akan tetapi sebuah kebanggaan.Kasus perceraian di kalangan artis semakin meningkat dari tahun ke tahun dengan materi gugatan yang sering dijadikan alasan mengajukan perceraian adalah ketidakharmonisan rumah tangga. Artis dalam menyelesaikan konflik internal keluarganya lebih mengedepankan egoisme untuk menjawab polemik rumah tangga. Tujuan dari penelitian adalah untuk memberikan penjelasan dan analisis terhadap proses mediasi yang dilakukan majelis hakim dan faktot-faktor penyebab terjadinya perceraian artis ditinjau dari hukum keluarga Islam. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (Field research) yang dilaksankan di Pengadilan Agama se DKI Jakarta. Sifat dari penelitian ini adalah deskriptif analitik, yaitu dengan mengungkap keadaan, masalah dan peristiwa sebagaimana adanya untuk kemudian dilakukan pendekatan yuridis normatif dengan berdasarkan pada perundang-undangan yang berlaku. Dari penelitian ini diperoleh hasil bahwa faktor penyebab terjadinya perceraian di kalangan artis ibukota adalah ketidak harmonisan rumah tangga yang sering dijadikan materi gugatan ke Pengadilan Agama karena disebabkan atas dasar pertengkaran, kekerasan dalam rumah tangga, perselisihan, perselingkuhan, nusyuz dan berganti-ganti pasangan yang tidak masuk materi gugatan yang kemudian bermuara pada putusan hakim dengan ketuk palu cerai. Adapun peran dari majelis hakim dalam menangani proses perceraian yang diajukan ke Pengadilan Agama tidak nampak kepermukaan dengan tingginya kasus perceraian yang terjadi di ibukota. Ini dikarenakan proses perdamaian dengan jalan mediasi yang diterapkan majelis hakim hanya sekedar melaksanakan rutinitas dan sebatas formalitas.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: Pembimbing : Drs. Ahmad Pattiroy, M.Ag. H. Wawan Gunawan, M. Ag.
Uncontrolled Keywords: Perceraian, kalangan artis, hukum keluarga Islam
Depositing User: Users 1 not found.
Last Modified: 04 May 2012 16:42
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/2264

Actions (login required)

View Item View Item