PERAN JAWARA DALAM KEKUASAAN POLITIK KABUPATEN SERANG BANTEN ( PERSPEKTIF ETIKA POLITIK ISLAM )

EDI SOFWAN NIM: 04370027, (2009) PERAN JAWARA DALAM KEKUASAAN POLITIK KABUPATEN SERANG BANTEN ( PERSPEKTIF ETIKA POLITIK ISLAM ). Skripsi thesis, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Full text not available from this repository.

Abstract

ABSTRAK Jawara telah lama di kenal di Banten. Sejarah jawara populer pada masa penjajahan belanda hingga sekarang, jawara pada zaman kesultanan banyak membantu sultan dan para kiyai, membantu sultan dalam hal pengusiran terhadap Belanda sedangkan membantu kiyai dalam hal mendampingi kiyai ber da’wah. Jawara pada jaman itu terkesan baik, banyak membantu masyarakat, mempunyai kharisma dan selalu berpegang teguh terhadap ajaran agama Islam. Masyarakat merasa nyaman dan tentram dengan kehadiran jawara tersebut. Seiring bergantinya zaman (pasca kesultanan runtuh) maka sejarah jawara pun sedikit berubah, yang semula memegang teguh terhadap ajaran islam dan banyak membantu terhadap masyarakat, pada waktu itu jawara berbuah fungsi kejawaraannya. Menjadi, sosok jawara yang menakutkan, selalu mengedepankan kekerasan dan tidak menunjukkan kekerabatannya terhadap masyarakat. Sehingga masyarakat menilai jawara menjadi negatif, jawara dikenal dengan preman, karena jawara identik dengan menguasai suatu kawasan, dan jawara bisa disewakan untuk keamanan/bisa dibayar untuk menjadi tukang pukul. Pada tahun 2000. Awal berdirinya provinsi Banten yang telah melepaskan diri dari provinsi jawa Barat, Provinsi Banten yang terhitung dini, banyak orang yang masuk dalam peranan politik termasuk dari kalangan jawara, Ibukota provinsi Banten di Serang. Di Kabupaten Serang Jawara dalam berpolitik mendominasi. Sebab, dapat di jumpai di berbagai partai politik baik partai besar ataupun partai kecil/baru terdapat dari kalangan jawara, bahkan kekuasaan di tingkat kecamatan dan kelurahan pun banyak jawara yang menduduki posisi kekuasaan tersebut. Maka dari itu, skripsi ini akan mencoba menjelaskan tentang peran jawara dalam kekuasaan politik di kabupaten Serang Banten (perspektif etika politik Islam). Untuk mendapat hasil yang lebih maksimal dari penyusunan ini, maka pendekatan yang digunakan adalah sosio-historis, penelitian lapangan, dan menggunakan pedoman wawancara terhadap responden (tokoh masyarakat). Yaitu menela’ah fenomena sosial dan peran jawara dari masa penjajahan belanda (pada masa kesultanan) yang mempunyai pengaruh positif pada masyarakat, hingga jawara mempunyai peranan dalam politik di kabupaten Serang (setelah Banten menjadi provinsi). Kemudian data yang terkumpul dianalisis secara kuantitatif dengan metode analisis data menggunakan program SPSS Versi 11,5. Dengan menggunakan pendekatan dan metode tersebut diatas menunjukkan bahwa, peran jawara pada masa penjajahan adalah untuk kepentingan agama dan masyarakat, akan tetapi dalam perjalanannya sampai sekarang pasca Banten menjadi provinsi banyak jawara yang masuk dalam dunia politik. Penelitian ini menunjukkan adanya peran jawara dalam politik meskipun banyak kalangan masyarakat yang kurang apresiatif terhadap kepemimpinan jawara karena dinilai kurang efektif, mengedepankan kekerasan, tidak mengetahui konsep politik dan kekuasaan, jawara kurang menjunjung nilai-nilai agama Islam, dan tidak ber kharisma, maka dapat disimpulkan bahwa peran jawara yang selamaini dilakukan, menurut tokoh masyarakat, ada peran jawara terhadap politik akan tetapi tidak efektif. /div

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information / Pembimbing: Pembimbing : Drs. A. Patiroy M.Ag. Dr. Ahmad Yani Ansori
Uncontrolled Keywords: Peran jawara, kekuasaan politik , Etika politik Islam
Depositing User / Editor: Users 1 not found.
Last Modified: 04 May 2012 16:42
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/2267

Actions (login required)

View Item View Item