Dialektika Ke-Islaman dan Ke-Indonesiaan Dalam Pemikiran Politik Ahmad Syafii Maarif

Imam Muhlis NIM: 03370307, (2009) Dialektika Ke-Islaman dan Ke-Indonesiaan Dalam Pemikiran Politik Ahmad Syafii Maarif. Skripsi thesis, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Full text not available from this repository.

Abstract

ABSTRAK Dalam spektrum kajian pemikiran politik Islam, nama Buya Ahmad Syafii Maarif adalah merupakan fenomena baru dalam wacana pembaharuan periode modern. Bagi para pemerhati politik Islam, gagasan keislaman dan keindonesiaan Buya Maarif dalam batas-batas tertentu tampaknya cukup menarik untuk dikaji. Ia hijrah dari dua kutub ekstrem: fundamentalis ke pluralis-toleran. Pada fase awal, ia memiliki naluri seorang “fundamentalis†yang bercita-cita negara Islam Indonesia. Namun pada titik kisar ketiga, dan ini merupakan titik balik radikal dalam sejarah hidup Buya Ahmad Syafii Maarif, justru ia berbalik arah dan secara tegas menolak dan mengkritik terhadap berbagai gerakan dan upaya untuk mendirikan negara Islam Indonesia. Pola pemikiran Buya Ahmad Syafii Maarif yang berubah dratis dari Islam fundamentalis ke Islam pluralis-toleran itu, tentu saja setelah mengalami “pencucian otak†melalui kuliah dan berbagai diskusi bersama seorang tokoh pembaharu pemikiran Islam asal Pakistan, yaitu Fazlur Rahman di University of Chicago, Amerika Serikat. Berangkat dari permasalah tersebut, penyusun merasa perlu untuk mencoba melihat lebih jauh sepak terjang pemikiran politik Buya Ahmad Syafii Maarif. Fokus kajian ini adalah: Bagaimana substansi pemikiran politik Buya Maarif seputar ke-Islaman dan ke-Indonesiaan?. Hal ini dimaksudkan dalam rangka memberikan sumbangan pemikiran dalam membangun kehidupan bernegara yang lebih demokratis, sehingga kita tidak terjebak dalam cengkraman absolutisme dan otoritarianisme. Untuk mencapai tujuan tersebut, maka jenis penelitian ini adalah studi kepustakaan (library research) dengan menggunakan data-data yang diperlukan berdasarkan pada literatur-literatur primer dan skunder. Literatur primer berupa karya-karya Buya Ahmad Syafii Maarif baik dalam bentuk buku, jurnal, maupun artikel, dan sumber pendukung berupa buku buku, literatur, dokumen, majalah dan sumber kepustakaan lainnya yang ditulis oleh para pemikir politik Islam, khususnya yang terkait dengan permasalahan. Sementara sifat penelitian ini adalah berupa deskriptif-analitis, yakni berusaha mencari pemecahan melalui analisa yang berhubungan dengan fenomena yang diselidiki. Hasil penelitian ini disimpulkan bahwa menurut Buya Ahmad Syafii Maarif hubungan Islam dan keindonesaan bersifat simbiosis mutualistik. Artinya negara memerlukan agama karena dengan agama, negara dapat bertindak sesuai dengan tata nilai, etika dan moral dalam kehidupan berbangsa dan bernagara. Sebaliknya, agama juga memerlukan negara untuk dapat berkembang. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, penyusun merekomendasikan bahwa dalam kehidupan bernegara, bentuk negara dan sistem pemerintahan dalam Islam tidak harus mengacu kepada suatu sistem tertentu sepanjang tidak bertentangan dengan ajaran Islam serta relevan dengan kondisi suatu bangsa dan negara.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information / Pembimbing: Pembimbing : Dr. Ahmad Yani Anshori Drs. Makhrus Manajat, M.Hum.
Uncontrolled Keywords: Dialektika, k-Islaman, ke-Indonesiaan, Politik
Depositing User / Editor: Users 1 not found.
Last Modified: 04 May 2012 16:42
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/2295

Actions (login required)

View Item View Item