AYAT-AYAT POLITIK (STUDI ATAS AYAT-AYAT AL-QUR’AN YANG MENJADI LEGITIMASI SUKSESI ABU BAKAR)

BAIHAKI, STHI, NIM. 1420510118 (2016) AYAT-AYAT POLITIK (STUDI ATAS AYAT-AYAT AL-QUR’AN YANG MENJADI LEGITIMASI SUKSESI ABU BAKAR). Masters thesis, UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA.

[img]
Preview
Text (AYAT-AYAT POLITIK (STUDI ATAS AYAT-AYAT AL-QUR’AN YANG MENJADI LEGITIMASI SUKSESI ABU BAKAR))
1420510118_BAB-I_IV-atau-V_DAFTAR-PUSTAKA.pdf - Published Version

Download (3MB) | Preview
[img] Text (AYAT-AYAT POLITIK (STUDI ATAS AYAT-AYAT AL-QUR’AN YANG MENJADI LEGITIMASI SUKSESI ABU BAKAR))
1420510118_BAB-II_sampai_SEBELUM-BAB-TERAKHIR.pdf - Published Version
Restricted to Registered Academicians of UIN Sunan Kalijaga Only

Download (3MB)

Abstract

Islam adalah agama yang universal. Islam berdimensi luas tidak hanya satu aspek tetapi mencakup semua aspek jika dilihat dari berbagai aspeknya yang umum. Termasuk aspek politik adalah bagian inheren dalam Islam. Dalam sejarahnya, terpecahnya umat Islam kepada beberapa golongan akibat dari perbedaan paham masalah politik, yang mengerucut menjadi masalah teologi. Selanjutnya, hal ini juga berimplikasi terhadap dunia penafsiran. Terdapat tiga khazanah penafsiran al-Qur’an yang terkenal yaitu penafsiran Sunni, Syi’ah dan Muktazilah. Tarikh Khulafa karya al-Suyuthi memuat adanya ayat-ayat al- Qur’an yang menjadi legitimasi politik suksesi Abu Bakar, yang kemudian diklaim oleh sebagian ulama bahwa suksesi kekhalifahan Abu Bakar tercantum di dalam al-Qur’an. Tentu saja dalam hal ini terjadi perbedaan, pihak Sunni mengklaim suksesi kekhalifahan setelah Rasulullah adalah Abu Bakar sedangkan pihak Syi’ah mengklaim bahwa yang berhak menggantikan Rasulullah adalah Ali. Karena paham politik yang berbeda, pada gilirannya penafsiran merekapun berbeda. Dengan demikian, menarik melihat bagaimana ayat-ayat yang sama, kemudian ditafsirkan dan dikomparasikan penafsirannya dalam tafsir lintas aliran yang berbeda, maka akan jelas kelihatan dimana letak perbedaan dan perebutan makna tersebut, serta klaim sebagian mufasir dalam penafsirannya, yang kemudian dijadikan sebagian ulama menjadi legitimasi yang kuat dari al-Qur’an untuk kepentingan kelompoknya. Selain itu, juga akan terlihat, dimana seorang mufasir dalam menafsirkan al-Qur’an selalu dipengaruhi oleh latar belakang sejarah dan disiplin ilmu yang ditekuninya, termasuk dalam hal ini faktor politik yang menjadi ideologinya. Dengan latar belakang di atas, rumusan masalah yang akan dijawab dalam penelitian ini adalah: Apa saja ayat-ayat yang digunakan sebagai legitimasi suksesi Abu Bakar?, Bagaimana penafsiran ayat-ayat politik yang menjadi legitimasi atas suksesi Abu Bakar dalam khazanah tafsir Sunni, Syi’ah dan Muktazilah?, Bagaimana teori tafsir dan teori ideologi politik menakar pandangan Sunni, Syiah dan Muktazilah dalam hal ini?, dan terakhir Refleksi kajian ini terhadap perpolitikan Indonesia? Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini bersifat deskriptifanalitis, yaitu penelitian yang mendeskripsikan dan menganalisa dengan panjang lebar, yang pelaksanaannya tidak hanya terbatas pada pengumpulan data, tetapi meliputi analisis dan interpretasi data. Sedangkan kerangka teori yang digunakan untuk menganalisis data adalah teori tafsir dan teori ideologi politik Islam. Teori tafsir untuk melihat kecendrungan dan karakteristik masing-masing mufassir dalam penafsirannya. Sedangkan kerangka teori ideologi politik Islam untuk melihat bagaimana ayat-ayat al-Qur’an yang dijadikan legitimasi tersebut dalam pandangan politik. Dengan demikian hasil kesimpulan yang penulis dapatkan dalam penelitian ini adalah: Pertama, Ayat-ayat al-Qur’an yang dijadikan legitimasi suksesi Abu Bakar itu adalah: QS. Al-Maidah (5): 54, QS. Al-Taubah (9): 40, x QS. Al-Nur (24): 55, QS. Al-Fath (48): 16, dan QS. Al-Hasyr (59): 8. Kedua, terdapatnya keragaman penafsiran Sunni, Syiah dan Muktazilah bahkan di antaranya terdapat klaim kebenaran kelompok sendiri. Dari kelima ayat tersebut, salah satu faktor utamanya adalah disebabkan oleh ideologi politik yang dibawa oleh masing-masing mufasir berbeda-beda sesuai dengan ideologi mazhabnya, ditambah dengan teks ayat al-Qur’an tersebut memang masih samar maksudnya, diturunkan atau diperuntukkan untuk siapa, masih tidak jelas. Sehingga berpotensi ditafsirkan oleh masing-masing mufassir sesuai dengan kepentingan yang hendak ditujunya. Ketiga, menakar penafsiran Sunni, Syiah dan Muktazilah. Berdasarkan kronologi tahun Madzahib al-Tafsir, kitab-kitab yang dijadikan referensi dalam penelitian ini, masuk dalam kategori periode pertengahan yang bersifat ideologis. Sedangkan berdasarkan karakteristik yang menonjol pada masing-masing periode atau disebut dengan teori the history of idea. Untuk kasus ayat-ayat yang dijadikan legitimasi ini. Maka dapat dikatakan Tafsir al-Tabari, dan Tafsir Ibn Kasir masuk dalam kategori tafsir era formatif. Sedangkan Tafsir al-Razi, Tafsir al-Qummy, Tafsir al-‘Iyyasyi, Majma’ al- Bayan, dan Tafsir al-Kasysyaf karya Zamakhsyari adalah tafsir yang masuk dalam kategori tafsir era afirmatif. Adapun jika melihat dengan teori ideologi politik Islam, maka kasus ayat-ayat yang menjadi legitimasi Abu Bakar di atas. Masuk dalam model konservatif, yakni tidak adanya pemisah antara kepentingan agama dengan kepentingan politik. Al-Qur’an yang diwahyukan pada awal abad ke-7, sebagai sumber utama agama Islam adalah hal yang tidak bisa dipisahkan dalam kehidupan umat Islam sehari-hari. Termasuk dalam soal politik. Keempat, legitimasi ayat-ayat al-Qur’an yang terdapat di kalangan Sunni, Syi’ah dan Muktazilah yang pada waktu itu untuk mendapat dukungan dan persetujuan dari kalangan umat Islam, juga sebagai alat untuk mendapatkan kekuasaan. Maka dalam konteks Indonesia, hal ini bisa direfleksikan terhadap partai-partai politik di Indonesia, yang terkadang juga kerap mengunakan ayat al-Qur’an untuk mendapatkan dukungan dan simpatisan dari anggotanya serta menarik peminat masyarakat umum untuk memilihnya. Karena umat Islam adalah umat yang menjadi mayoritas di Indonesia.

Item Type: Thesis (Masters)
Additional Information / Pembimbing: Dr. H. M. Nur, S.Ag., M.Ag,
Uncontrolled Keywords: Politik, Sekte, Tafsir, Ayat legitimasi, Abu Bakar
Subjects: Agama Dan Filsafat
Divisions: Pascasarjana > Thesis > Agama dan Filsafat
Depositing User / Editor: H. Zaenal Arifin, S.Sos.I., S.IPI.
Date Deposited: 19 Dec 2016 13:53
Last Modified: 19 Dec 2016 13:53
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/22981

Actions (login required)

View Item View Item
Chat Kak Imum