KONSEP DIALOG MENURUT PAULO FREIRE DAN RELEVANSINYA DENGAN PENDIDIKAN ISLAM

Alwi Mushthofa NIM. 99414363, (2009) KONSEP DIALOG MENURUT PAULO FREIRE DAN RELEVANSINYA DENGAN PENDIDIKAN ISLAM. Skripsi thesis, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

[img]
Preview
Text (KONSEP DIALOG MENURUT PAULO FREIRE DAN RELEVANSINYA DENGAN PENDIDIKAN ISLAM)
BAB I DAN PENUTUP.pdf - Published Version

Download (4MB) | Preview
[img] Text (KONSEP DIALOG MENURUT PAULO FREIRE DAN RELEVANSINYA DENGAN PENDIDIKAN ISLAM)
BAB II,III,IV.pdf - Published Version
Restricted to Registered Academicians of UIN Sunan Kalijaga Only

Download (2MB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsep dialog menurut Paulo Freire dan relevansinya dengan Pendidikan Islam. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Penelitian ini bersifat deskriptif analitik dengan menggunakan pendekatan filosofis. Pendekatan ini digunakan untuk menjelaskan tentang konsep dialog menurut Freire dan relevansinya dengan Pendidikan Islam. Adapun pengumpulan data dilakukan dengan mengumpulkan literatur yang berkenaan langung dengan penelitian ini. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa konsep dialog menurut Paulo Freire terbagi menjadi tiga tema besar. Pertama, dialog adalah pertemuan antar manusia yang dimediasi oleh dunia untuk mengetahui dunia. Kedua, untuk itu tujuan dialog adalah menamai dunia atau realitas. Ketiga, prinsip dialog antara lain cinta, kerendahan hati, kepercayaan, harapan dan sikap kritis. Keempat, dialog sebagai metodologi berarti pendidik dan peserta didik dalam proses pendidikan harus dialogis, demikian juga dengan metodenya juga seharunya lebih dominan menggunakan dialog bukan ceramah. Yang tak kalah pentingnya adalah kurikulum yang dialogis, artinya kurikulum tersebut harus berisi materi yang ada di sekitar peserta didik. Sehingga peserta didik tidak merasa terasing dari lingkungannya. Kelima, dialog sebagai aksi budaya mengandung pengertian bahwa sosio-politik suatu negara tidak terlepas dari bagaimana sistem pendidikan itu diterapkan, sehingga seorang revolusioner mesti menerapkan aksi dialogis dan bukan anti dialogis. Adapun relevansi konsep dialog menurut Paulo Freire dengan pendidikan Islam terbagi menjadi tiga kategori. Pertama, pandangan pendidikan Islam tentang pendidikan dialogis, yaitu bahwa metode pendidikan Islam tidak hanya menggunakan dialog sebagaimana pendidikan Paulo Freire, sebab pendidikan Islam adalah transfer of value disamping disamping transfer of knowledge. Oleh karena itu pendidikan Islam juga menggunakan metode uswatun hasanah, pembiasaan dan bercerita dalam pembelajarannya. Pendidik berfungsi sebagai pembimbing, sedang peserta didik menjadi manusia yang mesti dibimbing. Kurikulum dalam pendidikan Islam tidak hanya persoalan duniawi, tetapi juga ditrandesikan dengan aspek ukhrawi. Kedua, konsep dialog Freire mempunyai relevansi terhadap pendidikan Islam dengan konsep musyawarah dan mujahadahnya. Ketiga, kritik terhadap Freire diantaranya adalah bahwa pendidikan Paulo Freire lebih berorientasi humanisme sekuler sedang pendidikan Islam bertujuan ganda, yaitu orientasi humanis dan religius.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information / Pembimbing: Pembimbing : Dr. Sangkot Sirait, M.Ag
Uncontrolled Keywords: Dialog, Paulo Freire, Relevansi, Pendidikan, Islam
Subjects: Pendidikan Agama Islam
Divisions: Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan > Pendidikan Agama Islam (S1)
Depositing User / Editor: Miftakhul Yazid Fuadi, SIP.
Date Deposited: 09 Aug 2012 11:21
Last Modified: 07 Aug 2017 04:32
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/2310

Actions (login required)

View Item View Item