HADIS NABI TENTANG LIMA FITRAH MANUSIA (STUDY MA’ANIL HADIS)

SINGGIH WAHYU PRAKOSO, NIM. 12530059 (2016) HADIS NABI TENTANG LIMA FITRAH MANUSIA (STUDY MA’ANIL HADIS). Skripsi thesis, UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA.

[img] Text (HADIS NABI TENTANG LIMA FITRAH MANUSIA (STUDY MA’ANIL HADIS))
12530059_BAB-I_IV-atau-V_DAFTAR-PUSTAKA.pdf
Restricted to Registered Academicians of UIN Sunan Kalijaga Only

Download (3MB)
[img] Text (HADIS NABI TENTANG LIMA FITRAH MANUSIA (STUDY MA’ANIL HADIS))
12530059_BAB-II_sampai_SEBELUM-BAB-TERAKHIR.pdf
Restricted to Registered Academicians of UIN Sunan Kalijaga Only

Download (1MB)

Abstract

Penulis mengangkat judul ini sebagai bahan peneltian berawal dari melihat realita yang ada pada saat ini di mana perhatian terhadap lima fitrah semakin lama semakin berkurang. Kelalaian atau pengabaian ini tidak hanya terlihat pada anakanak saja Dewasa, remaja bahkan orang tua sudah semakin abai terhadap lima fitrah ini. Padahal manfaat dalam menjaganya sangat besar sedangkan abai atau lalai terhadapnya akan menimbulkan kemudhorotan. Rumusan masalah dalam penelitian skripsi ini adalah (1) Bagaimana pemaknaan terhadap hadis tentang lima fitrah manusia bila difahami dengan ilmu ma’anil hadis (2) Bagaimana kontekstualisasi hadis tentang lima fitrah manusia dalam konteks kekinian Kajian ini menggunakan metode takhrij hadis, ma’anil hadis, naqd sanad, naqd matan dan i’tibar. Takhrij hadis digunakan untuk mengetahui letak hadis yang setema dalam kitab hadis lain. Ma’anil hadis digunakan untuk mengetahui makna atau kandungan dari hadis. Naqd sanad dan matan digunakan untuk mengetahui kualitas sanad dan matan hadis. I’tibar digunakan untuk mengetahui secara jelas semua rawi yang terdapat didalam hadis yang membahas mengenai lima fitrah manusia. Dengan metode ma’anil hadis Musahadi HAM, hadis-hadis tentang lima fitrah manusia dijelaskan dengan menggunakan kritik historis, yakni keotentikan hadis dengan sejarah, baik secara sanad atau realita social ketika hadis itu disabdakan. Kritik eiditis, yakni konfirmatif kepada hadis-hadis shahih dan al- Qur’an. Kritik praktis menarik relevansi makna hadis dengan konteks kekinian. Setelah peneliti mengadakan penelitian dengan beberapa metode di atas, akhirnya dapat disimpulkan bahwa (1) tidak ada ditemukan komentar negatif terhadap para rawi, oleh karena itu, dari komentar tersebut peneliti mengambil kesimpulan bahwa hadis yang diteliti berstatus shahīh li dzātihi. Adapun hadis yang peneliti teliti adalah yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Tirmizi. (2) Poinpoin yang terdapat pada hadis tentang lima fitrah manusia menurut mayoritas ulama merupakan kebiasaan atau sunnah-sunnah para nabi terdahulu dengan demikian sebagai ummat nabi Muhammad dianjurkan untuk juga melaksanakan sunnah nabi tersebut sebab ada dalil yang menganjurkannya. Hadis tentang lima fitrah manusia secara keseluran merupakan hadis tentang perintah menjaga kebersihan, kerapian dan kesehatan. Dengan menjaga lima fitrah ini manusia akan menjadi makhluk yang mulia sempurna bentuknya sesuai dengan fitrah manusia itu sendiri.Penulis mengangkat judul ini sebagai bahan peneltian berawal dari melihat realita yang ada pada saat ini di mana perhatian terhadap lima fitrah semakin lama semakin berkurang. Kelalaian atau pengabaian ini tidak hanya terlihat pada anakanak saja Dewasa, remaja bahkan orang tua sudah semakin abai terhadap lima fitrah ini. Padahal manfaat dalam menjaganya sangat besar sedangkan abai atau lalai terhadapnya akan menimbulkan kemudhorotan. Rumusan masalah dalam penelitian skripsi ini adalah (1) Bagaimana pemaknaan terhadap hadis tentang lima fitrah manusia bila difahami dengan ilmu ma’anil hadis (2) Bagaimana kontekstualisasi hadis tentang lima fitrah manusia dalam konteks kekinian Kajian ini menggunakan metode takhrij hadis, ma’anil hadis, naqd sanad, naqd matan dan i’tibar. Takhrij hadis digunakan untuk mengetahui letak hadis yang setema dalam kitab hadis lain. Ma’anil hadis digunakan untuk mengetahui makna atau kandungan dari hadis. Naqd sanad dan matan digunakan untuk mengetahui kualitas sanad dan matan hadis. I’tibar digunakan untuk mengetahui secara jelas semua rawi yang terdapat didalam hadis yang membahas mengenai lima fitrah manusia. Dengan metode ma’anil hadis Musahadi HAM, hadis-hadis tentang lima fitrah manusia dijelaskan dengan menggunakan kritik historis, yakni keotentikan hadis dengan sejarah, baik secara sanad atau realita social ketika hadis itu disabdakan. Kritik eiditis, yakni konfirmatif kepada hadis-hadis shahih dan al- Qur’an. Kritik praktis menarik relevansi makna hadis dengan konteks kekinian. Setelah peneliti mengadakan penelitian dengan beberapa metode di atas, akhirnya dapat disimpulkan bahwa (1) tidak ada ditemukan komentar negatif terhadap para rawi, oleh karena itu, dari komentar tersebut peneliti mengambil kesimpulan bahwa hadis yang diteliti berstatus shahīh li dzātihi. Adapun hadis yang peneliti teliti adalah yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Tirmizi. (2) Poinpoin yang terdapat pada hadis tentang lima fitrah manusia menurut mayoritas ulama merupakan kebiasaan atau sunnah-sunnah para nabi terdahulu dengan demikian sebagai ummat nabi Muhammad dianjurkan untuk juga melaksanakan sunnah nabi tersebut sebab ada dalil yang menganjurkannya. Hadis tentang lima fitrah manusia secara keseluran merupakan hadis tentang perintah menjaga kebersihan, kerapian dan kesehatan. Dengan menjaga lima fitrah ini manusia akan menjadi makhluk yang mulia sempurna bentuknya sesuai dengan fitrah manusia itu sendiri.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information / Pembimbing: Dr. Ali Imron, S.Th.I., M.S.I
Subjects: Ilmu Alqur’an dan Tafsir
Divisions: Fakultas Ushuludin dan Pemikiran Islam > Ilmu Alqur’an dan Tafsir (S1)
Depositing User / Editor: Miftahul Ulum, S.Kom ------- youtube : ulum virgo -------- Facebook : digilibuin
Date Deposited: 22 Dec 2016 07:12
Last Modified: 22 Dec 2016 07:12
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/23214

Actions (login required)

View Item View Item