TALAK DAN ‘IDDAH DALAM AL-QUR’AN (KAJIAN TERHADAP HERMENEUTIKA AMINA WADUD MUHSIN)

ARUM MAYASARI, NIM. 12530077 (2016) TALAK DAN ‘IDDAH DALAM AL-QUR’AN (KAJIAN TERHADAP HERMENEUTIKA AMINA WADUD MUHSIN). Skripsi thesis, UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA.

[img]
Preview
Text (TALAK DAN ‘IDDAH DALAM AL-QUR’AN (KAJIAN TERHADAP HERMENEUTIKA AMINA WADUD MUHSIN))
12530077_BAB-I_IV-atau-V_DAFTAR-PUSTAKA.pdf

Download (1MB) | Preview
[img] Text (TALAK DAN ‘IDDAH DALAM AL-QUR’AN (KAJIAN TERHADAP HERMENEUTIKA AMINA WADUD MUHSIN))
12530077_BAB-II_sampai_SEBELUM-BAB-TERAKHIR.pdf
Restricted to Registered Academicians of UIN Sunan Kalijaga Only

Download (1MB)

Abstract

Perceraian merupakan pilihan hukum antara pasangan yang telah menikah, setelah mereka tidak bisa menyatukan perbedaan yang timbul antara keduanya. Talak sebagai salah satu media perceraian merupakan jalan yang ditempuh oleh setiap pasangan yang ingin bercerai. Islam memberikan hak talak ini hanya bagi suami karena ia lebih mendorong keabadian pernikahan. Adapun ketentuan yang mendasari tidak adanya hak bagi perempuan untuk mengucapkan talak ini-pun, sepanjang penelusuran tidak terdapat ketentuan yang secara khusus mengaturnya. Hal tersebut semata-mata didasarkan pada bangunan fikih konvensional yang sudah berdiri kokoh selama berabad yang kental dengan nuansa patriarkal. Amina Wadud Muhsin dengan pemahaman hermeneutika feminismenya dalam membaca al-Qur‟an memandang perihal yang berhak menjatuhkan talak adalah laki-laki telah dianggap sebagai indikasi adanya ketaksejajaran dalam al-Qur‟an yaitu pria memiliki hak talak. Tidak seperti wanita, kaum pria bisa saja berkata „Saya ceraikan kamu‟ untuk memulai tata cara perceraian, kesimpulan tersebut sangat bertolak belakang dengan adat istiadat zaman pra-Islam di mana wanita dapat dengan mudahnya memalingkan wajah untuk menunjukkan penolakannya atas hubungan perkawinan dengan seorang pria. Tidak ada satu petunjuk pun dalam al-Qur‟an yang mengisyaratkan bahwa seluruh kewenangan talak ini harus direnggut dari kaum wanita. Penelitian ini mengajukan dua pokok permasalahan: pertama, bagaimana pandangan para ulama tentang talak dan „iddah dalam Islam?; kedua, agaimana aplikasi Hermeneutika Feminisme Amina Wadud Muhsin mengenai pandangannya tentang talak dan „iddah? Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif karena data yang digunakan berupa dokumentasi Perpustakaan. Oleh karena itu, kajian yang dilakukan ini tergolong jenis penelitian kepustakaan (library research). Yakni penelitian yang bertujuan untuk mengumpulkan data dan informasi dari bantuan bermacam-macam materi yang terdapat di ruang Perpustakaan. Penelitian ini telah menghasilkan beberapa kesimpulan. Di antaranya, pada diskursus talak dalam Islam, terdapat perbedaan pandangan mengenai hak talak yang diberikan pada suami menurut Amina Wadud Muhsin hal tersebut karena al-Qur‟an tidak menyebutkan adanya wanitawanita yang meminta talak dari suaminya, sehingga kenyataan ini digunakan untuk mengambil kesimpulan, wanita tidak memiliki hak talak. Sedangkan Islam memberikan hak talak pada suami dengan segala ketentuannya demi kemaslahatan khususnya dalam hal kerumah tanggaan, hal yang perlu diketahui adalah saat ini sudah banyak hukum yang mengatur syarat-syarat dan ketetapan aturan talak atau perceraian dan konsekuensinya sehingga saat ini sudah ada hak bagi keduanya untuk mengajukan gugatan cerai baik untuk pihak laki-laki maaupun pihak perempuan.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information / Pembimbing: Drs. Mohamad Yusuf, M.SI., dan Prof. Dr. Muhammad Chirzin, M.Ag.,
Subjects: Ilmu Alqur’an dan Tafsir
Divisions: Fakultas Ushuludin dan Pemikiran Islam > Ilmu Alqur’an dan Tafsir (S1)
Depositing User / Editor: Miftahul Ulum, S.Kom ------- youtube : ulum virgo -------- Facebook : digilibuin
Date Deposited: 22 Dec 2016 07:15
Last Modified: 22 Dec 2016 07:15
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/23222

Actions (login required)

View Item View Item