MAKNA TABŻĪR DAN ISRĀF DALAM AL-QUR’AN

UMI ALIFAH, NIM. 12530123 (2016) MAKNA TABŻĪR DAN ISRĀF DALAM AL-QUR’AN. Skripsi thesis, UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA.

[img]
Preview
Text (MAKNA TABŻĪR DAN ISRĀF DALAM AL-QUR’AN)
12530123_BAB-I_IV-atau-V_DAFTAR-PUSTAKA.pdf

Download (1MB) | Preview
[img] Text (MAKNA TABŻĪR DAN ISRĀF DALAM AL-QUR’AN)
12530123_BAB-II_sampai_SEBELUM-BAB-TERAKHIR.pdf
Restricted to Registered Academicians of UIN Sunan Kalijaga Only

Download (1MB)

Abstract

Penelitian ini berangkat dari ketertarikan peneliti tentang tabżīr dan isrāf dikarenakan melihat masyarakat sekarang ini kehidupannya cenderung suka menggunakan harta dengan berlebihan dan kurang bijaksana dalam membelanjakannya. Bahkan berlebih-lebihan bukan hanya pada perkara yang batil saja, namun ada banyak perkara mubah yang tabżīr dan isrāf. Selain itu tema ini menarik untuk dibahas karena belum ada yang pernah membahas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apa saja ayat-ayat tentang tabżīr dan isrāf dalam al-Qur’an? Bagaimana penafsiran ayat-ayat tabżīr dan isrāf dalam al-Qur’an? Apa solusi yang ditawarkan oleh al-Qur’an agar bisa terhindar dari prilaku tabżīr dan isrāf dalam al-Qur’an? Metode penelitian yang digunakan yaitu metode deskriptif-analitis yaitu mendeskripsikan data-data yang telah dikumpulkan dikuti analisis data dan interpretasi terhadap data tersebut guna menemukan jawaban dari persoalan yang dikemukakan. Hasil penelitian ini adalah pertama, tabżīr dan isrāf merupakan dua kata yang berbeda namun memiliki makna dan arti yang hampir sama, bisa dikatakan keduanya saling berhubungan karena tabżīr merupakan dampak dari isrāf. Kedua, tabżīr tidak banyak disebutkan di dalam al-Qur’an, hanya 3 kali di dalam 2 ayat dan 1 surat. Sedangkan isrāf lebih banyak disebutkan yaitu sebanyak 23 kali di dalam 17 surat. Ketiga, tabżīr secara bahasa bermakna boros sedangkan isrāf secara bahasa bermakna berlebih-lebihan. Secara istilah, keduanya memiliki banyak perbedaan pendapat dari para ulama. Tabżīr dan isrāf termasuk perbuatan tercela yang dibenci Allah dan pelakunya oleh Allah dianggap sebagai saudaranya setan. Al-Qur’an telah memberikan solusi-solusi untuk menghindari perilaku tabżīr dan isrāf. Salah satunya yaitu membelanjakan dan menggunakan harta dengan seperlunya, jangan sampai terlalu sedikit namun jangan pula terlalu banyak dan berlebihan karena bisa menyebabkan pemborosan. Lalu, berdasarkan analisis ayat, kebanyakan dari ayat-ayat isrāf, yang dimaksud dengan isrāf adalah orang-orang yang mendurhakai Allah, bermaksiat kepada Allah, tidak mempercayai dan tidak mau mengakui utusan-utusan Allah.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information / Pembimbing: Drs. H. Mahfudz Masduki, M.A.
Uncontrolled Keywords: Tabżīr, Isrāf, Berlebih-lebihan, Pemborosan.
Subjects: Ilmu Alqur’an dan Tafsir
Divisions: Fakultas Ushuludin dan Pemikiran Islam > Ilmu Alqur’an dan Tafsir (S1)
Depositing User / Editor: Miftahul Ulum, S.Kom ------- youtube : ulum virgo -------- Facebook : digilibuin
Date Deposited: 22 Dec 2016 07:22
Last Modified: 22 Dec 2016 07:22
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/23227

Actions (login required)

View Item View Item