Antara Barat dan Timur: Hegemoni, Relasi, Dominasi, dan Globalisasi (Edisi Revisi)

Al Makin, . (2015) Antara Barat dan Timur: Hegemoni, Relasi, Dominasi, dan Globalisasi (Edisi Revisi). Buku, Cet. 2 (No. 1). SUKA-Press Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga, Yogyakarta. ISBN 978-602-1326-52-7 (In Press)

[img]
Preview
Image (Antara Barat dan Timur: Hegemoni, Relasi, Dominasi, dan Globalisasi (Edisi Revisi))
COVER Antara Barat dan Timur.pdf - Cover Image

Download (1MB) | Preview
[img] Archive (Antara Barat dan Timur: Hegemoni, Relasi, Dominasi, dan Globalisasi (Edisi Revisi))
Al Makin - Antara Barat dan Timur (revisi)+cover depan belakang-ok.pdf - Other
Restricted to Registered Academicians of UIN Sunan Kalijaga Only until 29 February 2017.

Download (6MB)

Abstract

Buku yang ada di tangan Anda adalah cetakan kedua, yaitu edisi revisi dengan penerbit yang berbeda. Pertama kali diterbitkan oleh Serambi (Makin 2015a) dan sudah dibaca oleh para mahasiswa matakuliah orientalisme dan oksidentalisme, juga matakuliah lain yang terkait dengan isu-isu antara Barat dan Timur dalam perkembangan pengetahuan dan kecendikiawanan. Edisi pertama buku ini sudah mendapatkan sambutan dan tempat, bahkan diluar kelas. Sudah dibedah dan diresensi di beberapa media dan masih tersedia online. Para mahasiswa di kelas merasa terbantu dengan adanya buku ini, karena buku tentang isu ini tidak banyak ditulis dalam bahasa Indonesia. Banyak literatur pendukung masih dalam bahasa Inggris, Jerman, atau Perancis, yang masih sulit dicerna oleh para mahasiswa. Ada beberapa buku, yang juga tersebut dalam konten buku ini, mengetengahkan isu Barat dan Timur, tetapi masih pada level emosional dan kadang tidak terbuka: traumatik kolonialisasi Barat dan juga bernada kebencian terhadap hegemoni Barat dihadapkan dengan identitas Timur, berupa agama ataupun sentimen nasionalisme. Buku di tangan Anda ini berfungsi sebagai xiv Antara Barat dan Timur pengantar yang bisa membantu dan membimbing para Pembaca untuk lebih mendalami lagi tentang isu Barat dan Timur dengan lebih jernih, terbuka, dan didukung dengan pemahaman literatur dengan cara akademis (artinya profesional dan membebaskan). Beberapa perbaikan dan sistem sudah dilakukan dalam edisi ini: daftar pustaka tidak lagi setiap bab, tetapi menyatu diakhir; update keterangan tentang beberapa tokoh, seperti Burhanuddin Daja yang telah tiada, sebagai tokoh kajian oksidentalisme dan orientalisme dari Yogyakarta; meninggalnya Benedict Anderson sebagai tokoh Indonesianis yang dikagumi baik di Barat maupun di Timur; dan beberapa perbaikan yang memudahkan para Pembaca untuk mencerna kajian ini. Ketika edisi ini akan dicetak kita semua menyaksikan beberapa perubahan peta politik dunia berkait dengan isu Barat dan Timur. Tepat sekali, ada dua peristiwa yang mengubah persepsi kita tentang peta dunia, menangnya referendum Brexit di Inggris yang memutuskan negeri ini untuk keluar dari Uni Eropa dan menangnya Donald Trump atas Hillary Clinton dalam pertarungan tiket kepresidenan Amerika Serikat. Dua hal ini sudah banyak dikaji oleh para analis dan komentator dunia dan semua menafsirkan tentang jurang pemisah dari ideologi yang berperang di dunia dan juga peta Timur dan Barat. Baik itu di Inggris maupun di Amerika kemenangan Brexit dan Trump simbol dari konservatisme dan ideologi tertutup dari selera rakyat kedua negara yang dilanda globalisasi dengan reaksi defense mechanism (pertahanan identitas jati diri kedua negara itu). Brexit sangat mengejutkan karena Eropa saat ini sedang membangun solidaritas bersama dan membangun identitas kolektif dalam menghadapi peta persaingan ekonomi dan politik global. Brexit adalah penegasan lagi bahwa rakyat Inggris tidak semuanya, atau bahkan sebagian besar, menolak penyatuan Eropa dalam hal identitas. Isu ini menguat karena ditengah maraknya konflik Timur Tengah yang menyisakan pekerjaan rumah bagi Eropa untuk menampung para pengungsi dari daerah rawan perang tersebut. Tentu identitas antara pribumi Eropa dan pendatang, apalagi imigran, akan mencuat dan menguat (Makin 2009; Makin 2016b; Makin 2016e). Kenyatannya, Jerman menjadi pionir untuk hal penampungan para pengungsi, walaupun tidak semua rakyat kelihatan bahagia dengan kebijakan ini. Kanselir Jerman Angela Merkel tetap mengambil kebijakan ini.

Item Type: Book
Uncontrolled Keywords: Hegemoni, Relasi, Dominasi, Globalisasi
Subjects: Sosiologi
Divisions: Buku
Depositing User / Editor: Sugeng Hariyanto, SIP (sugeng.hariyanto@uin-suka.ac.id)
Date Deposited: 25 Jan 2017 02:12
Last Modified: 25 Jan 2017 02:18
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/23716

Actions (login required)

View Item View Item