ILMU BUDAYA DAN METODOLOGINYA Bagaimana Ilmu Budaya Menghadapi Perubahan Episteme?

Haryatmoko, . (2012) ILMU BUDAYA DAN METODOLOGINYA Bagaimana Ilmu Budaya Menghadapi Perubahan Episteme? ADABIYYAT, Vol.11 (No. 2). pp. 344-371. ISSN 1412-3509

[img]
Preview
Text (ILMU BUDAYA DAN METODOLOGINYA Bagaimana Ilmu Budaya Menghadapi Perubahan Episteme?)
Haryatmoko - ILMU BUDAYA DAN METODOLOGINYA BAGAIMANA ILMU BUDAYA MENGHADAPI PERUBAHAN EPISTEME.pdf - Published Version

Download (259kB) | Preview

Abstract

This research focuses on how to comprehend cultural study scientifically. In elaborating cultural studies, the main problem lies on digesting reality, which will not be simple. In addition, a certain construct of cultural studies emerges as well as its models of elaboration. By using Gilles-Gaston Granger framework, on the relationship between the object of the study and human comprehension three models of explanation are explained. Those models are energetics, cybernetics, and semantics. The first two models are closer to natural science. These models also tend to be reductive and deterministic. The last model tends to be closer to cultural studies because it touches the actions of human, which needs to be interpreted. Fokus utama tulisan berikut ini berbicara tentang bagaimana memahami ilmu budaya secara ilmiah. Problem mendasar dalam menjelaskan ilmu tersebut terletak pada kenyataan bahwa ia terkait dengan masalah penghayatan kehidupan yang tidak mudah untuk ditentukan,dan hubungannya dengan obyek ilmu tersebut. Dari sini, muncul konstruksi tertentu tentang ilmu budaya yang melahirkan model-model penjelasan tentangnya. Dengan berpijak pada Gilles-Gaston Granger, penulis memaparkan tiga model penjelasan tentang hubungan antara obyek ilmu tersebut dengan penghayatan manusia, yaitu model energetik, model sibernetik dan model semantik. Dua model yang pertama lebih dekat dengan model-model yang berlaku di ilmu alam, dan cenderung mereduksi manusia ke dalam gerak mekanik-kausalitik, sehingga bersifatdeterministik. Sementara yang terakhir, model semantik, dianggap lebih mendekati hakikat ilmu budaya yang bersinggungan dengan tindakan manusia yang harus diinterpretasikan. Kata kunci: ilmu budaya; model; interpretasi.

Item Type: Article
Uncontrolled Keywords: ilmu budaya, model, interpretasi.
Subjects: Kebudayaan Islam
Divisions: Jurnal > 5. Adabiyat
Depositing User / Editor: Sugeng Hariyanto, SIP (sugeng.hariyanto@uin-suka.ac.id)
Date Deposited: 02 Feb 2017 01:58
Last Modified: 02 Feb 2017 01:58
URI: https://digilib.uin-suka.ac.id:80/id/eprint/23765

Actions (login required)

View Item View Item