Zikir dan Kecerdasan lntelektual, Emosional, Spiritual dalam Alquran

M. Fakhrur Rozie, NIM. 0631519 (2016) Zikir dan Kecerdasan lntelektual, Emosional, Spiritual dalam Alquran. Doctoral thesis, UIN Sunan Kalijaga.

[img]
Preview
Text (Zikir dan Kecerdasan lntelektual, Emosional, Spiritual dalam Alquran)
BAB I, VII, DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version

Download (7MB) | Preview
[img] Text (Zikir dan Kecerdasan lntelektual, Emosional, Spiritual dalam Alquran)
BAB II, III, IV, V, VI.pdf - Published Version
Restricted to Registered Academicians of UIN Sunan Kalijaga Only

Download (3MB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsep zikir dalam Alquran dan mengetahui pandangan para pakar tentang potens i-potensi kecerdasan-kecerdasan manusia yang meliputi kecerdasan intelektual (Intellectual ntelligence11), kecerdasan emosional (Emotional lntelligenceEI), dan kecerdasan spiritual {Spiritual lntelligenceSl), serta untuk mengetahui keterkaitan antara Zikir dengan kecerdasan rnanusia. Penelitian tentang zikir sudah banyak ditulis tapi makna tidak utuh seperti dalarn alquran, demikian pula tentang kecerdasan.Namun penelitian yang mengaitkan antara zikir dengan kecerdasan, sampai saat ini belum penulis temukan. Dengan karya ini, penulis berharap karya ini akan menjadi peri ntis bagi penelitian tentang zikir dan kaitannya dengan kecerdasan. Penelitian ini menggunakan metode tafs ir maudhu'i.Pengumpulan data dilakukan dengan riset kepustakaan terhadap data-data pendukung, baik primer maupun sekunder.Sumber primer adalah ayat-ayat di dalam Alquran yang terkait dengan zikir.Sedangkan data sekunder adalah kitab tafsir dan teks Hadits Nabi Muhammad saw. Untuk memperkaya analisa, penulis juga mengeksplorasi lebih jauh pendapat atau pandangan para ulama, pakar, ilmuwan, atau cendekiawan yang terkait dengan Zikir dan kecerdasan. Hasil penelitian menunjukkan: I) Zikir dalam Alquran yang berkaitan dengan Allah memiliki tiga makna utama, yakni 'menyebut', 'mengingat', dan ' menyadari' . Makna 'menyebut' adalah makna terendah.Sementara, makna tertinggi zikir adalah 'menyadari'. 2) Puncak dari amalan zikir yang tertinggi adalah munculnya suatu kesadaran akan kehadiran Tuhan bagi pelaku zikir yang terkonsepsikan dalam istilah seperti 'being with God', 'the presence of God', atau 'OmniPresent' (di kalangan ilmuwan barat) atau 'khudlur ', 'tajjali ', atau 'alhadharat ilahi ' (dalam pandangan ilmuwan muslim). 3) Ayat-ayat zikir dengan formula 'tasbih', ' tahmid', dan ' takbir' memiliki kaitan dengan kecerdasan manusia. Ayat tasbih memiliki kaitan dengan Intellectual intelligence (I I) yang mendorong untuk penggunaan akal untuk menganal isa fenomena-fenomena di alarn semesta. Ayat-ayat tahmid berkaitan denganEmotional Jntelligence(E I) yang mendorong manusia untuk menggunakan suara hati sebagai sumber informasi dalam bertindak da lam kehidupan. Ayat-ayat takbir memiliki kaitan dengan peningkatan Spiritual lntelligence(SI) yang mengajak seorang hamba untuk melakukan ibadah yang lebih bermakna dengan mendengar suara hati ilahiyah yang sudah ada pada setiap diri manusia. Kata kunci: Zikir, Formula Zikir, Kecerdasan Manus ia, IQ, EQ, SQ.

Item Type: Thesis (Doctoral)
Additional Information / Pembimbing: 1. Prof. Dr. H. Muhammad, M.Ag 2. Dr. Sekar Ayu Aryani, M.A
Uncontrolled Keywords: Zikir, Formula Zikir, Kecerdasan Manus ia, IQ, EQ, SQ.
Subjects: al Qur'an
Divisions: Pascasarjana > Disertasi > Ilmu Agama Islam
Depositing User / Editor: Sugeng Hariyanto, SIP (sugeng.hariyanto@uin-suka.ac.id)
Date Deposited: 02 Feb 2017 02:14
Last Modified: 02 Feb 2017 02:14
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/23812

Actions (login required)

View Item View Item