Antara Ziarah Religius dan Kapitalisasi di Era Globalisasi: Catatan Etnografis Umrah

Al Makin, . (2016) Antara Ziarah Religius dan Kapitalisasi di Era Globalisasi: Catatan Etnografis Umrah. Afkaruna, Vol.12 (No. 1). pp. 114-134.

[img]
Preview
Text (Antara Ziarah Religius dan Kapitalisasi di Era Globalisasi: Catatan Etnografis Umrah)
AL MAKIN - Antara ziarah religius dan kapitalisasi afkaruna.pdf - Published Version

Download (144kB) | Preview
Official URL: http://journal.umy.ac.id/index.php/afkaruna/articl...

Abstract

This article is written based on ethnographical notes, through observation, interviews, and direct involvement in the lesser pilgrimage (umroh) to Medina on March 12-20, 2016. The writing focuses on the performance of the ritual and other factors which have influenced the development of the holy city from social, economic, and cultural perspectives making the modern city of Medina. This article reveals that Medina as a holy city of pilgrimage destination grows with modern capitalism with the mushrooming business in accommodation and world products. Not only does the religion of Islam mix with capitalism, but the combination of the two does not decrease the sacrality of the city and the performance of the rituals in the city. In fact, the sacrality and holiness remain intact amidst commercialization of the city in the forms of luxuriouos hotels, malls, and modern kiosks. What is more, modern Medina is a symbol of plurality with the Muslim visitors for pilgrimage coming from different countries who bring their own local cultures and various religious traditions seen in their diverse fashions, traditions, and religious rites. Keywords: religiosity, religious commodifications, umrah ABSTRAK Tulisan ini berasal dari data etnografi, catatan, observasi, wawancara dan pengalaman langsung ziarah umroh ke Madinah pada tanggal 12-20 Maret, 2016. Catatan yang berfokus pada ritual dan faktor yang mempengaruhi Madinah modern dari sisi sosial, ekonomi, dan budaya untuk berusaha memotret Madinah dari berbagai sudut. Dalam artikel ini ditemukan potret Madinah sebagai kota tujuan ibadah ziarah dan juga sekaligus kapitalisasi modern dengan menjamurmnya bisnis akomodasi dan produk-produk dunia. Tidak hanya fenomena agama berbaur dan akrab dengan dunia kapitalisme, namun juga penyatuan keduanya tidak menyurutkan ritualitas keagamaan. Kenyataannya, kesucian kota itu tetap terjaga ditengah komersialisasi Madinah dengan maraknya kemegahan hotel, mall, dan kios-kios. Madinah modern juga sekaligus menjadi penanda pluralnya kaum Muslim dunia dengan membawa budaya dan tradisi keislaman yang berbeda-beda terlihat dari mode pakaian, tradisi, dan praktek keagamaan dalam ziarah di kota itu. Kata kunci: relijiusitas, komodifikasi agama, umrah

Item Type: Article
Uncontrolled Keywords: relijiusitas, komodifikasi agama, umrah, religiosity, religious commodifications, umrah
Subjects: AGAMA - SAINS - BUDAYA
Divisions: Artikel (Terbitan Luar UIN)
Depositing User / Editor: Sugeng Hariyanto, SIP (sugeng.hariyanto@uin-suka.ac.id)
Date Deposited: 27 Feb 2017 04:14
Last Modified: 27 Feb 2017 04:14
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/24248

Actions (login required)

View Item View Item