TARI BEDANA DI NEGERI OLOK GADING TELUK BETUNG BARAT BANDAR LAMPUNG (STUDI KASUS KESENIAN ISLAM 1968-2015 M)

AGUS MAHFUDIN SETIAWAN, NIM. 12120041 (2017) TARI BEDANA DI NEGERI OLOK GADING TELUK BETUNG BARAT BANDAR LAMPUNG (STUDI KASUS KESENIAN ISLAM 1968-2015 M). Skripsi thesis, UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA.

[img]
Preview
Text (TARI BEDANA DI NEGERI OLOK GADING TELUK BETUNG BARAT BANDAR LAMPUNG (STUDI KASUS KESENIAN ISLAM 1968-2015 M))
12120041_BAB-I_IV-atau-V_DAFTAR-PUSTAKA.pdf

Download (3MB) | Preview
[img] Text (TARI BEDANA DI NEGERI OLOK GADING TELUK BETUNG BARAT BANDAR LAMPUNG (STUDI KASUS KESENIAN ISLAM 1968-2015 M))
12120041_BAB-II_sampai_SEBELUM-BAB-TERAKHIR.pdf
Restricted to Registered Academicians of UIN Sunan Kalijaga Only

Download (1MB)

Abstract

Tari Bedana Di Negeri Olok Gading Teluk Betung Barat Bandar Lampung (Studi Kasus Kesenian Islam 1968-2015 M) Tarian tradisional suatu bangsa merupakan bentuk seni pertunjukan perlu untuk dilestarikan. Seni tari Bedana pada mulanya muncul di Kampung Palembang, Teluk Betung, Bandar Lampung, Lampung pada tahun 1942 M. Kemudian berkembang sampai ke seluruh Provinsi Lampung. Kesenian ini semula berfungsi sebagai media syiar Islam kemudian beralih sebagai seni pertunjukan atau hiburan. Seni tari Bedana dalam penyajiannya hanya ditampilkan oleh laki–laki, tidak boleh berpasangan dengan yang bukan muhrim. Pertunjukan tari ditampilakn secara vertikal (maju mudur). Tarian ini diringi oleh lagu shalawat dan bahasa lokal. Alat musik pengiringnya gambus, rebbana, dan ketipung. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatam sejarah budaya. Pendekatan ini digunakan untuk penelaahan serta sumber-sumber lain yang berisi informasi mengenai masa lampau dan dilaksanakan secara sistematis. Pendekatan kebudayaan juga dapat difahami sebagai cara memahami kesenian dengan melihat wujud tradisi yang tumbuh dan berkembang dalam suatu masyarakat. Kemudian teori yang digunakan pada penelitian ini adalah evolusi dan teori peranan. Evolusi merupakan peruses perubahan yang lambat dari rendah, ke tinggi, dan kompleks. Teori peranan ada 3 unsur yaitu peranan posisi seorang individu dalam masyarakat, peranan dalam organisasi, dan struktur sosial. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode sejarah. Ada empat tahao dalam metode penulisan sejarah yaitu heuristik (pengumpulan data), verifikasi (kritik sumber), interpretasi (penafsiran), dab historiografi (penulisan sejarah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk kajian Tari Bedana terdiri dari sejarah terbentuknya Tari Bedana, makna gerak, musik iringan dan busana, serta tempat pertunjukkan. Sanggar Angon Saka memiliki usaha-usaha dalam pelestaraian Tari Bedana dengan cara: a). latihan satu kali dalam satu minggu, b). pementasan disetiap kegiatan sendiri ataupun bekerjasama dengan pihak luar, contohnya dengan Dinas Pariwisata, serta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, c). pendaftaran anggota baru yang dilakukan 2 tahun sekali.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information / Pembimbing: Fatiyah, S.Hum, MA.
Uncontrolled Keywords: Tari Bedana, Tradisional, Negeri Olok Gading.
Subjects: Sejarah Peradaban / Kebudayaan Islam
Divisions: Fakultas Adab dan Ilmu Budaya > Sejarah Kebudayaan Islam (S1)
Depositing User / Editor: Miftahul Ulum [IT Staff] ---- youtube : ulum virgo -------- Facebook : digilibuin
Date Deposited: 10 Mar 2017 09:44
Last Modified: 10 Mar 2017 09:44
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/24423

Actions (login required)

View Item View Item