TRADISI DAN MODERNITAS (TELAAH ATAS PERUBAHAN PRAKTIK RITUAL NYADAR WARGA PINGGIRPAPAS, KECAMATAN KALIANGET, KABUPATEN SUMENEP, MADURA)

SYARIF HIDAYATULLAH, NIM. 12720030 (2016) TRADISI DAN MODERNITAS (TELAAH ATAS PERUBAHAN PRAKTIK RITUAL NYADAR WARGA PINGGIRPAPAS, KECAMATAN KALIANGET, KABUPATEN SUMENEP, MADURA). Skripsi thesis, UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA.

[img] Text (TRADISI DAN MODERNITAS (TELAAH ATAS PERUBAHAN PRAKTIK RITUAL NYADAR WARGA PINGGIRPAPAS, KECAMATAN KALIANGET, KABUPATEN SUMENEP, MADURA))
12720030_BAB-I_IV-atau-V_DAFTAR-PUSTAKA.pdf - Published Version

Download (2MB)
[img] Text (TRADISI DAN MODERNITAS (TELAAH ATAS PERUBAHAN PRAKTIK RITUAL NYADAR WARGA PINGGIRPAPAS, KECAMATAN KALIANGET, KABUPATEN SUMENEP, MADURA))
12720030_BAB-II_sampai_SEBELUM-BAB-TERAKHIR.pdf - Published Version
Restricted to Registered Academicians of UIN Sunan Kalijaga Only

Download (892kB)

Abstract

Fenomena perubahan praktik tradisi Nyadar di Desa Pinggirpapas, Kecamatan Kalianget, Kabupaten Sumenep, menjadi objek utama dalam penelitian ini. Beberapa penelitian sebelumnya ada yang membahas tradisi Nyadar namun mempunyai fokus dan objek kajian yang berbeda. Tujuan penelitian untuk mengetahui faktor-faktor penyebab terjadinya perubahan dan pendorong perubahan serta makna tradisi Nyadar bagi kehidupan masyarakat Pinggirpapas, Kecamatan Kalianget, Kabupaten Sumenep. Teori perubahan sosial yang digagas oleh Gillin dan Gillin, yang menyatakan perubahan sosial sebagai suatu variasi dari cara-cara hidup yang telah diterima. Serta analisis faktor perubahan sosial menggunakan teori Selo Soemarjan yang mengidentifikasi faktor perubahan menjadi dua faktor yaitu internal dan eksternal serta beberapa faktor pendorong terjadi perubahan. Metode penelitian menggunakan metode penelitian kualitatif. Metode pengumpulan data menggunakan metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data melalui tahapan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan faktor perubahan praktik Nyadar disebabkan faktor internal, eksternal dan faktor pendorong. Faktor internal meliputi penemuan-penemuan baru. Faktor eksternal meliputi pengaruh kebudayaan masyarakat lain. Faktor pendorong meliputi kontak dengan kebudayaan lain dan sistem pendidikan formal yang maju. Adapun bentuk-bentuk perubahannya antara lain: dari berjalan kaki hingga kendaraan bermotor yaitu proses pelaksanaan tradisi Nyadar dahulu dilaksanakan dengan berjalan kaki dan sekarang menggunakan kendaraan bermotor, etika berpakaian yaitu tata aturan berpakaian sopan saat mengikuti proses pelaksanaan tradisi Nyadar, desakralisasi Nyadar yaitu menurunnya pandangan masyarakat terhadap sakralitas tradisi Nyadar, kualitas kekhidmatan yaitu menurunnya tingkat kekhidmatan masyarakat dalam melaksanakan tradisi Nyadar. Sedangkan makna tradisi Nyadar bagi masyarakat Pinggirpapas antara lain; makna kerukunan yaitu pengaruh tradisi Nyadar terhadap hubungan sosial antar masyarakat, makna kesejahteraan yaitu sumbangsih tradisi Nyadar terhadap kesejahteraan hidup masyarakat, makna penghormatan yaitu sebagai bukti penghormatan masyarakat terhadap para leluhur.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information / Pembimbing: Dr. Yayan Suryana, M.Ag.,
Uncontrolled Keywords: Perubahan, Faktor Perubahan, Makna Tradisi Nyadar
Subjects: Sosiologi
Divisions: Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora > Sosiologi (S1)
Depositing User / Editor: Drs. Bambang Heru Nurwoto
Date Deposited: 27 Mar 2017 01:08
Last Modified: 27 Mar 2017 01:08
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/24734

Actions (login required)

View Item View Item