TINJAUAN HUKUM ISLAM TERHADAP PERJANJIAN GADAI MOTOR YANG DIPINJAMKAN (STUDI DI CV. MEGA PERDANA JL. PATEHAN, YOGYAKARTA)

AMALIA TIARA WULANDARI, NIM : 13380026 (2017) TINJAUAN HUKUM ISLAM TERHADAP PERJANJIAN GADAI MOTOR YANG DIPINJAMKAN (STUDI DI CV. MEGA PERDANA JL. PATEHAN, YOGYAKARTA). Skripsi thesis, UIN Sunan Kalijaga.

[img]
Preview
Text (TINJAUAN HUKUM ISLAM TERHADAP PERJANJIAN GADAI MOTOR YANG DIPINJAMKAN (STUDI DI CV. MEGA PERDANA JL. PATEHAN, YOGYAKARTA))
13380026_BAB-I_IV-atau-V_DAFTAR-PUSTAKA.pdf - Published Version

Download (10MB) | Preview
[img] Text (TINJAUAN HUKUM ISLAM TERHADAP PERJANJIAN GADAI MOTOR YANG DIPINJAMKAN (STUDI DI CV. MEGA PERDANA JL. PATEHAN, YOGYAKARTA))
13380026_BAB-II_sampai_SEBELUM-BAB-TERAKHIR.pdf - Published Version
Restricted to Registered Academicians of UIN Sunan Kalijaga Only

Download (4MB)

Abstract

CV. Mega Perdana (CV. MP) merupakan salah satu lembaga gadai swasta yang menerapkan sistem gadai yang kemudian meminjamkan motor barang gadaian kepada pihak ketiga. Kegiatan usaha tersebut memberlakukan dua perjanjian dalam satu kegiatan usaha yakni gadai yakni perjanjian gadai antara pihak penggadai dan penerima gadai (CV. MP) dan perjanjian pinjam meminjam antara pihak peminjam dan pemberi pinjaman (CV. MP). Adanya dua perjanjian yang dilakukan dalam satu kegiatan usaha (multi akad) dalam hukum Islam dikenal dengan al-‘uqu>d al-murakkabah atau multi akad. Multi akad boleh diterapkan dengan syarat tidak bertentangan dengan prinsip-prinsip muamalah yang ada. Dari sistem yang dibuat CV. MP serta aturan-aturan yang diberlakukakn dalam praktik gadai. Penyusun tertarik untuk menganalisis keabsahan dan kesesuain praktik gadai menurut perspektif hukum Islam dengan teori rahn, ija>rah dan konsep al-‘uqud murakkabah. Dengan rumusan masalah: 1. Bagaimana tinjauan hukum Islam terhadap perjanjian gadai motor yang dipraktikan di CV. MP? 2. Bagaimana solusi agar perjanjian tesebut sah menurut hukum Islam?. Penelitian yang dilakukan merupakan field research atau penelitian lapangan. Studi lapangan yang meliputi observasisecara langsung wawancara kepada pimpinan, karyawan CV. MP dan nasabah yang terkait. Sifat penelitian ini deskriptif-analitik. Setelah mengumpulkan dan menyusun data, kemudian dilakukan analisis terhadap data tersebut menggunakan norma hukum Islam. Perjanjian gadai yang dilakukan telah sesuai dengan ‘aqd al-rahn ditinjau dari definisinya. Ditinjau dari rukun-rukunnya akad gadai yang dipraktikan di CV.MP telah terpenuhi. Sedangkan, bila ditinjau dari syarat-syaratnya ada beberapa syarat yang tidak mas}lah}ah bagi keberadaan barang yang digadaikan yakni adanya pemanfaatan barang gadai dengan jalan tas}arru>f dan pemindah milikan ketika penggadai tidak dapat melunasi utang pada waktu yang telah ditentukan. Serta adanya tambahan syarat berupa bunga yang tinggi yakni 6% menyebabkan akad (perjanjian) yang dilakukan menjadi tidak syah (batal) karena adanya beberapa syarat yang tidak memberikan mas}lah}ah bagi salah satu pihak dan bahkan memberikan ke-mad}a>rratan. Analisis terhadap perjanjian kedua yang dilakukan CV. MP kepada pihak ketiga menjadi sah apabila akad pertama yang dilakukan sah. Solusi agar akad pertama yang terdapat dua akad didalamnya menjadi sah dengan menggunakan konsep al-‘uqu>d al-murakkabah model al-‘uqu>d al-mujtamiah (akad terkumpul). Konsep ini menawarkan kebolehan para pihak dalam berakad untuk menggabungkan dua akad sekaligus dalam satu akad atau satu kegiatan. Aplikasinya dalam praktik gadai motor yang kemudian menyewakan kembali motor gadaian kepada pihak ke-3 di CV. MP dengan konsep rahn ma’a al-‘ija>rah yakni penggadai dan pemberi gadai bersepakat untuk meminjamkan atau menyewakan kembali motor gadaian kepada pihak ketiga. Dari praktik rahn ma’a al-‘ijar>ah tersebut pihak penggadai sepakat dan rela tanpa adanya unsur paksaan bahwa motornya akan dipinjamkan kepada pihak ketiga, serta mendapatkan penjelasan (transparan) kepada siapa dan berapa lama waktu peminjaman. Apabila ada imbalan dari penggunaan barang yang digadaikan tersebut pihak pertama selaku penggadai hendaknya mendapatkan bagian dari keuntungan tersebut. Tidak hanya itu pihak CV. MP juga bersikap transparan terhadap pihak peminjam bahwa motor yang dipinjamkan merupakan motor gadaian. Serta yang harus diperhatikan pihak CV. MP tidak memberlakukan aturan yang tidak sesuai dengan prinsip muamalah.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information / Pembimbing: ABDUL MUGHITS, S. AG., M.AG
Uncontrolled Keywords: hukum islam, perjanjian, dan gadai motor
Subjects: Muamalat
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Muamalah (S1)
Depositing User / Editor: Sugeng Hariyanto, SIP (sugeng.hariyanto@uin-suka.ac.id)
Date Deposited: 19 Apr 2017 06:25
Last Modified: 19 Apr 2017 06:25
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/25187

Actions (login required)

View Item View Item