MERAJUT PARADIGMA FILSAFAT ISLAM KEINDONESIAAN: Fresh Ijtihad Memperjumpakan Ulum al-din dan Sains Modern dalam Keilmuan Keagamaan Islam untuk Pembangunan Bangsa

Abdullah, M. Amin (2014) MERAJUT PARADIGMA FILSAFAT ISLAM KEINDONESIAAN: Fresh Ijtihad Memperjumpakan Ulum al-din dan Sains Modern dalam Keilmuan Keagamaan Islam untuk Pembangunan Bangsa. In: FILSAFAT ISLAM: HISTORISITAS DAN AKTUALISASI (Peran dan Kontribusi Filsafat Islam bagi Bangsa). Prosiding, Vol. 1 (Cet. 1). FA Press, Yogyakarta, pp. 229-268. ISBN 978-602-70288-5-2

[img]
Preview
Image
cover.jpg

Download (94kB) | Preview
[img]
Preview
Text
daftar isi.pdf

Download (327kB) | Preview
[img]
Preview
Text (MERAJUT PARADIGMA FILSAFAT ISLAM KEINDONESIAAN: Fresh Ijtihad Memperjumpakan Ulum al-din dan Sains Modern dalam Keilmuan Keagamaan Islam untuk Pembangunan Bangsa)
12. M. Amin Abdullah - MERAJUT PARADIGMA FILSAFAT ISLAM KEINDONESIAAN Fresh Ijtihad Memperjumpakan Ulum al-din dan Sains Modern dalam Keilmuan Keagamaan Islam untuk Pembangunan Bangsa.pdf - Published Version

Download (574kB) | Preview

Abstract

Trend keilmuan agama Islam (Ulum al-din) masa depan, lebih-lebih Ilmu Kalam/Filsafat Islam adalah keilmuan agama yang terintegrasi-terinterkoneksi dengan disiplin keilmuan yang lain. Keilmuan agama (Islam) berinteraksi dan berdialog dengan sains modern, keilmuan sosial, humaniora termasuk studi agama (religious studies). Jika keilmuan Kalam dan Filsafat Islam dan cabang keilmuan agama (Islam) yang lain merasa cukup dengan dirinya sendiri (al-muhafadzah ‘ala al-qadim al-salih), tanpa mau bersentuhan dan berhubungan dengan keilmuan lain (wa al-akhdz bi al-jadid al-aslah), maka ia tidak punya masa depan yang dapat diharapkan, bahkan diragukan kontribusinya dalam pembangunan karakter bangsa. Trend keilmuan agama (Islam) masa depan adalah takamul al-ulum wa izdiwaj al-ma’arif (Saling melengkapi antar pandangan berbagai disiplin ilmu dan pergumulan teoritis dan metodologis secara instrinsik antar berbagai cabang pengetahuan dan keilmuan). Kebijakan linearitas dalam ilmu keagamaan tidak bisa dipertahankan, tanpa mengandung resiko yang harus dihadapi. Tulisan ini menjelaskan tema-tema apa saja yang diperlukan untuk membentuk world view keagamaan (Islam) yang baru yang dapat berkontribusi dalam pembangunan karakter bangsa. Keilmuan agama Islam memerlukan fresh ijtihad untuk menghadapi kehidupan kontemporer, tidak cukup hanya dengan cara mengulang-ulang pengalaman masa lalu tanpa menengok bagaimana perkembangannya di masa kini dan masa depan. Masa lalu (al-turats) tetap diperlukan, namun diperlukan juga pergeseran paradigma ke arah masa kini (al-hadatsah) dalam melihat dan memecahkan persoalan keagamaan kontemporer, khususnya yang terkait dengan isu pembangunan karakter bangsa dalam format negara bangsa (nation-states).

Item Type: Book Section
Uncontrolled Keywords: Filsafat Islam
Subjects: Filsafat Islam
Divisions: Prosiding (Proceeding)
Depositing User / Editor: Sugeng Hariyanto, SIP (sugeng.hariyanto@uin-suka.ac.id)
Date Deposited: 15 Jun 2017 13:33
Last Modified: 15 Jun 2017 13:33
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/25555

Actions (login required)

View Item View Item