PENDEKATAN KESASTRAAN TERHADAP KISAH-KISAH AL-QUR'AN (KAJIAN ATAS AL-FANN AI-QASASI FI AL-QUR'AN AL-KARIM KARYA MUHAMMAD AHMAD KHALAFULLAH)

ARINA MANASIKANA, NIM. 99532849 (2005) PENDEKATAN KESASTRAAN TERHADAP KISAH-KISAH AL-QUR'AN (KAJIAN ATAS AL-FANN AI-QASASI FI AL-QUR'AN AL-KARIM KARYA MUHAMMAD AHMAD KHALAFULLAH). Skripsi thesis, UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA.

[img]
Preview
Text (PENDEKATAN KESASTRAAN TERHADAP KISAH-KISAH AL-QUR'AN (KAJIAN ATAS AL-FANN AL-QASASI FI AL-QUR'AN AL-KARIM KARYA MUHAMMAD AHMAD KHALAFULLAH))
BAB I, V, DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version

Download (5MB) | Preview
[img] Text (PENDEKATAN KESASTRAAN TERHADAP KISAH-KISAH AL-QUR'AN (KAJIAN ATAS AL-FANN AL-QASASI FI AL-QURAN AL-KARIM KARYA MUHAMMAD AHMAD KHALAFULLAH))
BAB II, III, IV.pdf - Published Version
Restricted to Registered Academicians of UIN Sunan Kalijaga Only

Download (15MB)

Abstract

Kisah-kisah al-Qur'an sebagai salah satu bentuk pemaparan dalam alQur'an untuk menjelaskan kandungan maknanya merupakan bagian terbesar dalam al-Quran. Karena al-Qur'an tidak lahir dari ruang kosong dan hampa budaya, maka penyampaian pesan dan kemudian menjadi semacam gambaran umat di masa lalu dengan metode penceritaan menempati posisi penting dalam tema-tema ulum al-Qur'an. Bentuk pemaparan naratif ini yang paling banyak dipakai oleh al-Qur'an untuk menjelaskan doktrin teologisnya, karena dianggap lebih mudah dan "membumi" dalam usaha penyampain pesan moral al-Qur'an. Jikalau pesan yang ingin disampaikan dalam bentuk nasihat yang tanpa variasi,maka, alih-alih untuk menarik perhatian akal, bahkan semua isinya pun tak kan bisa dipahami. Bahkan, digunakannya kisah-kisah untuk membuktikan kebenaran ajaran Muhammad dan berita-berita umat terdahulu yang dikisahkan itu adalah salah satu kemu'jizatan al-Qur'an. Pendekatan sastrawi merupakan suatu rangkaian metodologis yang ditawarkan oleh Muhammad Ahmad Khalafullah, salah seorang pemikir Islam kontemporer dari Mesir yang brilian, untuk "membaca" kisah-kisah dalam alQur'an. Pendekatan ini berangkat dari asumsi bahwa al-Qur'an sebagai kitab sastra terbesar yang amat kaya dengan nilai estetik, sehingga diperlukan pendekatan sastra untuk "membacanya", sebagai counter atas pendekatan sejarah yang seringkali mengalami kebuntuan metodologis tatkala dipakai untuk menganalisis narasi-narasi al-Qur'an. Metode ini dipandang mampu menghipnotis pembaca untuk menelaah lebih lanjut pesan yang ingin disampaikannya. Menurutnya, para penafsir sering terjebak ke dalam posisi yang demikian fatal dalam menafsirkan ayat-ayat al-Qur'an adalah karena kesalahan mereka dalam menggunakan metodologi. Selama ini, metodologi yang umum dipakai untuk mempelajari tafsir kisah-kisah al-Qur'an adalah melalui pendekatan sejarah (historis). Artinya, mereka membaca kisah-kisah dalam al-Qur'an tersebut sebagaimana mereka membaca teks-teks sejarah. Padahal yang lazim, digunakan untuk menangkap pesan-pesan dari kisah-kisah al-Qur'an adalah dengan membacanya sebagai teks-teks keagamaan dan teks-teks sastra yang memiliki keindahan dan keistimewaan tersendiri. Untuk mencapai tujuan tersebut, peneliti menggunakan pendekatan historis-faktual, dan metode sastra dengan berusaha memahami simbol-simbol bahasa yang terdapat dalam teks. Adapun model analisa yang dipakai adalah analisis eksplanatoris (explanatory analysis). Tahapan-tahapan metodologis ini dipakai sebagai alat analisis untuk mengtmgkap biografi, menjelaskan paradigma teori Khalafullah, juga mengkritisinya. Dengan mendehistorisasi dan mereinterpretasi narasi kisah-kisah yang terdapat dalam al-Qur'an dengan membatalkan atau menolak simpulan yang menyebut bahwa narasiwa narasi kisah merupakan narasi historis yang memiliki kebenaran sejarah dan kebenaran moral dan logis.Asumsinya, al-Qur'an merupakan teks sastra terbesar dengan segala kelebihannya. Oleh karena itu, ia harus dihampiri dengan pendekatan sastrawi pula- yang lantas menjadi nwaran metodologi dalam karya kontroversialnya al-Fann al-Qasasi fi al-Qur'an al-Karim.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information / Pembimbing: Drs. H. Muhammad Yusron, M.A.,
Uncontrolled Keywords: pendekatan kesastraan, kisah kisah al- Qur'an, al-Fann al-Qasasi fi al-Quran al-Karim
Subjects: Tafsir Hadist
Divisions: Fakultas Ushuludin dan Pemikiran Islam > Tafsir Hadist (S1)
Depositing User / Editor: H. Zaenal Arifin, S.Sos.I., S.IPI.
Date Deposited: 19 Jun 2017 07:43
Last Modified: 19 Jun 2017 07:51
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/25590

Actions (login required)

View Item View Item