GEREJA SANTO ANTONIUS MUNTILAN (Sejarah Perkembangan Misi Tabun 1894-1945)

Wahyu Hidayati Ningsih, NIM.99523038 (2005) GEREJA SANTO ANTONIUS MUNTILAN (Sejarah Perkembangan Misi Tabun 1894-1945). Skripsi thesis, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

[img]
Preview
Text
BAB I, V, DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (11MB) | Preview
[img] Text
BAB II, III, IV.pdf
Restricted to Registered Academicians of UIN Sunan Kalijaga Only

Download (19MB)

Abstract

Gereja Santo Antonius Muntilan merupakan salah satu nama Gereja yang berada di Kabupaten Magelang, Jawa tengah. Keberadaan Gereja ini sangat penting, terutama apabila kita kaitkan dengan sejarah perkembangan misi di Jawa. Karena dari Gereja inilah lahir generasi perintis penginjilan di Jawa bahkan sampai di luar Jawa. Selain itu di tempat inilah misi bagi orang-orang Jawa dapat berkembang. Keberhasilan misi bagi penduduk Jawa ini, karena saat itu setrategi yang dipakai para misionaris sangat tepat, sehingga Muntilan pada masa itu sebagai satu-satunya pusat misi bagi orang-orang Jawa, sedangkan di tempat lain, Gereja lebih melayani bagi umat Katolik yang berbangsa Belanda, Indo dan khusus melayani bagi tangsi-tangsi tentara Belanda. Pada penelitian ini penulis lebih memfokuskan pada misi awal tahun 1894 sampai tahun 1945, dimana saat itu bertepatan dengan kedatangan tentara Jepang ke nusantara yang juga mempengarui karya misi di Gereja Santo Antonius Muntilan. Penelitian ini menggunakan metode sejarah sebagai pendekatannya. Sedangkan metode pengumpulan data yang digunakan adalah interview atau wawancara, dan mengadakan studi dokumen-dokumen yang tersimpan di Museum misi Muntilan. Dari hasil penelitian yang dilakukan di Gereja Santo Antonius Muntilan, peneliti menyimpulkan bahwa Kegagalan yang dialami awal misi di Muntilan disebabkan karena tidak adanya misionaris yang mahir berbahasa dan memahami adat istiadat Jawa, tidak adanya misionaris yang menetap di pedusunan dan adanya prasangka dari misionaris bahwa orang-orang Jawa tidak mungkin menerima Injil karena telah memeluk agama Hindu, Budha, Islam dan kepercayaan lain secara kuat, selain itu karena adanya pandangan dari masyarakat Jawa sendiri bahwa agama Katolik adalah agama Barat atau agama penjajah. Metode yang digunakan misionaris untuk mengembangkan misi di Muntilan adalah melalui penempatan tukoh di perkampungan dan pengaturan setrategi oleh misionaris, melalui pendekatan dibidang kultural, ekonomi, kesehatan dan terutama pendidikan.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information / Pembimbing: Drs. H. Chumaidi Syarif Romas, M.Si / Ustadi Hamzah, M.Ag.
Uncontrolled Keywords: GEREJA SANTO ANTONIUS, Misi Tabun 1894-1945
Subjects: Agama (Religion)
Divisions: Fakultas Ushuludin dan Pemikiran Islam > Perbandingan Agama (S1)
Depositing User / Editor: Miftakhul Yazid Fuadi, SIP.
Date Deposited: 04 Jul 2017 02:44
Last Modified: 04 Jul 2017 02:44
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/25727

Actions (login required)

View Item View Item