POLIGAMI DI KALANGAN TUAN GURU DI PRAYA LOMBOK TENGAH NTB

ARDIANI, NIM. 01350588 (2006) POLIGAMI DI KALANGAN TUAN GURU DI PRAYA LOMBOK TENGAH NTB. Skripsi thesis, UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA.

[img]
Preview
Text (POLIGAMI DI KALANGAN TUAN GURU DI PRAYA LOMBOK TENGAH NTB)
BAB I, V, DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version

Download (4MB) | Preview
[img] Text (POLIGAMI DI KALANGAN TUAN GURU DI PRAYA LOMBOK TENGAH NTB)
BAB II, III, IV.pdf - Published Version
Restricted to Registered Academicians of UIN Sunan Kalijaga Only

Download (4MB)

Abstract

Ketika mengkaji sejarah, maka akan terlihat jelas bahwa masalah poligami ada sejak Islam belum datang. Bahkan poligami merupakan warisan nenek moyang yang sudah berakar di kalangan masyarakat dunia urnumnya dan Indonesia khususnya. Masalah poligami ini juga turun temurun selalu jadi perbincangan yang sangat menarik dalam kehidupan rnasyarakat, lebih-lebih di kalangan Tuan Guru yang ada di pulau Lombok. Menurut catatan data yang diperoleh penyusun, dari 149 Tuan Guru yang ada di pulau Lombok, hanya ernpat yang tidak berpoligami. Oleh karenanya, penelitian ini akan menjadi semakin rnenarik apabila dilengkapi dengan data-data yang valid dan kemudian dikupas secara mendetail dengan mengacu pada kerangka teoritik yang dibangun. Penelitin ni terfokus pada seputar poligami para Tuan Gum yang menjadi model dan sosok yang begitu disorot kehidupannya oleh masyarakat luas, terutama dalam masalah poligami. Tuan Guru seolah-olah layaknya selebritis yang kehidupannya nyaris menjadi perbincangan menarik, baik itu bagi jama'ah pengajiannya maupun bagi masyarakat sekitamya. Yang menjadi pokok masalah dalam penelitian ini adalah mengemukakan beberapa alasan yang mendasari Tuan Guru berpoligami dan implikasi yang ditimbulkan poligami tersebut, sehingga dapatlah diketahui bal1wa poligami Tuan Guru mempunyai berbagai macam motivasi yakni: petjuangan politik, seksual dan regenerasi yang mana semua itu mempunyai dampak ataupun implikasis. Para Tuan Guru yang menjadi objek dalarn penelitian ini hanyalall dua Tuan guru saja. Poligami yang dilakukannya akan terlihat berhasil jika tidak ada masalah yang ditimbulkan oieh akibat poligamt yang dilakukrumya. Akan tetapi masalah akan menjadi pelik jika implikasi negatif lebih mendominasi poligami mereka. Kerangka teoretik yang di gunakan adalah dengru1 melihat dari segi nash ai-Qur'an dan swmah yang di ikuti pula dengan kaidal1-kaidah Fiqih. Yang mana pada kerangka teoretik ini rnembandingkan antara jumlah laki-laki dan wrutita, dan bagaimana penyelesaian yang baik dengan jalan poligami. Penulisan skripsi ini rnemakai metode pendekatan normatif dan sosiologis, sedangkan pengumpulan datanya menggunakan metode wawancara, observasi, populasi dan sampel, yang dilanjutkan dengan menganalisa data untuk rnendeskripsikan data yang telah didapatkan dengan menggunakan metode induktif dan deduktif Kesimpulan akhlr dari skripsi ini yakni poligarni yang dilakukan Tuan Guru, semata-rnata untuk melestarikru1 budaya-budaya nenek moyang turun ternurun, yang maiia telah menafsirkan ayat-ayat poligami sebagai dasar pembolehan yang utama untuk melaksaiiakan poligami, sehingga poligami merupakail identitas bagi Tuan Guru yang ada di pulau Lombok. Sedangkan alasan poligruni yang dikemukakan Tuan Guru berdasarkan pada konsep poligami dalam nash al-Qur'ru1 dru1 al-Hadits terkesan dipaksakan dan mengedepankan sifat apriori tentang hukum negara. Juga implikasi yru1g ditimbulkan akibat poligami yang dilakukan oleh salah seorang Tuan guru, menyebabkan dampak yang tidak 11 baik dan nyata terlihat ketika tetjadi percekcokan dalam rumah tangga mereka, yang akibatnya para jama'ah pengajian menjadi berkurang, yang akibatnya kharisma dari Tuan Guru tersebut menurun . Akan tetapi kharisma Tuan Guru tetap terpelihara dengan adanya jama'ah yang murni mengikuti Tuan Guru, yaitu jama'ah yang hanya semata-mata ingin menimba ilmu dan mengikuti ajaran dari Tuan Guru tersebut serta menjadi jama'ah yang setia. Jama'ah setia inilah yang menjadi kekuatan dari Tuan Guru. Akan tetapi salah seorang Tuan Guru menjadikan poligami sebagai modal untuk menarik simpati jama'ah pengajian, karena merasa dituntut oleh atasan atau pemimpin organisasi yang ingin mengumpulkan jama'ah sebanyak-banyaknya.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information / Pembimbing: 1. DRS. M. SODIK, S.Sos., M.Si 2. YASIN BAlDI, S.Ag., M.Ag
Uncontrolled Keywords: poligamai, Tuan Guru Praya, Lombok NTB
Subjects: Hukum Islam > Pidana Islam
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Al-Ahwal Asy-Syakhsiyyah (S1)
Depositing User / Editor: Drs. Bambang Heru Nurwoto
Date Deposited: 04 Jul 2017 13:57
Last Modified: 04 Jul 2017 13:57
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/25759

Actions (login required)

View Item View Item