HADIS-HADIS TENTANG TERPUTUSNYA SALAT KARENA MELINTASNYA ANJING, KELEDAI DAN WANITA (Kajian Ma'ani al-hadis)

CHOIRATUN NAFI'AH, NIM. 00530084 (2004) HADIS-HADIS TENTANG TERPUTUSNYA SALAT KARENA MELINTASNYA ANJING, KELEDAI DAN WANITA (Kajian Ma'ani al-hadis). Skripsi thesis, UIN Sunan Kalijaga.

[img]
Preview
Text (HADIS-HADIS TENTANG TERPUTUSNYA SALAT KARENA MELINTASNYA ANJING, KELEDAI DAN WANITA (Kajian Ma'ani al-hadis))
BAB I, V, DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version

Download (5MB) | Preview
[img] Text (HADIS-HADIS TENTANG TERPUTUSNYA SALAT KARENA MELINTASNYA ANJING, KELEDAI DAN WANITA (Kajian Ma'ani al-hadis))
BAB II, III, IV.pdf - Published Version
Restricted to Registered Academicians of UIN Sunan Kalijaga Only

Download (9MB)

Abstract

Salat ialah ritual ibadah umat Islam dengan serangkaian gerakan dan doadoa yang dimulai dengan takbir dan diakhiri dengan salam. Salat sebagai media hubungan antara Tuhan dengan makhluk-Nya. Dalam pelaksanaan salat terdapat ketentuan-ketentuan syariat mengenai kaifiyah al-~aliit diantaranya adalah beberapa hal yang dapat membatalkan salat. Adanya hadis-hadis yang menyatakan bahwa salat dapat terputus karena melintasnya anjing, keledai dan wanita harus ditinjau pemaknaannya dengan kajian ma 'iinf a/-/zadfs. Bagaimana hadis tersebut seharusnya dimaknai secara tekstual atau kontekstual sehingga dapat memperoleh pemahaman yang tepat, proporsional dan komprehensif Dengan kajian historis, linguistik, tematikkomprehensif dan konfmnatif dengan petunjuk-petunjuk al-Qur'an dan berbagai pendekatannya, maka akan diperoleh pemahaman yang akan lebih mendekati kebenaran. Pemaknaan hadis dengan metode rna 'iinF al-hadis yang dimaksudkan adalah memahami sebuah hadis dengan melihat latar belakang munculnya sebuah hadis dan juga mempertimbangkan keadaan realitas konkrit kehidupan kekinian. Dengan banyaknya hadis-hadis sahih yang menjelaskan terputusnya salat karena melintasnya anjing keledai dan wanita yang beranekaragam dan beberapa hadis yang relevan dengan tema tersebut, akan memudahkan pemahaman dan analisis terhadap hadis-hadis tersebut. Hadis ini muncul berangkat dari kondisi sosio historis Arab yang penduduknya hidup berpindah-pindah dari kota ke kota dan terbatasnya tempat salat khusus seperti masjid atau musholla. Pada dasamya salat dapat dilakukan di mana saja, bahkan di tempat terbuka seperti tanah lapang, jalanan, kebun dan lain-lain, namun harus diterapkan kiblat simbolik yang berupa satir sebagai pembatas salat dalam upaya menghindarkan diri dari segala hal yng melintasi di depannya yang dapat menganggu pelaksanaan ritual salat. Setelah diteliti, temyata hadis tentang memutuskan salat dapat dilihat dari dua perspektif karena salat terikat den,gan ketentuan syariat, yakni perspektif tiqih bahwa memutuskan salat cenderung pada pemahaman mengurangi kekhusyukan salat saja dan perspektif tasawuf, adalah membatalkan salat secara fatal. Karena baginya, kekhusyukan adalah inti dan substansi dari salat tersebut. Dengan melihat kondisi kekinian yang jauh berbeda dengan masa Nabi di Arab, maka hadis tersebut harus dikontekstulisasikan pada masa sekarang dengan mendeteksi makna universal dari hadis agar tetap teijaga dan teraktualisasikan dalam kekinian. Salat seharusnya dilaksanakan dengan penuh kekhusyukan dengan menghindari dari segala gangguan yang dapat merusak salat yang dapat berbentuk setan secara hakiki atau hanya sebatas sifat-sifat setan yang dapat melekat pada siapa saja. Dengan demikian sebuah hadis harus dimaknai dengan pemahaman yang tepat, proporsional dan komprehensif

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information / Pembimbing: Drs. Suryadi, M.Ag.
Uncontrolled Keywords: Salat, sholat, hadis, terputus
Subjects: Hukum Islam > Fiqih > Sholat
Divisions: Fakultas Ushuludin dan Pemikiran Islam > Tafsir Hadist (S1)
Depositing User / Editor: Sugeng Hariyanto, SIP (sugeng.hariyanto@uin-suka.ac.id)
Date Deposited: 14 Jul 2017 00:50
Last Modified: 14 Jul 2017 00:50
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/25879

Actions (login required)

View Item View Item