SHALAT DAN DZIKIR SEBAGAI TERAPI BAGI KORBAN PENYALAHGUNAAN NARKOTIKA-DlPONDOK PESANTREN INABAH-13 NOGOTIRTO GAMPING SLEMAN YOGYAKARTA ( STUDI KASUS TAHUN 2003 )

DEWI INDRAWATI, NIM. 99522821 (2004) SHALAT DAN DZIKIR SEBAGAI TERAPI BAGI KORBAN PENYALAHGUNAAN NARKOTIKA-DlPONDOK PESANTREN INABAH-13 NOGOTIRTO GAMPING SLEMAN YOGYAKARTA ( STUDI KASUS TAHUN 2003 ). Skripsi thesis, UIN Sunan Kalijaga.

[img]
Preview
Text (SHALAT DAN DZIKIR SEBAGAI TERAPI BAGI KORBAN PENY ALAHGUNAAN NARKOTIKA-DlPONDOKPESANTREN INABAH-13 NOGOTIRTO GAMPING SLEMAN YOGYAKARTA ( STUDI KASUS TAHUN 2003 ))
BAB I, V, DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version

Download (9MB) | Preview
[img] Text (SHALAT DAN DZIKIR SEBAGAI TERAPI BAGI KORBAN PENY ALAHGUNAAN NARKOTIKA-DlPONDOKPESANTREN INABAH-13 NOGOTIRTO GAMPING SLEMAN YOGYAKARTA ( STUDI KASUS TAHUN 2003 ))
BAB II, III, IV.pdf - Published Version
Restricted to Registered Academicians of UIN Sunan Kalijaga Only

Download (11MB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan tmtuk mengetahui lebih dalam mengenai pelaksanaan, tahapan, dan metode terapi shalat dan dzikir bagi korban Narkotika di Pondok Pesantren .Inabah-13 Gam ping Sleman Y ogyakarta, kemudian bagaimana basil yang diperoleh dari pelaksanaan, tahapan, dan metode sholat dan dzikir bagi koiban Narkotika di Pondok Pesantren Inabah-13. Sumber data diperoleh dari seluruh informan yang berhubungan atau berkaitan dengan penelitian ini, yaitu Pengasuh, pengurus harian Pondok Pesantren Inabah-13, serta pasien korban narkotika. Penelitian ini bersifat kualitatif, pengumpulan datanya dengan metode wawancara (interview), observasi non partisipan dan dokumentasi. Setelah data tersebut terkumpul, kemudian dianalisis dengan metode-deskriptif=kualitatif. -- Pelaksanaan yang hams dilalui para korban narkotika yaitu: Tahap Awal; Tahap ini merupakan tahap pemabaman tentang e:fek penyalahgunaan narkotika dan cara menanggulanganinya. Kedua Tahap Terapi Melalui Shalat dan Dzikir; a. P enyadaran, para korban narkotika mulai disadarkan kondisinya dengan berbagai cara, antara lain dengan Shalat, dzikir, membaca kalimat shahadat serta berniat berserah diri kepada Allah. b. Penyembuhan, setelah melalui tahap awal dan penyadaran maka korban narkotika mulai disembuhkan dengan metode mandi taubat, shalat dan zikir, sholat yang dikerjakan sehari semalam sejumlah 165 rekaat, baik shalat fardu maupun shalat sunnat. c. Pemeliharaan, apabila korban narkotika dirasakan sudah cukup baik kondisinya fisik maupun psikisnya, maka akan digabungkan dengan santri lain yang tidak terlibat penyalahgtmaan narkotika untuk sekolah ataupun mengaji. Selama masa penelitian dan berdasarkan pada data yang berhasil dibimpun oleh penyusun, secara kuantitatif, Pondok Inabah 13 Y ogyakarta dapat dikatakan berhasil dalam menyembuhkan korban atau santri yang pemah dirawat disana. Selama tahun 2003, dari 10 pasien yang dirawat di Pondok tersebut yang sudah berhasil disembuhkan adalah 7 (tujuh) orang.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information / Pembimbing: Dr. Alef Theria Washim, MA
Uncontrolled Keywords: sholat, dzikir
Subjects: TASAWUF > Dzikir
Hukum Islam > Fiqih > Sholat
Divisions: Fakultas Ushuludin dan Pemikiran Islam > Perbandingan Agama (S1)
Depositing User / Editor: Sugeng Hariyanto, SIP (sugeng.hariyanto@uin-suka.ac.id)
Date Deposited: 14 Jul 2017 00:51
Last Modified: 14 Jul 2017 00:51
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/25911

Actions (login required)

View Item View Item