KONSEP BELAJAR IBNU KHALDUN (Tinjauan Psikologi Pendidikan)

ABU HASAN, NIM.99474602 (2006) KONSEP BELAJAR IBNU KHALDUN (Tinjauan Psikologi Pendidikan). Skripsi thesis, UIN SUNAN KALIJAGA.

[img]
Preview
Text (KONSEP BELAJAR IBNU KHALDUN (Tinjauan Psikologi Pendidikan))
BAB I, IV, DP.pdf - Published Version

Download (13MB) | Preview
[img] Text (KONSEP BELAJAR IBNU KHALDUN (Tinjauan Psikologi Pendidikan))
BAB II, III.pdf
Restricted to Registered Academicians of UIN Sunan Kalijaga Only

Download (10MB)

Abstract

Dalam setiap usaha pendidikan , belajar adalah kata kunci (key term) yang paling vital, sehingga tanpa proses belajar sesungguhnya pendidikan tidak akan berjalan dengan baik. Maka banyak ahli membahas dan menghasilkan berbagai teori tentang belajar. Secara sederhana, dapat dikatakan bahwa karena teori-teori belajar yang selama ini mendominasi praktek pendidikan kita lahir dari peradaban Barat, maka kerangka pikir (mode of tought) dari rumusan teori itu pun tidak lepas dari mode of fought masyarakat Barat. Ada perbedaan esensial antara pendidikan Islam dan pendidikan Barat. Pendidikan Islam berangkat dari filsafat pendidikan theosentris sedangkan pendidikan Barat berangkat dari filsafat anthroposentris. Usaha untuk mengkaji ulang dan menampilkan gagasan dari warisan pedagogik para filosof muslim diharapkan bisa mengurangi bias yang ditimbulkan dari penggunaan teori-teori Barat tersebut. Salah satunya adalah Ibnu Khaldun, seorang sosiolog pada abad pertengahan yang memiliki perhatian besar pada bidang pendidikan. lbnu Khaldun termasuk tokoh pendidikan optimistik yang memandang manusia mempunyai potensi-potensi laten yang akan bertransformasi menjadi aktual setelah mendapat rangsangan (pengaruh) luar. Teori fitrah Ibnu Khaldun tersebut telah mendahului banyak teori perkembangan yang muncul berabad-abad sesudahnya. Ibnu Khaldun telah mendahului bukan saja paham konvergensi William Stem (1871-1938), tetapi juga nativisme Schopenhauer (1788-1860) dan empirisme John Locke (1632-1704). Manusia dalam pandangan lbnu Khaldun merupakan makhluk yang berbeda dengan berbagai makhluk lainnya. Potensi akallah yang menyebabkan perbedaan itu. Melalui akal manusia mampu melahirkan ilmu pengetahuan dan teknologi, memikul syari'at, dan diberi kepercayaan sebagai Kholifatullah al­ ardl. Bagi Ibnu Khaldun, akal adalah potensi psikologis dalam belajar . Manusia mampu memahami keadaan di luar dirinya dengan kekuatan fikirannya yang berada dibalik al-hawas (alat ind.ra). Pada mulanya, kemampuan itu masih berbentuk potensi dan menjadi aktual melalui al-ta 'lim (pendidikan) dan al­ riyadah (latihan) yang sesuai dengan irama perkembangan fisik dan mentalnya. Proses aktualisasi belajar tersebut diterangkan oleh Ibnu Khaldun dengan menggunakan konsep malakah sebagai teori sentral pemikiran pendidikannya. Malakah dalam proses belajar adalah suatu tingkat pencapaian dari penguasaan suatu materi keilmuan, ketrampilan dan sikap tertentu akibat dari suatu proses belajar secara intens, bersungguh-sun .gguh dan sistematis. Pemaknaan Ibnu Khaldun terhadap malakah tidak sekedar insight yang mempunyai kecenderungan kognitif semata-mata, tetapi sekaligus kognitif, afektif dan psikomotorik . Jadi belajar adalah upaya pencapaian malakah sekaligus dalam tiga domain tersebut Meskipun termasuk spekulatif, tetapi teori-teori yang dikembangkan oleh Ibnu Khaldun masih aktual dan sejalan dengan pendidikan kurun modern. Diharapkan , dengan menelusuri ajaran-ajaran ibnu Khaldun tentang konsep belajar yang relatif orisinil ini, akan memperoleh bekal yang sangat berharga dalam usaha untuk memahami implikasi penggunaan teori-teori dewasa ini yang didominasi oleh teori Barat yang sekuler.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information / Pembimbing: Dra. Nadlifah, M.Pd NIP.150266729
Subjects: Kependidikan Islam
Divisions: Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan > Kependidikan Islam (S1)
Depositing User / Editor: S.kom Fatchul Hijrih
Date Deposited: 06 Jul 2017 07:56
Last Modified: 06 Jul 2017 07:56
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/25934

Actions (login required)

View Item View Item