PERBANDINGAN PANDANGAN ENAM MUFASIR TENTANG POLIGAMI

HUDAEPAH, NIM: 01530546 (2005) PERBANDINGAN PANDANGAN ENAM MUFASIR TENTANG POLIGAMI. Skripsi thesis, UIN Sunan Kalijaga.

[img]
Preview
Text (PERBANDINGAN PANDANGAN ENAM MUFASIR TENTANG POLIGAMI)
BAB I, V, DP.pdf - Published Version

Download (7MB) | Preview
[img] Text (PERBANDINGAN PANDANGAN ENAM MUFASIR TENTANG POLIGAMI)
BAB II, III, IV.pdf - Published Version
Restricted to Registered Academicians of UIN Sunan Kalijaga Only

Download (16MB)

Abstract

Dari enam mufasir dan karyanya di atas, penulis akan meneliti, pertama bagairnana penafsiran enam mufasir terhadap ayat-ayat tentang poligami. Kedua, apa persamaan dan perbedaan penafsiran enam mufasir dalam menafsirkan ayatayat poligarni. Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan ini penulis akan melakukan pemaparan secara deskriptif mengenai penafsiran yang dilakukan oleh enam mufasir kemudian melakukan analisis untuk melihat persamaan dan perbedaan penafsiran mereka dan hasil penafsirannya. Penafsiran enam mufasir tidak ada pergeseran makna dalam memahami ayat-ayat poligami, mereka membolehkan poligami karena hadis Nabi yang diceritakan oleh Aisyah, konteks poligami adalah anak yatirn yang ada dalam asuhan walinya, harta anak yatim dan walinya tercampur, si wali tertarik dengan kecantikan dan harta anak yatim dan ingin menikahinya tanpa memberikan mahar yang sesuai sebagaimana perempuan lain, karena niat jahatnya, maka si wali dianjurkan untuk menikahi perempuan lain sarnpai empat. Konsep keadilan poligami menurut al-"I:abarl, Ibn Ka8ir, al-Zamakhsyarl, al-QUI1ub1, hanya sebuah anjuran bukan merupakan syarat mutlak. Sementara Muhammad Abduh dan Quraish Shihab, mereka lebih memperketat kebolehan poligami dengan syarat laki-laki benar-benar mampu berlaku adil terhadap semua istrinya, hila tak mampu dianjurkan untuk menikahi satu perempuan saja atau melakukan perkawinan monogami. Sementara itu syarat berlaku adil dalam poligami yang berdasarkan Q.S. al-Nis~ ayat 4, berlaku untuk keadilan dalam hal materi seorang suami yang melakukan poligami harus memenuhi hak-hak istrinya. Keadilan dalam hal immateri berdasarkan pada Q.S. al-Nisa' ayat 129 menurut enam mufasir hal ini tidak menjadi keharusan karena hal ini di luar kemampuan manusia. Perbedaan penafsiran yang terjadi menurut penulis dilatarbelakangi oleh perbedaan latar belakang pemikiran. Sementara persarnaan penafsiran dalam hal penggunaan metode penafsiran yang menggunakan metode tahlili

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information / Pembimbing: Dr. Muhammad, M.Ag.
Uncontrolled Keywords: poligami
Subjects: Hukum Islam > Fiqih > Pernikahan > Poligami
Divisions: Fakultas Ushuludin dan Pemikiran Islam > Tafsir Hadist (S1)
Depositing User / Editor: Sugeng Hariyanto, SIP (sugeng.hariyanto@uin-suka.ac.id)
Date Deposited: 20 Jul 2017 01:11
Last Modified: 20 Jul 2017 01:11
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/26008

Actions (login required)

View Item View Item