SEKULARISME ISLAM KAJIAN ATAS PEMIKIRAN AHMAD WAHIB

MOB ZAINUR RAHMAN, NIM. 01510637 (2005) SEKULARISME ISLAM KAJIAN ATAS PEMIKIRAN AHMAD WAHIB. Skripsi thesis, UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA.

[img]
Preview
Text (SEKULARISME ISLAM KAJIAN ATAS PEMIKIRAN AHMAD WAHIB)
BAB I, V, DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version

Download (3MB) | Preview
[img] Text (SEKULARISME ISLAM KAJIAN ATAS PEMIKIRAN AHMAD WAHIB)
BAB II, III, IV.pdf - Published Version
Restricted to Registered Academicians of UIN Sunan Kalijaga Only

Download (6MB)

Abstract

Keraguan akan cara pandang dunia 'metanarratives' akan membawa manusia kepada pencarian altematif lain untuk kemudian mengukuhkan sebuah cara pandang dunia baru yang sejalan dengan tuntutan zaman dan waktu. Sehingga proses adaptation, accomodation and recognition terhadap segala sesuatu akan terjalin dan berjalan dengan dinamis. Ahmad Wahib meninggal lebih dari tiga puluh tahun yang lalu, namun penafsiran pemikirannya akan terus terjadi. Karena bagaimanapun proses penafsiran pemikiran akan terus terjalin, seperti halnya Wahib menafsirkan pemikiran para pendahulunya, generasi sekarangpun akan menafsirkan pemikiran generasi sebelumnya. Ahmad Wahib menjadi salah satu roda penggerak proses pembaharuan pemikiran Islam di Indonesia. Namun demikian tidak banyak yang mengenalnya, dibandingkan dengan para tokoh pembaharu yang lain. Ia yang oleh Djohan Effendi disebut sebagai actor intellectualis meninggal dalam usia muda, mungkin hal tersebut menjadi salah satu faktor, yang menyebabkan Wahib tidak dikenal luas oleh masyarakat. Dengan pandangan-pandangannya yang terkenal lugas, konsisten, dan berani bersikap walaupun menentang arus serta mendobrak segala macam pantangan, Wahib menjadi sosok yang berbeda dengan yang lain. Seiring dengan perkembangan zaman, pembaharuan pemikiran Islam turut pula menampakkan fleksibelitasnya, sehingga pada tahun '70'an di Indonesia muncul sebuah gerakan pembaharuan yang mengusung agenda: "Ajaran Islam kompetible dengan zaman modem", dari poin-poin agenda tersebut muncullah istilah sekularisasi. Sekularisasi yang pada awalnya terjadi dalam agama Kristen, untuk membatasi dan mengambil alih kekuasaan Gereja. Sekularisasi sendiri sebagai sebuah istilah lantas berkembang sesuai dengan sudut pandang dan disiplin keilmuwan yang dipakai untuk menafsirkannya. Sedangkan sekularisme dipakai untuk menamai sebuah paham yang lebih berbentuk sebuah ideologi, cenderung tertutup dan tidak menerima perubahan. Istilah sekularisme dipakai dalam pemisahan agama dari semua kegiatan dunia, baik politik, ekonomi bahkan pendidikan. Penelitian ini adalah Library Research menggunakan Pendekatan Biografis dan Historis disamping Pendekatan Filosofis. Dengan sifat deskriptif dan analitis-interpretatif. Data yang terkumpul dianalisis dengan metode induktif, yang nantinya akan berujung kepada sebuah kesimpulan. Selanjutnya dalam pandangan Wahib, sekularisasi harus dilakukan agar agama tidak kehilangan salah satu peran fitalnya, "Dimensi sosiolgis horizontal". Wahib juga menolak sekularisme sebagai sebuah paham yang tertutup dan meragukan desakralisasi sebagai sinonim yang tepat bagi sekularisasi. Beberapa hal diatas dapat anda temukan dalam penelitian ini. Akhimya penulis berharap penelitian ini dapat memberikan sedikit manfaat bagi perkembangan pemikiran Islam.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information / Pembimbing: Drs. Abdul Basir Solissa M. Ag
Uncontrolled Keywords: Sekularisme Islam,Ahmad Wahid
Subjects: Aqidah Filsafat
UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta > Aqidah Filsafat
Divisions: Fakultas Ushuludin dan Pemikiran Islam > Aqidah Filsafat (S1)
Depositing User / Editor: Drs. Bambang Heru Nurwoto
Date Deposited: 10 Jul 2017 02:30
Last Modified: 10 Jul 2017 02:30
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/26027

Actions (login required)

View Item View Item