HADIS-HADIS TENTANG PASAR SEBAGAI TEMPAT YANG PALING DIBENCI ALLAH (Studi Ma'an al-hadis)

SITI MAIMUNAH, NIM. 00530029 (2005) HADIS-HADIS TENTANG PASAR SEBAGAI TEMPAT YANG PALING DIBENCI ALLAH (Studi Ma'an al-hadis). Skripsi thesis, UIN Sunan Kalijaga.

[img]
Preview
Text (HADIS-HADIS TENTANG PASAR SEBAGAI TEMPAT YANG PALING DIBENCI ALLAH (Studi Ma'an al-hadis))
BAB I, V, DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version

Download (4MB) | Preview
[img] Text (HADIS-HADIS TENTANG PASAR SEBAGAI TEMPAT YANG PALING DIBENCI ALLAH (Studi Ma'an al-hadis))
BAB II, III, IV.pdf - Published Version
Restricted to Registered Academicians of UIN Sunan Kalijaga Only

Download (7MB)

Abstract

Perdagangan merupakan salah satujalan yang wajar dalam mencari nafkah untuk: memenuhi kebutuhan hidup ,dan . setiap orangpun berusaha memenuhi kebutuhannya untuk: mempertahankan hidup.Untuk: memenuhi kebutuhannya ,seseorang tidak mungkin memenuhi segala kebutuhannya dengan dirinya sendiri .Dia membutuhkan orang lain untuk bertuk:ar barang kebutuhannya atau bertransaksi.Untuk mempennuda memenuhi kebutuhannya manusia membutuhkan tempat yang dinamakan "Pasar". Pasar adalah tempat bertemunya antara penjual dan pembeli untuk: bertransaksi dalam memenuhi k~butuhannya .Pasar pada masa Nabi berbeda dengan pasar pada masa sekarang .Pasar pada masa Nabi , operasional kegiaatan dalam bertransaksi dilakukan secara nyata,yaitu ada pertemuan antara penjual dan pembeli danjenis barangnya.Sedangkan pasar pada masa sekarang telah menjadi sebuah usaha yang terlembaga daan terpeta-petak:an.Pasar telah membentuk: ruangnya sendiri-sendiri,antara penjual dan pembeli tidak harus bertemu langsung. Seperti pasar Modal,pasar Swalayan atau Supermarket,pasar Maya. Pasar memiliki dua unsur,yaitu adanya tempat dan transaksi.Dari sini dapat ditarik kesimpulan bahwa pasar memiliki peranan menjadi tempat yang paling interaktif dalm kehidupan bermasyarakat dalam satu negara. Tanpa adanya pasa man usia tidak dapat memenuhi kebutuhannya.Taapi mengapa pasar di benci? Permasalahan yang timbul adalah alasan mengapa pasar dibenci,kemidian bagaimana kontektualisasi pasar pada masa sekarang .Bagaimana sebuah lembaga pasar agar tidak di benci dan mampu memberikan keberkahan bagi para pedagang atau orang yang mengadakan transaksi. Tujuan dari penelitian ini selain untuk mengetahui alasaan mengapa pasar di benci Allah jika dikaitkan dengaan kontek kekinian ,sehingga pasar bukan lagi sebagai tempat yang paling di benci Allah akan tetapi benar-benar menjadi tempat yang paling di berkahi oleh Allah dalam mencari penghidupan dan mempertahankan hidup. Hadis merupakan tasyri' kedua setelah al-Qur'an ,pengkajian ulang serta pengembangan pemikiran perlu di lakukan dengan pemaknaan kembali terhadap hadis.Salah satu hadis yang perlu dikaji adalah hadis yang secara tekstual menyatakan bahwa pasar adalah sebagai tempat yang paling di benci Allah.Setelah dikaji dengan menggunakan metode ma 'ani al-Hadis, hadis tentang pasar sebagai tempat yang paling di benci oleh Allah tidak hanya di pahami secara tekstual tetapi bisa di pahami secara kontekstual. faktor historis pada saat di sabdakannya hadis ini sangat membantu dalam memahami hadis secara benar. Islam tidak membenci adanya sebuah usaha dan lembaga yang dinamakan pasar.Namun,harus di pahami bahwa usaha dalam sebuah asalkan tidak melampui batas-batas dan tidak terlepas dari etika islam yang dimana dalam islam sendiri telah memberikan batasan-batasannya .Semuanya mengacu pada prinsip-prinsip dasar ajaran al-Qur'an dan As-Sunnah yang ajaran tersebut selalu sesuai dengan zaman dan tempat.(Salihu likulli al-Zaman wa al-Makan ).

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information / Pembimbing: Drs. Indal Abror, M.Ag.
Uncontrolled Keywords: pasar, hadis
Subjects: Hadis > Kumpulan Hadis
Divisions: Fakultas Ushuludin dan Pemikiran Islam > Tafsir Hadist (S1)
Depositing User / Editor: Sugeng Hariyanto, SIP (sugeng.hariyanto@uin-suka.ac.id)
Date Deposited: 10 Jul 2017 10:03
Last Modified: 10 Jul 2017 10:03
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/26032

Actions (login required)

View Item View Item