MAKNA RUH DALAM EKSISTENSI MANUSIA (STUDI ATAS PANDANGAN TAQIYUDDIN AN-NABHANI )

SUMARNI NIM: 03511479, (2009) MAKNA RUH DALAM EKSISTENSI MANUSIA (STUDI ATAS PANDANGAN TAQIYUDDIN AN-NABHANI ). Skripsi thesis, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

[img]
Preview
Text (MAKNA RUH DALAM EKSISTENSI MANUSIA(STUDI ATAS PANDANGAN TAQIYUDDIN AN-NABHANI ))
BAB I,V.pdf - Published Version

Download (478kB) | Preview
[img]
Preview
Text (MAKNA RUH DALAM EKSISTENSI MANUSIA(STUDI ATAS PANDANGAN TAQIYUDDIN AN-NABHANI ))
BAB II,III,IV.pdf - Published Version

Download (320kB) | Preview

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menelaah dan mengetahui pembahasan makna ruh di d makna ruh di dunia tasawuf makna ruh di dunia tasawuf makna ruh di dunia tasawuf dunia tasawuf dan hanya difokuskan pada makna ruh dalam pandangan Taqiyuddin an-Nabhani dan hubungannya dengan eksistensi manusia. Dalam pembahasan makna ruh, beliau memberikan pemahaman yang baru. Berangkat dari pemahaman bahwa sumber krisis terletak pada pemahaman bahwa manusia tersusun dari materi dan ruh. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif, dengan mengambil latar pemikiran seorang pemikir Taqiyuddin an-Nabhani. Pengumpulan data dilakukan dengan menelaah dan menganalisis terhadap istilah dan pendapat yang menjelaskan keyakinan, dan memperlihatkan ada tidaknya pertentangan (konsistensi intern). Dengan jalan membedakan, membersihkan, menyisihkan dan menolak untuk menemukan hakekat kebenaran. Hasil penelitian menunjukkan: Bahwa yang menjadi sumber masalah tentang makna ruh di dunia tasawuf adalah pemahaman bahwa manusia tersusun atas materi (jasad) dan ruh. Mereka memahami bahwa dua unsur ini senantiasa berkonfrontasi karena keduanya memiliki sifat yang berlawanan. Perlawanan ini pasti dimenangkan salah satu unsur dalam diri manusia.Dengan pandangan yang teliti, mendalam dan jernih terhadap alam, hidup dan manusia, ternyata ketiganya hanyalah berupa materi bukan ruh. Bukan pula terbentuk dari campuran materi (jasad) dan ruh. Yang dimaksud dengan materi di sini adalah sesuatu yang dapat dijangkau dan diindera, baik materi itu didefinisikan sebagai tenaga yang dapat menggerakkan, baik tampak maupun tidak. Yang menjadi topik pembahasan bukanlah apa materi itu, akan tetapi pembahasan menyangkut alam, hidup dan manusia dilihat dari segi pengertian ruh sebagai kesadaran hubungan manusia dengan Allah, bukan dari segi ruh sebagai nyawa ternyata bahwa kesemuanya tergolong materi adalah suatu hal yang nyata, bukan hal yang samar, karena ketiganya dapat di jangkau indera. Ketiganya juga bukan terbentuk dari campuran materi dan ruh; telah jelas pada alam dan hidup. Adapun pada diri manusia, kesadarannya terhadap hubungannya dengan Allah bukanlah asli bagian dari bentukannya, melainkan merupakan sifat baru. Buktinya, orang kafir yang ingkar tehadap Allah tidak akan mengenal hubungannya dengan Allah, kendati demikian ia tetap sebagai manusia. Ruh yang terdapat dalam diri manusia dan yang membedakannya dengan manusia lain (orang kafir) tidak berkaitan dengan rahasia hidup, dan bukan pula muncul dari rahasia hidup. Sedangkan ruh dengan pengertian kerohanian (ar-ruhaniyyah) atau aspek rohani (an-nahiyah ar-ruhiyah) yang terdapat dalam diri manusia bukanlah berupa sirrul hayah (rahasia hidup/nyawa), bahkan tidak ada kaitannya dengan rahasia hidup/ nyawa. Ruh dalam pengertian ini jelas merupakan sesuatu yang lain.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information / Pembimbing: Pembimbing : Shofiyullah Mz., S.Ag, M.Ag
Uncontrolled Keywords: Makna Ruh, Eksistensi, Manusia, Studi, Pandangan, Taqiyuddin An-Nabhani
Subjects: Aqidah Filsafat
UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta > Aqidah Filsafat
Divisions: Fakultas Ushuludin dan Pemikiran Islam > Aqidah Filsafat (S1)
Depositing User / Editor: Users 1 not found.
Date Deposited: 09 Aug 2012 12:59
Last Modified: 04 Aug 2016 03:22
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/2604

Actions (login required)

View Item View Item