CARA RUJUK DALAM PANDANGAN IMAM ABU HANIFAH DAN IMAM ASY-SYAFI'I

NAILUL AUTHORY, NIM.00360233 (2005) CARA RUJUK DALAM PANDANGAN IMAM ABU HANIFAH DAN IMAM ASY-SYAFI'I. Skripsi thesis, UIN SUNAN KALIJAGA.

[img]
Preview
Text (CARA RUJUK DALAM PANDANGAN IMAM ABU HANIFAH DAN IMAM ASY-SYAFI'I)
BAB I, V, DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version

Download (4MB) | Preview
[img] Text (CARA RUJUK DALAM PANDANGAN IMAM ABU HANIFAH DAN IMAM ASY-SYAFI'I)
BAB II, III, IV.pdf - Published Version
Restricted to Registered Academicians of UIN Sunan Kalijaga Only

Download (6MB)

Abstract

Pada dasarnya perceraian merupakan perbuatan yang dibenci oleh Allah dan tidak diinginkan oleh pasangan suami istri, akan tetapi perceraian ini digunakan sebagai jalan altematif terakhir dalam perselisihan antara suami istri. Setelah perceraian dilakukan maka diberlakukan masa tunggu ('iddah). Di antara manfaat/hikmah masa 'iddah ini adalah sebagai masa introspeksi diri terhadap kesalahan baik dari pihak suami ataupun istri, di masa ini pula seorang suami diberi hak untuk kembali pada istrinya untuk memperbaiki atau membangun kembali rumah tangga yang telah retak, yang dalam ilmu al-jiqh disebut dengan istilah rujuk. Dalam konteks di Indonesia, suami yang ingin merujuk istrinya harus memenuhi prosedur-prosedur yang telah ditentukan, dalam hal ini diatur dalam KHI Pasal: 167, 168, 169. Sedangkan dalam fiqh Islam ulama berbeda pendapat mengenai cara rujuk. Imam Abu ijanifah membolehkan rujuk dengan ucapan dan perbuatan, sedangkan Imam asy-Syafi'i hanya membolehkan rujuk dengan ucapan, dari perbedaan pendapat di atas yang menjadi pokok masalah adalah, apa yang melatar belakangi perbedaan pendapat antara kedua Imam tersebut? Dan mana yang lebih relevan di antara kedua pendapat tersebut dengan konteks di Indonesia? Metode yang digunakan penyusun dalam penyusunan skripsi ini adalah metode deskriptif komparatit: yaitu menggambarkan pandangan kedua Imam lersebul tentang cara rujuk, kernudian membandingkannya,sedangkan pendekatan yang digunakan adalah pendckatan usul al fiqh, yaitu pendapat kedua Imam tersebut mengenai cara rujuk dipandang sebagai implementasi dari mctode istinbat yang mereka gunakan. Sedangkan dalam rnenganalisis data, penyusun menggunakan metode kualitatif dengan pola pikir deduktif yaitu menganalisis masalah rujuk secara umum kemudian ditarik pada perbedaan pendapat antara kedua Imam tersebut dengan penekanan pada metode istinbat. Dari analisis yang penyusun lakukan, ternyata Imam Abu hanifah dalam menetapkan cara rujuk, beliau lebih menggunakan pendekatan bahasa. Imam Abu hanifah memahami namun bagi suami yang yang masih dalam talak raj'i menunjukkan bahwa hubungan di antara keduanya (suami istri) masih tetap utuh, pemahaman seperti ini dalam ilmu usul al-fiqh disebut dengan istilah isyarat an-nass • Sedangkan Imam asy-Syafi'i dalam menetapkan cara rujuk, beliau menggunakan metode ijtihad yaitu qiyas, beliau menganalogikan rujuk dengan nikah, segi persamaanya ( 'illat hukumnya) adalah sama-sama menghalalkan sesudah pengharaman. Jadi perbedaan pendapat antara Imam Abu ijan1fah dan Imam asy-Syafi'i mengenai cara rujuk, terletak pada perbedaan dalarn beristinbat hukum, sedangkan pendapat yang relevan dengan konteks di Indonesia adalah pendapat Imam asy­ Syiifi'i dengan pertimbangan lebih membawa kepada kemaslahatan yaitu kepastian hukum.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information / Pembimbing: Drs. ABD. HALIM, M.Hum. NIP.150242804
Subjects: Perbandingan Madzhab
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Perbandingan Madzab (S1)
Depositing User / Editor: S.kom Fatchul Hijrih
Date Deposited: 10 Jul 2017 06:58
Last Modified: 10 Jul 2017 06:58
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/26077

Actions (login required)

View Item View Item