HADIS-HADIS TENTANG SYARAT PENYERTA DALAM AKAD NIKAH

IZZATUL LAYLI OKTIVA RAHAYU, NIM.00530288 (2005) HADIS-HADIS TENTANG SYARAT PENYERTA DALAM AKAD NIKAH. Skripsi thesis, UIN SUNAN KALIJAGA.

[img]
Preview
Text (HADIS-HADIS TENTANG SYARAT PENYERTA DALAM AKAD NIKAH)
BAB I, V, DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version

Download (3MB) | Preview
[img] Text (HADIS-HADIS TENTANG SYARAT PENYERTA DALAM AKAD NIKAH)
BAB II, III, IV.pdf - Published Version
Restricted to Registered Academicians of UIN Sunan Kalijaga Only

Download (7MB)

Abstract

Cinta merupakan perasaan yang menghiasi jiwa manusia. Pengejawantahan rasa einta antara dua manusia (laki-laki dan perempuan) melalui pernikahan adalah fihrah bagi umat manusia. Al -Qur'an dan hadis sebagai sumber ajaran Islam sangat memperhatikan segala aspek kehidupan manusia, termasuk pernikahan. Kode etik pernikahan yang dituntun Islam tidak lain adalah untuk melindungi hak dan kewajiban suami istri sebagai implikasi dari akad nikah juga identitas keutamaan yang jelas sehingga manusia tidak terjerumus kepada perzinaan yang oleh al-Qur'an disebut sebagai perbuatan yang keji dan eara yang buruk. Bahkan dalam salah satu hadis, Rasulullah SAW. menyabdakan bahwa syarat-syarat yang paling berhak dipenuhi adalah syarat yang menghalalkan farji kemaluan) yang sebelumnya dihukumi haram , yaitu pernikahan. Dengan menggutamakan metode yang ditawarkan Musahadi HAM. , skripsi ini mengkaji pemaham un Lerhadap hadis Rasulullah SAW. tentang syarat penyerta dalam akad oikah m elalui krilik historis, kritik eidetis, dan kritik praksis. Dari kritik historis, diketahui bahwa hadis tentang syarat penyerta dalam akad nlkah merupakan h ad i s sahih Krilik eiditis melengkapi anali si s isi yang melingkupi kajian linguistik dan kajian tematik komprehensif sehingga diketahui bentuk lafaz yan g ma si h bersilaturrahmi juga hal-hal lain serta ayat -ayat al­ Qur,an yang berkait an dengan had-hadis tenlang syarat penyerta dalam akad nikah . Analisis realitas historis mengungkap kondisi riil masyarakat ketika hadis ini muneul. Sementara analisis generalisasi menangkup ideal moral dari huelis tentang syarat penyerta dalam akad nikah, bah wa pemj kahan rnerupakan llal yang sangat sakral sehingga persyaratan ataupun petjanjian yang dibuat dalam akad nikah memiliki posisi lebih tinggi daripada p rjanjian lain. Dari kriiik prak')iS dlketahui kontekstualisasi hadis tentang syarat peny •rta dalam akad nikah oleh para sahabal alaupun uluma' , yaitu keharusan seorang suami mern enuhi syaral yang Lelah diajukan oleh istrl dan di:epakati bersama sehin gga ketika suami tidak memenuhi syarat yang telah di sepakati istri memiliki hak fasakh terhadap pernikahan. Meskipun demikian, syarat tersebut bukan merupakan hal yang memang menjadi kewajiban seorang suami terhadap istrinya seperti memperlakukan istri dengan baik ataupun pemberian nafkah . yarat lersebul ju ga bukan merupakan hal -hal yan g merm ak k ab aha:n nikah seeara syar'i seperti pemberlakuan nikah h anya dalam waktu tertentu. Untuk konteks sekarang, hendaknya hadis tentang syarat penyerta dalam akad nikah dipahami secara kontekstual. Bahwa syarat t ersebut adalah syarat tambahan yang diajukan salah satu calon mempelai. Pemenuhan Lorhudap syarat yang telah diajukan dan telah di sepakati bersama dalam pernikahan juga memiliki prioritus ulama , di antaranya

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information / Pembimbing: Drs. H. Fauzan Naif, MA NIP.150228609
Subjects: Tafsir Hadist
Divisions: Fakultas Ushuludin dan Pemikiran Islam > Tafsir Hadist (S1)
Depositing User / Editor: S.kom Fatchul Hijrih
Date Deposited: 10 Jul 2017 16:05
Last Modified: 10 Jul 2017 16:05
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/26114

Actions (login required)

View Item View Item