HUBUNGAN ISLAM DAN KRISTEN DALAM AL-QUR' AN

MUHAMMAD TAUFIK, NIM.98522586 (2005) HUBUNGAN ISLAM DAN KRISTEN DALAM AL-QUR' AN. Skripsi thesis, UIN SUNAN KALIJAGA.

[img]
Preview
Text (HUBUNGAN ISLAM DAN KRISTEN DALAM AL-QUR' AN)
BAB I, V, DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version

Download (3MB) | Preview
[img] Text (HUBUNGAN ISLAM DAN KRISTEN DALAM AL-QUR' AN)
BAB II, III, IV.pdf - Published Version
Restricted to Registered Academicians of UIN Sunan Kalijaga Only

Download (4MB)

Abstract

Penelitian ini hendak mengungkap hubungan Islam dan Kristen dalam al­ Qur'an. Ideal normatif al-Qur'an tentang hubungan antaragama seringkali tidak sejalan dengan praktik di lapangan yang selalu diwarnai oleh konflik dan permusuhan. Tidak jarang konflik yang --meski melibatkan aspek-aspek non­ agama-- muncul justru berawal dari interpretasi eksklusif terhadap teks-teks agama. Dari asumsi teoritis di atas, fokus kajian dalam penelitian ini adalah berusaba merekonstruksi konsep al-Qur'an tentang fenomena kaum beragama dalam al-Qur'an dan bagaimana hubungan Islam dan Kristen di masa mendatang. Usaba untuk menganalisis hubungan Islam dan Kristen dalam penelitian ini, penulis menggunakan metode berpikir deskriptif-analitis dengan pendekatan fenomenologis. Sebagai kajian pustaka, dalam hal ini penulis mengulas konsep al­ Qur'an sebagai subjek penelitian. Analisis tentang hubungan Islam dan Kristen dalam al-Qur'an, penulis inenemukan babwa al-Qur'an menampilkan perspektif ketuhanan universal dan inklusivistik yang merespons ketulusan dan komitmen seluruh hambaNya. Posisi al-Qur'an terhadap komunitas beragama terungkap secara berangsur-ansur sesuai dengan respons mereka terhadap pesan-pesan Islam dan kehadiran Nabi. Al­ Qur'an secara tegas menolak eksklusifisme agama yang sempit sebagaimana ditunjukkan oleh kaum Yahudi dengan mengklaim sebagai umat pilihan Tuhan dan keselamatan eskatologis hanya milik mereka. Kecaman juga dialamatkan kepada kaum Nasrani yang menganggap Ketuhanan Yesus dan doktrin Trinitas . Meski demikian, secara historis selama dakwah Nabi, kaum Nasrani merupakan komunitas yang paling bersahabat dan ramah terhadap umat Islam dan Nabi. Ini ditunjukkan oleh para rahib dan pendeta yang tulus dan ikhlas, serta mengakui kenabian Muhammad. Meskipun al-Qur'an mengutuk mereka karena telah mcndistorsi kitab sucinya, namun al-Qur' an tetap memerintahkan kaum Muslim mencari kalimat Tuhan (Kalimat Sawa ') bersama komunitas beragama lainnya. lni menunjukkan bahwa al-Qur'an mengakui phrralitas agama dan keyakinan dari masing-masing komunitas beragama. Yang menjadi kecaman al-Qur'an adalah adanya sikap eksklusif dan arogansi keagamaan. Dalam konteks penelitian ini, hubungan Islam dan Kristen diwamai oleh ketegangan dan konflik. Ini terjadi akibat sikap dan klaim kebenaran oleh masing­ masing pemeluk. Klaim doktrina1-teo1ogis ini rnengakibatkan rnunculnya saling tidak percaya, kebencian, permusuhan dan konflik. Meski tidak mengabaikan aspek non-agama dalam konflik agama, namun ujung pangkal konflik bennuara pada klaim teologis yang sempit. lni juga diperparah oleh aktivitas dakwah dan misi dari masing-masing agama. Oleh karena itu, dialog antaragama tetap menemukan relevansinya . Dialog tidak hanya dilakukan oleh elit agama, tetapi juga melibatkan lapisan bawah. Pentingnya dialog adalah tercapainya 5a!iiig pemal1aman baik secara teologis, spiritual maupun aksi-aksi sosial kemanusian

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information / Pembimbing: Dr. Djam'annuri, MA NIP.150182860
Subjects: Perbandingan Agama
Divisions: Fakultas Ushuludin dan Pemikiran Islam > Perbandingan Agama (S1)
Depositing User / Editor: S.kom Fatchul Hijrih
Date Deposited: 13 Jul 2017 15:43
Last Modified: 13 Jul 2017 15:43
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/26128

Actions (login required)

View Item View Item