PENAFSIRAN SAYYID QUTB TERHADAP AL-RIZQ DALAM TAFSIR ZILAL AL-QUR'AN

MIR' ATUNNISA', NIM. 00530059 (2005) PENAFSIRAN SAYYID QUTB TERHADAP AL-RIZQ DALAM TAFSIR ZILAL AL-QUR'AN. Skripsi thesis, UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA.

[img]
Preview
Text
BAB I, V, DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (3MB) | Preview
[img] Text
BAB II, III, IV.pdf
Restricted to Registered Academicians of UIN Sunan Kalijaga Only

Download (9MB)

Abstract

Al-Rizq menjadi istilah keseharian yang seringkali diucapkan, namun pada urnumnya Al-Rizq hanya dipahami sebatas materi yang tertuju pada uang, harta, keuntungan dan makanan. Dengan pengertian tersebut, kenikmatan-kenikmatan lain selain harta, uang dan keuntungan kurang dianggap masuk dalam kategori Al-Rizq q. Bahkan, terkadang al-rizq dikaitkan dengan faktor keberuntungan. Oleh karena itu, permasalahan ini menarik untuk dicerrnati dan ctiteliti secara objektif. Dalam kerangka itu pula, dalam penelitian ini penulis mengkaji penafsiran Al-Rizq perspektif Sayyid Qutp dan relevansi penafsiran tersebut apabila dikaitkan dengan konteks kekinian. Penelitian ini bersifat kepustakaan mumi (library research) yang didasarkan pada tafsir Fi Zilal Al-Qur'an sebagai sumber data primer, dan buku-buku lain yang terkait dengan masalah Al-Rizq sebagai sumber sekunder. Signifikansi penelitian ini adalah untuk melihat dan memahami secara kritis mengenai Al-Rizq dalam tinjauan Sayyid Qut.b dan relevansinya terhadap konteks kekinian Dalam menafsirkun Al-Rizq, Sayyid Qutb telah memunculkan pcngcrtmn ang iebih luas dan mendalam. Al-Rizq tidak hanya dititikberatkan pada materi yang brupa hartu, uang dan kekayaan saja. Semua penyebab al-rbJ yang d1ldukkan Jalam tatanan alam sebagai sunnutullah yang telah diciptakan Tuhan adalah merupakan Al-Rizq. Bukan hanya itu, kekuatan dan kemampuan manusia :;ebagai khalifah di muka bumi dalam mengolah dan memanfaatkan Al-Rizq juga Jikatakan sebagai Al-Rizq Sayyid Qutp melihat a/-rizq bukan hanya sebagai karunia yang diberikan untuk dirasakan manusia, akan tetapi yang terpenting adalah esensi dari Al-Rizq itu sendiri, yakni bersitat tauhia dan keimanan sebagai batu loncatan untuk memperoleh semua Al-Rizq di akhirat yang lebih luas dan kekal. Keberadaan alam semesta sebagai suatu keseimbangan ekologis dan k.:b~raduan manusia scbagai pcngclola sumber-sumber kekayaan yang ada dan tersedia di alam ini, memunculkan berbagai inovasi-inovasi baru. Apabila ditinjau dari penafsiran Sayyid Qutp, maka pada dasamya semua itu merupakan al-rizq yang diciptakan untuk manusia dan sepatutnya dihargai oleh manusia sebaikbaiknya dengan berpijak pada aturan-aturan-Nya. Di era modem, sains dan tt.:knologi modern bertumpu pada ilmu kauniah. Keduanya mampu menghasilkan peralatan yang canggih, namun keduanya tidak akan tercipta tanpa adanya kcmampuan dalam bidang ilmu dan teknologi pada diri manusia. Karenanya, ml;!nyikapi arus teknologi dibutuhkan moral yang tinggi sebagai pencegah pcnyalahgunaan Al-Rizq. Penafsiran Sayyid Qut.b, dengan demikian, dapat Jikatukan masih relevan untuk konteks kekinian, di mana harus ada keseimbangan antaru pemanfuutan Al-Rizq berupa alum semesta dengan ul-ricf berupa potensi manusia yang berfondasikan keimanan. []

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information / Pembimbing: Dr. Muhammad, M.ag
Uncontrolled Keywords: tafsir, islam hadis-hadis
Subjects: Tafsir Hadist
Divisions: Fakultas Ushuludin dan Pemikiran Islam > Tafsir Hadist (S1)
Depositing User / Editor: Edi Prasetya [edi_hoki]
Date Deposited: 11 Jul 2017 03:17
Last Modified: 13 Jul 2017 06:07
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/26140

Actions (login required)

View Item View Item