HADIS NABI TENTANG LARANGAN BERZIKIR DENGAN SUARA KERAS (STUDI MA'ANIL HADIS)

SHOFWATUL MALA, NIM.99533010 (2004) HADIS NABI TENTANG LARANGAN BERZIKIR DENGAN SUARA KERAS (STUDI MA'ANIL HADIS). Skripsi thesis, UIN SUNAN KALIJAGA.

[img]
Preview
Text (HADIS NABI TENTANG LARANGAN BERZIKIR DENGAN SUARA KERAS (STUDI MA'ANIL HADIS))
BAB I, V, DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version

Download (4MB) | Preview
[img] Text (HADIS NABI TENTANG LARANGAN BERZIKIR DENGAN SUARA KERAS (STUDI MA'ANIL HADIS))
BAB II, III, IV.pdf - Published Version
Restricted to Registered Academicians of UIN Sunan Kalijaga Only

Download (9MB)

Abstract

Ketika membicarakan persoalan zikir, khususnya tentang larangan berzikir dengan suara keras kita dihadapkan kepada suatu persoalan yang pelik. Ibarat seseorang yang memasuki sebuah lorong goa yang gelap dan dalam, di mana di kanan kirinya terdapat relung-relung dengan bermacam-macam bentuk. Maka jika tidak hati-hati, seseorang dapat tersesat di salah satu relung. Kendati demikian rumitnya persoalan tasawuf khususnya dalam zikir, namun senantiasa aktual untuk dikaji, dari perspektif manapun, baik dari aspek historis, sosiologis, psikologis, maupun hal-hal yang bersifat pragmatis, bahkan politis. Al-Qur'an dan hadis adalah dua sumber pokok ajaran Islam, keduanya merupakan warisan yang sangat berharga bagi umat Islam sampai akhir zaman. Dari keduanya hukum Islam diambil untuk kesejahteraan manusia seluruhnya. Penelusuran riwayat dan pemahaman terhadap isi kandungan hadis mutlak diperlukan untuk mengetahui sejauh mana kualitas dan substansi dari hadis tersebut, ketika berbicara pada sebuah permasalahan. Untuk dapat menjawab problem tersebut diperlukan jawaban yang dapat menunjukkan keuniversalan ajaran Islam. Salah satu caranya adalah dengan melakukan pengkajian hadis yang menuntut adanya pemaknaan konkrit terhadap realitas kehidupan saat ini. Melalui metode ma'anil hadis diharapkan semakin dapat menjawab permasalahan yang terjadi saat ini. Pemaknaan hadis yang menggunakan metode ma'inil hadistersebut memang masih minim dilakukan oleh para pemerhati hadis. Jadi, kajian ini sangat penting untuk terus dikembangkan dalam rangka meajawab persoalan umat yang semakin lama semakin berkembang. Pemaknaan hadis dengan metode ma'anil hadis yang dimaksudkan adalah memahami sebuah hadis dengan melihat latar belakang munculnya hadis dan juga mempertimbangkan keadaan realitas kehidupan kekinian atau dengan kata lain adalah bagaimana teks-teks yang ada kemudian dikontekstualisasikan dalam kehidupan sekarang. Berkaitan dengan larangan berzikir dengan suara keras, pelarangan Nabi saw tersebut merupakan sikap kewaspadaan Nabi agar umatnya tidak merasa terlegitimasi untuk melakukan perbuatan yang lebih dari itu, mengingat kecenderungan manusia yang tidak gampang puas terhadap kondisi yang ada. Selain itu, relevansi hadis Nabi tentang larangan betzikir dengan suara keras apabila dipahami dengan menggunakan metode ma'inil hadis dalam realitas sosial saat ini mengandung pesan bahwa pelarangan terhadap zikir dengan suara keras atau nyaring itu apabila tidak ada kebutuhan untuk mengeraskannya, karena merendahkan suara lebih membuat khusyu' dan ta' im, namun apabila sekedar memperdengarkan pada jamaah yang lain tanpa berlebihan dengan berteriak atau karena riya' (ingin menunjukkan kekhusyu'annya), diperkenankan dalam Islam. Karena ada beberapa hadis yang juga menyarankannya. Jadi, bahwa sebenarnya, antara ayat-ayat al-Qur'an dan hadis-hadis tentang zikir, baik zikir dengan suara keras maupun dalam hati itu tidaklah kontradiktif, akan tetapi dapat dikompromikan (al-jam 'u), yakni pada prinsipnya menyaringkan suara ketika berzikir itu disyari'atkan, namun jika ada ayat al-Qur'an atau hadis Nabi yang tampaknya melarang menyaringkan suara ketika berzikir, sebenamya yang dilarang itu jika menyaringkan atau mengeraskan suaranya dengan keterlaluan atau berlebih­ lebihan (over acting).

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information / Pembimbing: Drs. H. A. Chaliq Muchtar, M.Si NIP.150017907
Subjects: Tafsir Hadist
Divisions: Fakultas Ushuludin dan Pemikiran Islam > Tafsir Hadist (S1)
Depositing User / Editor: S.kom Fatchul Hijrih
Date Deposited: 11 Jul 2017 10:37
Last Modified: 11 Jul 2017 10:37
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/26142

Actions (login required)

View Item View Item