KONSEP PEMURNIAN AQIDAH TAUHID DALAM PANDANGAN MUHAMMADIYAH DAN WAHABIYAH (STUDI KOMPARATIF)

SITI ZUKHRIANA, NIM.96512098 (2001) KONSEP PEMURNIAN AQIDAH TAUHID DALAM PANDANGAN MUHAMMADIYAH DAN WAHABIYAH (STUDI KOMPARATIF). Skripsi thesis, UIN SUNAN KALIJAGA.

[img]
Preview
Text (KONSEP PEMURNIAN AQIDAH TAUHID DALAM PANDANGAN MUHAMMADIYAH DAN WAHABIYAH (STUDI KOMPARATIF))
BAB I, V, DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version

Download (2MB) | Preview
[img] Text (KONSEP PEMURNIAN AQIDAH TAUHID DALAM PANDANGAN MUHAMMADIYAH DAN WAHABIYAH (STUDI KOMPARATIF))
BAB II, III, IV.pdf - Published Version
Restricted to Registered Academicians of UIN Sunan Kalijaga Only

Download (6MB)

Abstract

Secara etimologi pemurnian berasal dari kata "pure" artinya mumi, suci, bersih. Secara terminologis pemurnian berasal dari kata "mumi", yang mendapat awalan "pe" dan akhiran "an'', yang artinya suatu tindakan yang mempunyai tujuan untuk memurnikan, membersihkan dan mensucikan kembali sesuatu hal dari pengaruh luar. Kata pemumian diidentikkan dengan kata "Puritanisme". Yakni suatu aliran yang menentang otoritas gereja di negara lnggris dengan cara menuntut kemumian terhadap ajaran-ajaran maupun organisasi gereja di lnggris. Aliran ini mengadakan pemumian dan pembaharuan dalam seluruh bidang kehidupan rakyat. Sehingga banyak doktrin-doktrin gereja yang ditentangnya dan dianggap sebagai suatu hal yang kuno dan tidak eksis lagi. Sedangkan dalam dunia Islam, pemumian dikenal sebagai gerakan yang mengadakan penyucian, pembersihan kembali terhadap Aqidah Tauhid umat Islam, dengan cara mengajak umat Islam membenahi kembali Aqidah mereka sehingga dapat diharapkan sesuai dengan ajaran Al-qur'an dan Hadis. Gerakan pemumian ini terkenal sebagai gerakan yang berorientasi kepada ajaran masa Ialu, yakni ajaran dimasa Nabi dan juga sahabat ketika masih hidup. Segala tindak tanduk selalu disesuaikan dan diselaraskan dengan tindakan dan ajaran yang pemah ada dan diajarkan oleh Rasulullah Saw. Sehingga gerakan ini terkenal sebagai gerakan yang sangat sederhana dan bersikap statis terhadap kebudayaan daerah yang ada. Gerakan pemurnian Aqidah ini mengecam dan berusaha memberantas dan menyingkirkan hal-hal yang berbau kemusyrikan yang menjadikan pelakunya tidak akan diampun dosanya oleh Allah kelak di kemudian hari, yakni pada hari kiamat dimana segala amal dan dosa manusia secara keseluruhan akan dihisab oleh Allah. Gerakan pemumian ini dalam merealisasikan konsep dan idenya dengan cara menghapus berbagai praktek-praktek yang dianggap sebagai sumber dari perbuatan syirik. Diantaranya adalah tindakan menyekutukan Allah baik dalam segi sifat, dzat maupun bentuknya. Selanjutnya gerakan pemumian Aqidah ini juga menghapus dan menghindari adanya bid'ah dan khurafat. Gerakan pemurnian Aqidah Tauhid yang muncul di abad ke-18 M di Arab yang dipelopori oleh Muhammad Ibn Abdul Wahhab adalah gerakan Wahabiyah atau gerakan Muwahhidun . gerakan ini dikenal sebagai penerus dari gerakan pemumian Aqidah Tauhid. Sebelumnya ajaran pemurnian Aqidah Tauhid dibawa oleh Ibn Taimiyah yang belum sempat terealisir. Sebagai gerakan pemumi Aqidah Tauhid, gerakan dakwah Wahabiyah ditujukan kepada umat manusia pada umumnya dan umat Islam pada khususnya. Yakni melalui berbagai macam usaha, diantaranya adalah melalui korespondensi, pendidikan, danjuga melalui tidakan politik yang sangat keras. Di Indonesia juga muncul gerakan pembaharu yang bergerak dalam bidang sosial keagamaan yaitu Muhammadiyah. Dalam bidang keagamaan, pembaharuan yang dikemukakan oleh Muhammadiyah ini bersifat sebagai pemumi dan pembersih kembali ajaran Tauhid, juga membersihkan Aqidah, keyakinan umat Islam terhadap keberadaan Allah SWT dengan tidak menyekutukan-Nya dalam bentuk dan segi apapun. Konsekwensi gerakan pemumian Muhammadiyah adalah gerakan ini berusaha untuk mewujudkan cita dan harapannya melalui bidang yang telah tersedia dalam lembaga Muhammadiyah. Diantaranya melalui bidang dakwah, pendidikan dan sebagainya. Sebagai gerakan yang diposisikan sebagai dua gerakan pemum1 Aqidah Tauhid, tentunya ada perbedaan dan juga persamaan diantara keduanya. Adapun persamaannya terletak pada cara pandang kedua gerakan tentang konsep pemurnian Aqidah umat Islam, kedua adalah latar belakang munculnya pemikiran tentang pemunian Aqidah Tauhid diantara keduanya. Sedangkan perbedaan diantara keduanya adalah dalah hal watak dan juga cara pemahaman dan pengklasifikasian terhadap syirik, bid'ah dan khurafat. Meskipun keduanya sama-sama mengklaim bahwa perbuatan menyekutukan Tuhan adalah perbuatan dosa besar dan tidak terampuni.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information / Pembimbing: Drs. Siswanto Masruri, MA NIP.150216528
Subjects: Aqidah Filsafat
UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta > Aqidah Filsafat
Divisions: Fakultas Ushuludin dan Pemikiran Islam > Aqidah Filsafat (S1)
Depositing User / Editor: S.kom Fatchul Hijrih
Date Deposited: 11 Jul 2017 06:26
Last Modified: 11 Jul 2017 06:26
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/26177

Actions (login required)

View Item View Item